-----Original Message----- From: Ummu Ja'far - <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thursday, 11. May 2000 10:04 ・ Subject: [Sabil] Sedikit nasehat untuk kita >As salaamu'alaykum warohmatuLlohi wabarokaatuh > >Dalam Islam, memang istri diberi tempat yang mulia. Namun sayangnya, >di masyarakat kita misalnya, yang mayoritas muslim, posisi ini masih >belum ditempatkan dengan benar. Tak heran, kalau ada sebagian wanita >yang memperjuangkan 'emansipasinya' yang terkadang sampai melampaui >aturan islam. > >Kebanyakan para suami memang bersikap 'diktator' pada para istrinya. >Mereka kurang mengerti bahwa istri itu perlu teman untuk bicara. >Padahal, istri yang tidak bekerja di luar rumah, hanya mempunyai >suami sebagai teman dekat bicaranya. Istri yang tidak punya pembantu >dan sudah punya anak, bisa dikatakan hampir tidak ada waktu untuk >mengurus dirinya sendiri, selain hal pokok seperti makan, minum atau >tidur. Bagi istri, walaupun pekerjaan rumah menumpuk (terlihat kecil >namun menyita waktu banyak) dan menjemukan (karena itu-itu saja), >namun kalau suami bicara dengan lembut dan bersikap menyenangkan >hatinya atau memperhatikannya maka tidak terasa lagi kelelahan di >tubuhnya. Apalagi kalau suami mau menolong pekerjaan rumah, >menanyakan >apa ada masalah yang perlu dibantu, mengajak istri berjalan-jalan >keluar rumah, atau melakukan hal lain seperti 'orang yang selalu >jatuh >hati pada pandangan pertama', tentulah tidak ada beban perasaan bagi >istri. Perlu diketahui, urusan rumah tangga seperti memasak atau >mencuci bukanlah kewajiban istri, melainkan adalah keutamaannya. >Sebenarnya hal itu adalah kewajiban bersama anggota keluarga. Maka >berbahagialah Anda para suami yang mempunyai istri yang mau >mengerjakan semua urusan rumah tangga walaupun tidak menuntut adanya >pembantu. > >Istri adalah makhluk yang lebih lemah dari suami. Tentunya wajar >kalau >dia ingin dimanjakan oleh suaminya. Dan kalau suami melakukan hal itu >semua, biasanya istri akan lebih menghormati suaminya. Dia akan >berusaha selalu taat pada suaminya. Taat karena dia mencintainya dan >bukan taat karena takut atau terpaksa. Berbeda dengan suami yang >bersikap seakan tidak ada waktu untuk istrinya, menyuruh istri untuk >melakukan ini dan itu, bicara keras dan tidak mau kalah, tidak mudah >memaafkan istri, mudah berburuk sangka, ingin menang sendiri, tidak >bersikap sabar, memaksakan kehendaknya, menuntut istri untuk selalu >memperhatikannya atau bersikap merendahkan istrinya. > >Sebaiknya istri tidak bekerja di luar rumah, agar bisa >mengkonsentrasikan diri dalam mengurus suami dan anak-anaknya. Namun >hendaknya suami juga tidak bersikap ingin selalu diutamakan karena >dialah pencari nafkah. Jagalah sikap agar istri tidak merasa tidak >mempunyai apa-apa atau hanya bisa menghabiskan uang suami (walaupun >mungkin sedikit sekali yang digunakannya untuk keperluannya sendiri). >Kalau istri berlebihan dalam mengatur keuangan, nasehatilah dengan >cara yang baik, janganlah sampai mengatakan: 'Emangnya yang cari uang >siapa?' > >Dalam islam, memang dikatakan bahwa suami adalah pemimpin keluarganya >dan bahwa istri harus taat pada suaminya. Tapi bagi sebagian besar >orang, ditafsirkan bahwa 'istri' adalah seakan 'budak' bagi dirinya. >Pokoknya, istri harus melakukan semua apa yang dimaksudkan oleh >suaminya. Inilah yang tidak dicontohkan oleh Rosul kita. Jihad >seorang >istri adalah di rumah, menghadapi suami dan anak-anaknya. Namun, >tidak >ada salahnya kalau suami membantu istrinya dalam jihad ini. Dengan >membuat hatinya tentram, berarti juga sudah membantu istri dalam >meringankan jihadnya ini. Bahkan, akan lebih baik kalau urusan di >rumah menyenangkan, maka istri bisa ikut berda'wah di luar rumah >dengan tidak ada beban psikologis. > >Dalam rumah tangga, memang perlu sikap timbal balik. Tidak bisa kalau >hanya satu pihak saja dihormati sedangkan yang lainnya menghormati. >Kalau bisa seimbang, akan lebih mudah untuk membentuk anak-anak >sholih >dan sholihah. Tidak bisa juga kalau dianggap bahwa itu urusanmu dan >itu urusanku. Istri belajar untuk memperhatikan suami dan anaknya >setelah dulu dia hanya mengurus dirinya sendiri. Maka jangan heran >kalau istri suka bertanya 'apa sudah makan', 'apa saja yang dilakukan >di kantor tadi', dsb. Ini bukan untuk memata-matai suami, melainkan >untuk ingin ikut melibatkan dirinya bahkan kalau bisa menolong dalam >masalah-masalah yang dihadapi suaminya. Dan suami hendaknya juga >demikian. > >Dalam rumah tangga, hendaknya masing-masing menyelesaikan apa yang >bisa dilakukannya dan membantu tugas yang lainnya. Hendaknya >diperhatikan apa yang sudah saya perbuat untuk dia dan jangan >dipikirkan apa yang sudah dia perbuat untuk saya. Hendaknya selalu >berpikir positif, misalnya bahwa dia lebih lelah dari saya sehingga >saya harus siap membantunya. Hendaknya dalam berbicara menggunakan >kata-kata yang menyenangkan, bukan merendahkan atau membuat sakit >hatinya. Tentunya kita malu kalau kita tidak bisa bicara baik pada >keluarga, namun kita bisa bicara dan bersikap manis pada teman >sekerja. Kalau kita marah pada pasangan kita, usahakanlah mengingati >kebaikan-kebaikannya. Cobalah mencari waktu yang tepat untuk >menasehatinya dengan perlahan-lahan, apalagi kalau istri sedang dalam >keadaan haid atau hamil, dimana terkadang istri memang tidak bisa >menguasai dirinya sendiri karena perubahan hormon yang terjadi dalam >tubuhnya. > >Namun bagi istri, bagaimanapun sikap suaminya, hendaknya tetaplah >bersabar dan berusaha menasehatinya serta berdo'a untuknya. Karena >ini >adalah ladang jihad bagi istri. Kalaupun terucap kata cerai karena >sudah tidak tahan lagi menahan beban perasaan, mohon ampunlah pada >ALlah dan mohon maaf pada suami. Kalau suami belum bisa diajak >bicara, >tumpahkanlah perasaan Anda pada Allah, Robb semesta alam. Dan >janganlah anak-anak menjadi sasaran kemarahan orang tua karena anak >adalah amanah Allah, yang tentunya ingin kita bentuk menjadi orang >yang diridhoi Allah. > >Wassalaam, >Ummu Ja'far LAPAU RantauNet di http://lapau.rantaunet.web.id Isi Database ke anggotaan RantauNet: http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1 ================================================= WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id ================================================= Subscribe - Mendaftar RantauNet Mailing List, kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages: subscribe rantau-net email_anda Unsubscribe - Berhenti menerima RantauNet Mailing List, kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi emai / Messages: unsubscribe rantau-net email_anda ================================================= WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

Kirim email ke