Dari Radio Nederland ambo lewakan ka palanta.
salamaik mambaco.
Boes
=====
Hilversum, Sabtu 13 Mei 2000 17:30 WIB
Gema Warta:
Indonesia dan GAM Tandatangani
Perjanjian Damai
Demo Mahasiswa Semakin Meningkat
Indonesia dan GAM Tandatangani
Perjanjian Damai
Intro: Sekitar jam 12.00 waktu Jenewa
atau jam 17.00 wib, ditandangani
perjanjian damai atau joint understanding
antara gerakan Aceh Merdeka dengan
pemerintah RI. Indonesia diwakili oleh
Dubes RI untuk PBB Hassan Wirajuda, dan
dari GAM diwakili Menteri Kesehatan Zaini
Abdullah. Penandatanganan yang dilakukan
di sebuah lokasi di Jenewa itu berlangsung
penuh kerahasiaan. Lebih jauh laporan
Aboeprijadi Santoso dari Jenewa:
Aboeprijadi Santoso [AS]: Sebenarnya
penandatanganan ini dilakukan dalam
upacara yang tertutup, bahkan sangat
rahasia. Kalangan wartawan di sini pun
tampaknya tidak tahu. Tetapi perjanjian
yang disebut "joint understanding" sudah
ditandatangani. Sebenarnya masuk akal
kalau ini tampaknya begitu dirahasiakan
karena sensitif. Ini pertama kali suatu
pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan
melakukan suatu pertemuan dengan
pemberontak, dengan perantaraan pihak
ketiga. Oleh karena situasi menyangkut
kedua pihak, makanya menjadi sangat
dirahasiakan. Selain itu pihak
pemerintahan Gus Dur pernah dituduh
pemberontak Aceh pernah membocorkan
salah satu dari empat pertemuan
sebelumnya.
Radio Nederalnd [RN]: Jadi tanda tangan
telah dibubuhkan. lalu apa saja isi dari
perjanjian perdamaian tersebut?
AS: Isi secara rinci belum diungkapkan,
tapi hal-hal yang utama sudah banyak
diketahui. Tujuan utamanya adalah
memberikan semacam jeda perdamaian
dalam rangka memfasilitasi bantuan
kemanusiaan, dan kemudian yang paling
penting dalam rangka mengurangi tingkat
kekerasan dan menghentikan tembak
menembak. Ini menarik karena dalam
perjanjian ini juga disebutkan beberapa
langkah yang akan diambil. Akan dibentuk
suatu komisi mengenai bantuan
kemanusiaan. Kedua-duanya komisi
bersama. Komisi mengenai keamaman,
dan ada semacam komisi arbitrary. Jadi
suatu forum bersama yang akan menerima
pengaduan apabila terjadi
pelanggaran-pelanggaran dari gencatan ini.
Agak sulit untuk menyebutnya sebagai
gencatan karena, kalau gencatan senjata
sebenarnya dilakukan antara dua negara.
Ceased fire. Sebenarnya yang terjadi
adalah suatu trust, suatu gencatan dalam
rangka memfasilitasi bantuan
kemanusiaan, dan dalam rangka
mengurangi kekerasan.
RN: Namun apakah menurut anda
penandatanganan ini akan mampu
meredam kekerasan di Aceh mengingat
hari ini juga masih terdengar terjadinya
kekerasan di sana?
AS: Itu persoalannya. Tentu kedua pihak
sangat berkepentingan untuk segera
menghasilkan suatu hal yang kongkrit,
suatu perjanjian seperti yang dihasilkan
sekarang. Tetapi menjadi pertanyaan
besar, apakah pihak GAM yang hadir di
Jenewa ini benar-benar mewakili kalangan
pemberontak yang ada di bumi Aceh.
Begitu juga di pihak tentara Indonesia
banyak sekali satuan-satuannya. Sudah
menjadi rahasia umum banyak pasukan liar
atau satuan liar. Maka perjanjian ini saya
kira mencerminkan bahwa pihak GAM yang
diwakili di sini, wakilnya Tengku Hassan di
Tiro, secara internasional sudah terjepit
sehingga mereka pun ingin menggolkan
perjanjian dan sekaligus juga untuk
memberikan legitimasi, kredibilitas
terhadap saingan-saingan mereka.
Sebaliknya bagi Presiden Gus Dur ini
memberikan suatu landasan yang kuat
untuk menekan, mengontrol TNI dalam
menjaga keamanan di Aceh. Bagi Gus Dur
ini juga suatu kredibilitas. Kalau gencatan
ini berlaku dalam tiga bulan, maka tiga
bulan lagi adalah Agustus, dan Gus Dur
akan membawa suatu oleh-oleh ke muka
sidang MPR. Jadi kedua pihak sangat
berkepentingan dan kedua pihak pun
setuju bahwa rakyat Aceh sudah terlampau
banyak menderita dan sangat
mendambakan perdamaian.
RN: Namun nampaknya di lapangan ada
juga pihak ketiga yang nampaknya tidak
menginginkan adanya perdamaian itu?
AS: Nah itulah. Ini masalah kontrol. GAM
pun bermacam-macam. Tadi saya katakan
GAM yang di Jenewa ini belum tentu
mewakili semua. Bahkan ada apa yang
disebut GAM-nya TNI, ada juga TNI-nya
GAM. Jadi ini merupakan batu ujian bagi
kedua pihak. Juga dalam rangka
memulihkan, memperkuat peranan mereka
sendiri. Taruhannya cukup besar. Kalau
sukses, sangat beruntung Hassan di Tiro
maupun Gus Dur. Sebaliknya kalau gagal
risikonya cukup besar. Makanya yang juga
menjadi pertanyaan adalah kalau pihak
ketiga itu suatu lembaga, suatu badan,
bukan suatu negara, apa yang menjadi
bobot pihak ketiga ini untuk dapat
mengatasi situasi-situasi yang berbahaya
nanti. Jadi sekalipun ini merupakan suatu
langkah penting, tetapi membawa
implikasi tantangan-tantangan yang
berbahaya dan sensitif.
RN: Lalu apa yang bisa diharapkan
selanjutnya dari penandatanganan ini?
AS: Kalau memang ini dapat berfungsi
dengan baik, selama tiga bulan
mendatang, jadi sampai dengan Juli ini,
maka ini akan memberi basis bagi situasi
di beberapa daerah tertentu, khususnya
seperti Kabupaten Pidie, di mana
diharapkan adanya suatu patroli bersama.
Sebenarnya yang bisa menjadi ukuran
barangkali kapan satuan-satuan TNI
bersama satuan-satuan AGAM, akan
mampu melakukan patroli bersama dan
mengendalikan situasi.
Demikian rekan Aboeprijadi Santoso.
Sementara itu, juru bicara GAM Ismail
Syahputra menyambut baik kesepakatan
tersebut dan meminta masyarakat Aceh
untuk menerima dengan tulus hati. Berikut
Ismail Syahputra
Ismail Syahputra [IS]: Itu adalah suatu
langkah yang baik dan satu langkah awal
menuju ke depan yang lebih baik. Untuk
masa depan Aceh, dan untuk masa depan
rakyat Aceh. Dan saya harap kepada rakyat
Aceh dapat menerima ini dengan tulus dan
ikhlas.
RN: Apa isi terpenting dari joint
understanding bagi GAM?
IS: Yang paling penting sekali adalah
kemanusiaan. Yaitu hentikan aksi-aksi
kekerasan di Aceh. Ini sangat penting bagi
hak asasi manusia. Setelah itu mungkin
adalah gencatan senjata. Untuk
mengurangi kematian-kematian di Aceh.
Karena di Aceh terlalu banyak manusia
yang mati, yang dibantai oleh pihak TNI.
