> ----------
> From: Darius Nurdin[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, June 27, 2000 12:11 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Rantau-Net] FW: EHS Tips Weekly 08/VI (Menjadi perokok
> pasifpun sangat berbahaya)
>
>
>
> ----------
> From: Darius Nurdin
> Sent: Tuesday, June 27, 2000 12:22 PM
> To: '[EMAIL PROTECTED]'
> Subject: FW: EHS Tips Weekly 08/VI (Menjadi perokok pasifpun sangat
> berbahaya)
>
>
>
>
> Hallo.. Bapak2 jo mande urang awak diminang kabau.
> Lai papatah di awak kaganti sirieh nan sakapue , kaganti rokok nan
> sabatang.
> baaa..kiro2 papatah awaktu karano kiniko yo labanyak anak sikola nan
> marokok..?, tapi jarang kiniko urang awak nan makan sirieh padohal sirieh
> banyak manganduang ubek..
>
> Toloang dikomentari bapak jo mande di ranah minang, sambie mambaco
> komentar kawan2 ambo dibawah nangko.
> Tarimo kasih.
> DARIUS NURDIN
>
>
> EHS Tips Weekly 08/VI
> Ternyata menjadi perokok pasifpun bahaya juga....
> __________________________________________________________
>
> Aroma Rokok Ternyata Mengandung Racun
>
> Ternyata tak hanya nikotin dan tar yang berbahaya pada rokok. Sebuah
> penelitian terbaru, menyebutkan bahwa zat kimia yang dipakai sebagai aroma
>
> pada rokok, juga sangat berbahaya bagi para perokok. Pasalnya, zat kimia
> yang disebut alkenylbenzenes itu ternyata mengandung racun. Temuan baru
> para ahli itu dilaporkan jurnal Agricultural and Food Chemistry yang
> diterbitkan oleh American Chemical Society, bulan ini.
>
> "Hingga kini, tidak seorang pun tahu seberapa banyak kadar zat kimia itu
> di
> dalam asap rokok," kata David Ashley, Ph.D di Pusat Pengendalian dan
> Pengontrolan Penyakit AS (CDC), Atlanta.
>
> Riset yang dilakukan dengan mengambil 8 sampel rokok tembakau dari
> berbagai
> merek itu, menggunakan metode baru, yaitu mendeteksi dan menganalisis asap
>
> rokok. Sebelumnya tidak ada satu metode pun yang bisa secara mudah dan
> tepat mengukur kandungan zat penyedap itu di dalam sebatang rokok.
>
> Disebutkan, risiko kanker dan kerusakan saluran pernafasan akan muncul
> bila
> secara terus-menerus, dalam waktu yang lama, menghirup zat alkenylbenzenes
>
> secara langsung atau pun tidak.
>
> Tapi, sebenarnya aroma yang mengandung alkenylbenzenes itu aman bagi tubuh
>
> manusia. Paling tidak begitulah yang disebutkan The National Academy of
> Science. Di dalam tubuh, zat tersebut akan dinetralisir di dalam hati.
>
> Tapi, bila dihisap (misalnya dengan menghirup asap rokok), maka zat
> tersebut akan langsung masuk di saluran pernapasan. Dan menyebar ke
> seluruh
> tubuh manusia sebelum hati mampu menetralisirnya.
>
> Riset dilakukan ada semua jenis rokok, termasuk rokok filter, non-filter
> dan menthol. Dan terbukti bahwa alkenylbenzenes ditemukan di dalam setiap
> jenis rokok tersebut. Dari 68 merk rokok yang diuji, 42 di antaranya
> mengandung alkenylbenzenes. (berbagai sumber/heru fahmi)
>
> Sumber : Astaga.com
>
>
> Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
> PT. Astra International Tbk
> EHS Division - Customer Care Center
> Telepon : 6522555 ext. 531, 533
> Fax : 6512059/8
> Attn : Ari & Rury
> Email : [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
application/ms-tnef