(sambungan)
Nah, demikian pula bila kita ingin memahami agama ini. Logika formal
seperti di atas sudah selayaknya dipakai supaya tidak menyimpang dari
apa yang dimaksudkan oleh agama. Al Qur'an ditulis dalam bahasa Arab
yang mudah bagi lidah orang Arab. Hal ini dinyatakan sendiri oleh
Yang mempunyai dan Yang membuat serta menurunkan Al Qur'an yakni Allah swt.
"Wa kadzaalika anzalnaahu hukman 'arabiyaa....."
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur'an itu sebagai peraturan
dalam bahasa Arab..." (QS:13:37).
"Qur'aanan 'arabiyan...."
(Ialah) Al Qur'an dalam bahasa Arab...(QS:39:28).
diayat yang lain
"Lisaani 'arabiyuu..."
Yang mudah bagi lidah orang Arab... (Qur'an Suci).
Untuk dapat memahami al Qur'an atau bila ingin mengetahui apa yang dimak-
sudkan Allah dalam Al Qur'an sudah jelas kita harus mengacu kepada orang
yang berbahasa Arab dan berlidah Arab. Bukan ke Amerika yang berbahasa Inggeris
Amerika atau Perancis atau siapa saja yang bukan Arab. Dan meskipun mereka
punya alasan pandai berbahasa Arab dan banyak belajar soal itu, sudah pada
tempatnya diletakkan kepercayaan yang lebih terhadap orang-orang Arab yang tahu
soal yang dimaksudkan. Dan sumber tempatnya tentulah harus Arab juga, karena
persoalan tempat cukup menentukan. Bukan Amerika atau Inggeris atau barat
manapun atau media massa manapun yang bukan Arab seperti CNN. Dan perlu
diingat bahwa cara berfikir barat adalah penuh prasangka karena selalu
ada kecurigaan terhadap suatu asumsi atau hipotesis yang bagi mereka
berguna untuk menguji hingga dapat ditunjukkan dengan "burhan" atau
demonstrasi. Hal ini jelas-jelas bertentangan dengan iman yang ada dalam
Islam, karena banyak hal-hal yang tak dapat diterima oleh akal bila hanya
menggunakan metoda demonstrasi sementara harus diakui dengan iman. Dengan
sendirinya kepercayaan tidak dapat diletakkan begitu saja terhadap kelom-
pok-kelompok di Amerika yang jelas-jelas mempunyai cara berfikir yang
barat atau terbaratkan.
Nah, sebagaimana logika formal tadi, bahwa Al Qur'an yang diturunkan oleh
Allah swt. lewat Jibril (bagaimana memberikan bukti secara demonstrasi yang
ini ?) dalam bahasa Arab kepada Rasul-Nya Muhammad saw, telah menuliskan
nama Muhammad (saw) sebagai orang yang dapat dipercaya mempunyai pemahaman yang
paling tinggi tentang apa yang dimaksudkan oleh Allah swt. Dan Allah swt.
sendiri menjamin bahwa Muhammad (saw) dapat dijadikan contoh teladan.
"Laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah"
Sesungguhnya pada diri rasulullah itu terdapat suri tauladan yang baik.
(QS :33:21)
Di ayat lain Allah swt. sendiri mengakui,
"Wa innaka la'alaa khuluqin 'azhiim"
Dan sesungguhnya kamu berbudi pekerti yang agung" (QS:68:04).
Sudah sewajarnya pula ditambah dengan logika formal tadi, semua pemahaman
tentang apa yang dimaksudkan Allah swt. dalam Al Qur'an haruslah menurut
apa yang dipahami Muhammad (saw), dan konsekwensinya semua tafsiran tentu-
lah sesuai dengan tafsiran Muhammad (saw) yang terletak dalam sunah Rasul
yakni hadis-hadis yang ribuan banyaknya. Dan alangkah ganjilnya bila kita
mempercayai orang-orang yang tidak memakai hadits dalam menafsirkan Al-
Qur'an.
Lalu....
(bersambung)
LAPAU RantauNet di http://lapau.rantaunet.web.id
Isi Database ke anggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
=================================================
Subscribe - Mendaftar RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages: subscribe rantau-net email_anda
Unsubscribe - Berhenti menerima RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi emai / Messages: unsubscribe rantau-net email_anda
=================================================
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================