Dan banyak lagi hal-hal yang disebut di
dalamnya, saya belum mendapatkan apa
isi yang sebenarnya. Karena ini baru saja
ditandatangani, saya menunggu itu.
RN: Ini berarti bahwa perjanjian ini bukan
suatu gencatan senjata?
IS: Dalam hal ini di Aceh yang melanggar
HAM adalah orang-orang yang memegang
senjata. Kalau senjata itu tidak
diletakkan, tidak bisa distop
kekerasan-kekerasan yang sedang terjadi
di Aceh. Jadi dalam hal ini untuk
menyetop, untuk tidak lagi ada kekerasan
di Aceh, harus ada gencatan senjata. Yaitu
stop membawa senjata dan stop
menggunakan senjata. Apabila senjata
sudah tidak digunakan itu sudah ceased
fire.
RN: Jadi meletakkan senjata dalam hal ini
adalah dari semua pihak?
IS: Ya, dari semua pihak yaitu pihak TNI
dan pihak GAM. Dan untuk diketahui oleh
rakyat ramai, pihak GAM sekarang sudah
pulang ke baraknya masing-masing dengan
menunggu perintah selanjutnya dari
atasan, dari pemimpin AGAM, Tengku
Hassan di Tiro.
RN: Namun di Aceh juga ada yang disebut
pihak ketiga yang tidak jelas mereka itu
dari pihak mana. Seberapa jauh perjanjian
ini bisa mengatasi campur tangan dari
pihak ketiga itu?
IS: Dalam hal ini di Aceh ada pihak-pihak
lain yang mengganggu ketentraman.
Karena sebelum ini Indonesia belum
pernah mengakui adanya Gerakan Atjeh
Merdeka. Jadi di pihak tentara itu sendiri
telah membuat pasukan-pasukan siluman
untuk mengacaukan keadaan di Aceh.
Apabila ini sudah tidak ada lagi, tidak ada
tentara lagi yang bisa membawa senjata,
maka tidak ada pihak ketiga yang
mengacau keadaan. Karena pihak ketiga
yang mengacau keadaan di Aceh adalah
pihak intelijen Indonesia sendiri yang
menggunakan senjata dan memakai baju
preman.
RN: Masyarakat Aceh sangat menaruh
harapan besar terhadap perjanjian damai
ini, karena mereka sendiri sudah tidak suka
dengan kekerasan yang terus
berlarut-larut. Namun di lapangan, bahkan
sampai tadi pagi, kami masih mendengar
adanya berita-berita tentang
berlangsungnya kekerasan. Apa pendapat
bapak?
IS: Pagi tadi adalah belum ditandatangani.
Sekarang sudah ditandatangani. Jadi kita
lihat lagi besok, bagaimana. Karena tadi
pagi belum ditandatangani, kita belum
tarik sepenuhnya semua tentara. Dan juga
kemungkinan tentara Indonesia belum
ditarik juga dari lapangan ke baraknya.
Jadi dalam hal ini saya mengharapkan
kepada bangsa Aceh semua supaya tenang
dan bersabar untuk menanti kedamaian
yang akan tiba ini.
Ismail Syahputra, juru bicara GAM.
Ke atas
Demo Mahasiswa Semakin Meningkat
Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti,
Jakarta kemarin turun ke jalan
untuk menuntut penuntasan kasus
tertembaknya 4 mahasiswa universitas itu
pada tragedi 12 Mei 1998. Sedangkan
Aliansi Jaringan Kota yaitu gabungan
beberapa organisasi mahasiswa Jakarta
terlibat bentrokan dengan polisi sewaktu
mencoba menembus barikade polisi yang
menjaga "benteng" Cendana, kediaman
mantan Presiden Soeharto. Akibatnya pos
polisi Megaria terbakar. Sampai Jumat
malam kemarin, tiga mahasiswa
dikabarkan luka, dan dirawat di RS Carolus,
Jakarta.
