Al,
Apo tu Ikan Napoleon tu? Baa bantyuaknyo?
Baa mangko ado lo Ikan Napoleon di Indonesia?

Salam,
Pak Ngah

SUARA PEMBARUAN DAILY


Ikan Napoleon Dikhawatirkan Punah

Situbondo, 21 Juli

Sampai saat ini tak ada satu pun instansi atau lembaga riset di dunia yang
mampu membudidayakan ikan kerapu napoleon. Ikan bernilai ekonomi tinggi ini
dikhawatirkan akan punah jika tidak ada upaya serius untuk
mengkonservasinya.

"Induk Napoleon memang masih bisa ditangkap di perairan kawasan timur
Indonesia. Namun, selama ini belum bisa dibudidayakan," kata Kepala Loka
Budidaya Air Payau Situbondo (LBAPS), Departemen Eksplorasi Laut dan
Perikanan (DELP) Ir Muhammad Murdjani MSc di Situbondo, Kamis (20/7).

Murdjani khawatir ikan napoleon punah jika usaha untuk
mengembangbiakkannya belum berhasil dilakukan. Kecenderungannya memang
mendekati kepunahan. Sebab, selain terjadi penangkapan yang berlebih (over
fishing), pengeboman ikan dan penggunaan racun juga masih sering terjadi.

Fenomena tersebut mengakibatkan habitat terumbu karang yang selama ini
dipakai sebagai suatu mata rantai makanan, hancur berantakan. Napoleon pun
tak lagi bisa menetaskan telur-telurnya.

Hancurnya terumbu karang, kata Murdjani, juga mengakibatkan ikan kerapu
tikus (Cromileptes altivelis) sulit ditemukan. Cepat atau lambat, jika tidak
ada upaya serius, induk ikan yang bernilai sekitar Rp 390 ribu per kg ini, juga
akan lenyap dari perairan Indonesia.

Menurut Murdjani, kerapu tikus masih lebih baik nasibnya. Sebab, pihaknya
sejak tahun 1998 berhasil membudidayakannya, walaupun terkadang
mengalami kema-tian secara massal akibat terjangkit noda virus.

Ia mengatakan, selama ini identifikasi penyakit hanya berdasarkan
pengamatan secara visual. Jadi belum diketahui secara pasti penyebab dan
cara kerja penyerangannya. Sehingga, pengobatan yang dilakukan belum tepat
sasaran. "Untuk itu perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam secara
molekuler," kata Murdjani.

Mengomentari masalah ini, Direktur Jenderal Penyerasian Riset dan
Eksplorasi Laut DELP Dr Ir Indroyono Soesilo MSc di depan para peneliti
perikanan LBAPS menyarankan, agar dibuat kerja sama dengan lembaga riset
di luar negeri. Kalau kromosom manusia yang begitu rumit dan banyak
jumlahnya saja berhasil dipetakan, harusnya hal yang sama juga bisa
dilakukan pada ikan.

Indroyono yakin, kerja sama riset semacam ini akan mampu menyelamatkan
beragam budi daya ikan bernilai ekonomi tinggi di dalam negeri. "Membangun
kelautan tanpa iptek itu mustahil," ujarnya.

Berdasarkan lawatannya ke berbagai fasilitas pembibitan ikan di Australia,
Prancis, Inggris, dan AS, ia mengatakan, lembaga riset itu dengan
teknologinya sudah mampu membudidayakan beragam ikan bernilai jual tinggi.
Indroyono yakin, mereka bisa diajak bekerja sama dengan para peneliti
Indonesia.

"Mereka punya teknologi, kita punya potensi keragaman hayati ikan yang tidak
mereka miliki. Jadi saling membutuhkan," ujar Indroyono yang baru pertama
kali melihat fasilitas pembenihan ikan di dalam negeri.

Ia mencontohkan, ilmuwan NOAA (National Oceanic and Atmospheric
Administration) AS, telah menciptakan antivirus untuk menangkal beragam
penyakit ikan. Dengan demikian, jika ada network, kita bisa belajar dari
mereka.(B-12)


Last modified: 21/7/00



LAPAU RantauNet di http://lapau.rantaunet.web.id
Isi Database ke anggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
=================================================
Subscribe - Mendaftar RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages: subscribe rantau-net email_anda

Unsubscribe - Berhenti menerima RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi emai / Messages: unsubscribe rantau-net email_anda
=================================================
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke