Tragedi busung lapar yang menimpa 2000 balita di Sumatera Barat beberapa waktu lalu disebabkan karena mahalnya harga beras. Kita menjadi malu dan bertanya-tanya kenapa hal ini bisa terjadi di daerah kita. Seorang sumber menceritakan mahalnya harga beras disebabkan karena beras operasi pasar jatah dari Bulog untuk daerah Sumbar yang sedianya dijual Rp. 1000,- per kg itu semuanya dibeli oleh seorang pengusaha beras berinisial HN di Padang senilai Rp. 150 milyar dan menjualnya kembali dengan harga Rp. 2.500,- per kg. Akibatnya masyarakat yang tidak mampu tidak dapat membeli beras. Kabarnya HN ini juga berada di belakang gegernya isu politik uang dalam pemilihan gubernur Sumbar yang lalu. Inilah salah satu bukti KKN yang telah demikian merusak sendi-sendi kemasyarakatan di Sumbar. Benar sinyalemen Prof. Dr. Syafi'i Maarif (Ketua PP Muhammadiyah) yang mengatakan bahwa KKN di Sumatera Barat lebih parah dibandingkan dengan di pusat. Posted by: Badroni, [EMAIL PROTECTED] ____________________________________________________ Dapatkan email gratis Anda di http://mail.astaga.com LAPAU RantauNet di http://lapau.rantaunet.web.id Isi Database ke anggotaan RantauNet: http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1 ================================================= WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id ================================================= Subscribe - Mendaftar RantauNet Mailing List, kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages: subscribe rantau-net email_anda Unsubscribe - Berhenti menerima RantauNet Mailing List, kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi emai / Messages: unsubscribe rantau-net email_anda ================================================= WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