Ratusan mahasiswa lainnya Jumat kemarin
melakukan long march dari gedung
Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan
menuju Cendana, Jakarta Pusat. Aksi Jalan
Kaki ini mengakibatkan sejumlah jalan di
ibukota macet. Polisi memblokir arus lalu
lintas yang berada di jalur cepat Jalan
Jenderal Sudirman agar tidak terjadi
gangguan yang lebih parah lagi.
Sedangkan mahasiswa ketika tiba di
seputar Jalan Cendana memblokir Jalan
Sutan Syahrir dan Jalan Muhamad Yamin.
Para pengguna jalan diminta supaya tidak
melewati jalan-jalan tersebut. Para
mahasiswa berharap dapat segera
melarikan diri jika terjadi bentrok dengan
pihak keamanan. Pusat pengumpulan
massa terdapat di bunderan Teuku Umar.
Pada sore hari diperkirakan sekitar 3000
massa sempat berkumpul disana. Tetapi
jumlahnya berkurang di malam hari.
Para demonstran yang tergabung dalam
Jarkot, semula berniat menjemput mantan
Presiden Soeharto di kediamannya untuk
diadili dalam apa yang mereka namakan
Pengadilan Rakyat. Namun usaha
mahasiswa, yang sebelumnya telah
bermalam tiga hari di Kejagung, akibat
penjagaan aparat yang berlapis-lapis,
gagal. Di samping itu barisan massa tidak
terkonsolidasi dengan baik. Para
mahasiswa menuntut pemerintah segera
menangkap, mengadili dan menyita harta
mantan penguasa Orde Baru itu. Jarkot
yang terdiri dari Liga Mahasiswa Nasional
untuk Demokrasi (LMND), Forum Kota,
Keluarga Besar
UPN, Keluarga Besar Universitas
Bhayangkara dan Komite Aksi Rakyat
Tertindas menuntut pula agar harta
Soeharto yang akan disita digunakan untuk
membayar utang luar negeri. Disamping itu
harta tersebut juga digunakan untuk
mensubsidi kebutuhan rakyat, biaya
pendidikan, menaikkan taraf hidup rakyat
dan supremasi hukum.
"Dosa-dosanya seakan tengggelam begitu
saja tanpa ada proses hukum yang jelas,"
demikian pernyataan sikap Jarkot. Dita Sari
Indah tokoh buruh FNPBI menyatakan
kepada Radio Nederland kemarin, hingga
kini belum ada rencana dari kalangan
serikat-serikat buruh untuk ikut terjun
dalam aksi-aksi menggugat kasus KKN
Soeharto. Untuk sementara ini buruh masih
menuntut hak-hak normatif tentang
ekonomi. Tetapi bagi Dita sistem
penegakkan hukum di Indonesia
betul-betul dalam kondisi parah, karena
orang yang jelas-jelas selama 32 tahun
bertanggung jawab atas kerusakan
ekonomi dan politik di negeri ini ternyata
hingga kini belum juga dapat di dudukkan
di kursi terdakwa di pengadilan. Padahal
Soeharto telah dua tahun tidak lagi
berstatus sebagai presiden sehingga ini
membuat rakyat semakin tidak percaya
pada pemerintahan Gus Dur. Sehubungan
dengan itu di Jakarta sekarang beredar
spekulasi bahwa Marzuki Darusman akan
diganti oleh Bacharuddin Lopa dari PPP.
Ke atas
Topik berita Berita Indonesia
Berita Internasional Berita Belanda
Berita tertulis yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep.
� Hak cipta 2000 Radio Nederland Wereldomroep
GET THE BEST FREE INTERNET ACCESS
*Free Email***Free Support***Free Software***No Credit Check***Privacy Guaranteed*
GO TO http://www.homefreeweb.com
LAPAU RantauNet di http://lapau.rantaunet.web.id
Isi Database ke anggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
=================================================
Subscribe - Mendaftar RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages: subscribe rantau-net email_anda
Unsubscribe - Berhenti menerima RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi emai / Messages: unsubscribe rantau-net email_anda
=================================================
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================