ASSALAMU'ALAIKUM W,W
Ko ambo ado renungan untuak hari jum'at, mungkin salamo ko doa kito indak
sampai ka ALLAH atau dikabulkan dek karano kito alun basiko santun dalam
badoa dan mamohon ka ALLAH S.W.T

salam,
harman


Santun Berdoa Kepada Allah

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa
apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu
berada dalam kebenaran. (QS. 2:186)

Alkisah di sebuah negeri yang besar dan makmur. Rajanya adalah seorang yang
sangat ramah dan bijaksana. Rakyat dapat dengan leluasa hadir di Balairung
Istana dan mengutarakan semua kebutuhannya di hadapan Raja. Demikianlah
seluruh rakyat hidup berkecukupan.

Ada satu hal yang mengganggu hati sang Raja. Semakin hari, semakin banyak
rakyat yang meminta dengan cara yang tidak sopan. Bahkan permintaan mereka
cenderung bernada memerintah. Mereka juga tidak lagi bersyukur dan berterima
kasih atas kebaikan hati sang Raja, bahkan cenderung secara kurang ajar
menganggap memang sudah menjadi kewajiban Raja untuk melayani semua
kebutuhan mereka.

Raja pun melarang orang-orang untuk datang ke Balairung Istana. Sebagai
gantinya, ia mengutus para Menterinya ke seluruh pelosok negeri dan
berpesan, "Biarlah mereka menyampaikan kepada kalian kebutuhan-kebutuhan
mereka, lalu kalian sampaikan kepadaku."
Para Menteri pun bergegas pergi ke penjuru-penjuru negeri. Ke kota-kota
maupun ke desa-desa. Lalu mereka kembali kepada Raja untuk menyampaikan
kebutuhan-kebutuhan Rakyat. Demikianlah terjadi hingga beberapa masa.

Kemudian terjadi kegemparan. Sebagian rakyat mulai memperlakukan beberapa
menteri selayaknya seorang Raja dengan juga menyembah mereka. Sebagian lain
mereka sakiti karena tidak memuaskan hati mereka.
Ketika berita ini sampai kepada Raja, Raja memutuskan untuk membuka kembali
ruang Balairung Istana untuk umum. Hanya kali ini Raja mengutus langsung
Sang Perdana Menteri kerajaan untuk mengajarkan kepada rakyat bagaimana cara
yang paling baik, sopan santun dan mulia untuk mengajukan permintaan
kepadanya.

Demikianlah hendaknya didalam berdoa kita memperhatikan tuntunan yang
diajarkan Allah kepada kita melalui Perdana MenteriNya Rasulullah Muhammad
saw. Tuntunan tersebut antara lain :

1. Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman (Yang Maha
Pengasih). Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al Asmaaul
Husna (nama-nama yang terbaik) dan jangan kamu mengeraskan suaramu dalam
shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di
antara kedua itu". (QS. 17:110)

2. Hanya milik Allah Asma-ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan
menyebut Asma-ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang
dari kebenaran didalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat
balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 7:180)

3. Berdo'alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS.
7:55)

4. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan
diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat
dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. 7:56)

5. Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di
darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dan
dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): "Sesungguhnya jika Dia
menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang
yang bersyukur. (QS. 6:63)

6. Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak
dan tidak mempuyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong
(untuk menjaga-Nya) dari kehinaan", dan agungkanlah Dia dengan pengagungan
yang sebenar-benarnya. (QS. 17:111)

Mari kita tanya diri kita sendiri, selama ini kalau kita berdoa, apakah kita
meletakkan diri sebagai Majikan atau sebagai Hamba ? Apakah selama
ini kita memerintah Allah atau kita memohon kepada Allah ? Dari dua bentuk
doa di bawah, yang mana yang biasa kita lakukan :
* Ya Allah, berilah hamba rejeki hari ini
* Wahai Tuhanku, kiranya Engkau berkenan menganugerahkan hamba sedikit
dari kemurahanMu ya Allah ...

Kalimatnya sedikit berbeda, tapi maknanya berbeda jauh sekali...
Dan yang terakhir, perhatikan pakaian kita saat menghadap Allah. Jika untuk
menghadap seorang Pejabat seperti Menteri atau Presiden kita bela-belain
beli batik baru, masak sih dalam menghadap Raja dari semua Raja, Sang Maha
Raja Tertinggi, di RumahNya lagi, eh, kita malah pakai kaos oblong... ?!
Hehehehe...

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid,
makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. 7:31)
Insya Allah, dengan mengikuti tuntunanNya di dalam memohon kepadaNya, Allah
berkenan mengabulkan doa-doa kita semua...
This material was forwarded by Imam P.Hartono (IMTAQ/BPPN)

Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke