Rang Lapau,
Lah lamo kaba ko tasimpan di kotak poih ambo, rancak ambo taruihkan ka
Lapau, nak dibaco rang basamo. Apokah hal iko lah tasuo pulo di kampuang
kito, tamasuak penyembelihan jo 'caro awak', apokah burger nyo di import
pulo dari Aussie:-) Baa pulo di rantau Mak Ngah?

Di kampuang kami disiko alun tasuo dek ambo lai patugeh MD nan pakai
jilbab, tapi menu nan nyo tawarkan lah ado variasi burger India/Pakistan,
tanpa label 'halal' tantunyo:-)

Salam,
Gindo,---
=====================================================

From: Taufik Widjaja <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]

http://www.sidik.org/aktualita/mar01.htm

20 Maret 2000
Jilbab di Restoran McDonald 
Jaringan perusahaan makanan jadi (fastfood) McDonald di Denmark memasuki
babak baru dalam cara mengelola restorannya dengan menetapkan pakaian
resmi para pramuniaga Muslimah. Mereka kini memiliki pakaian kerja resmi
dengan mengenakan jilbab bertuliskan huruf M (logo McDonald). Tujuannya
agar mereka dapat menjaga komitmen kepada ajaran agamanya.

Maulali Husein adalah gadis Muslimah pertama yang mengenakan baju kerja
resmi berjilbab di salah satu restoran McDonald di Denmark. Dalam aturan
kerja di McDonald disebutkan adanya hak asasi para Muslimah untuk
mengenakan pakaian yang sesuai dengan ajaran agamanya. Dalam aturan itu
juga disebutkan penolakan terhadap praktik diskriminasi yang didasarkan
pada agama, keyakinan, dan etnis seseorang.

Lembaga hak asasi manusia Denmark menyambut baik langkah yang ditempuh
McDonald. Dan ternyata langkah ini mendapat sambutan baik dari beberapa
perusahaan lainnya. Perusahaan kereta api Denmark (DSB) dan perusahaan
kebersihan Denmark (ISS) akan mengikuti langkah yang ditempuh McDonald.

Sebenarnya apa yang dilakukan McDonald ada kaitan dengan protes kaum
Muslimin Denmark atas pengusiran terhadap seorang siswi asal Somalia yang
enggan melepaskan jilbabnya. Dalam kasus ini, penguasa setempat berpihak
kepada siswi yang "malang" tersebut. Akibatnya dua orang guru yang
mengusir siswi asal Somalia itu dikeluarkan dari tempat mereka mengajar.

Manajer McDonald di Denmark mengatakan bahwa ia tidak melihat cara
berpakaian Maulali Husein di restorannya sebagai merusak pemandangan.
Bahkan beberapa mitra dan pelanggan-pelanggannya tetap merasa puas dan
menolak anggapan cara berpakaian Maulali Husein di restoran tersebut
sebagai tidak mengenakkan.

Sementara itu perusahaan FDB yang mengelola sebuah supermarket terpaksa
harus berurusan dengan pengadilan lantaran tindakannya memecat beberapa
pramuniaga Muslimah yang mengenakan jilbab dengan alasan para
pelanggannya merasa tidak suka terhadap pakaian itu




LAPAU RantauNet di http://lapau.rantaunet.web.id
Isi Database ke anggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
=================================================
Subscribe - Mendaftar RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages: subscribe rantau-net email_anda

Unsubscribe - Berhenti menerima RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi emai / Messages: unsubscribe rantau-net email_anda
=================================================
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke