Globalisasi Dan Mauqif Islam 


 Dunia dengan perkembangannya berjalan dengan cepat bagaikan kilat.
Diiringi dengan perang dingin antara negara adi kuasa dengan
masing-masing sekutunya, Amerika dan Uni Sofyet saling merebut kekuasaan
di permukaan dunia ini. Maka setelah runtuhnya Uni Sofyet (1989-1990),
pembawa pemahaman komunisme tersebut jatuh kedalam jurang, karena sarang
tempat bercokolnya paham ini sudah  ambruk berkeping-keping, tak ada
kekuatan lagi kecuali hanya sebuah kenangan  saja. Dengan demikian
Amerika tegak dengan tengiknya memimpin dunia dan menjadi induk utama
dalam penyebaran kebudayaan barat yang berpegang kepada kekuatan
senjata, emas dan perak. Negara ini menguasai segala macam sarana
perhubungan dan informasi yang menjadikan alam ini terletak disebelah
telapak tangan saja. 
 Kebudayaan barat ini tidaklah bersumber kepada ketinggian konsep
idealismenya, akan tetapi berdasarkan kepada penyebaran idealisme dengan
mempergunakan kekuatan media massa ke seluruh pelosok dunia . Penyebaran
kebudayaan barat secara cepat ini diistilahkan dengan
“Globalisasi” ( dalam bahasa arab disebut dengan Aulamah ).
 Globalisasi yang digencarkan barat ini  pada hakikatnya tidak mengenal
jarak, letak geografis sebuah negara dan tidak terbatas kepada panjang
atau pendeknya zaman, bahkan tidak mengenal batas-batas perpolitikan
yang membataskan sebuah negara dengan negara lainnya. Kreteria  dan
ciri-ciri globalisasi ini tidak diketahui, supaya dapat membedakan
sekelompok golongan dengan  golongan lainnya. Seluruh aspek kehidupan
dunia telah dimasuki dengan paham ini, samakah ada dalam bidang politik,
ekonomi, sosial budaya dan tekhnology serta perdagangan dunia, bahkan
permasalahan agamapun tak luput dari pengaruhnya. Kebebasan rakyat untuk
menentukan pilihan tidak ada lagi dikarenakan racun globalisasi.
 Dari segi keamanan internasional, Amerika dengan kekuatannya telah
mewajibkan kepada badan keamanan internasional PBB dan juga
lembaga-lembaga internasonal lainnya untuk mengikuti kemauan hawa nafsu
Amerika. Segala usaha yang dilakukan hanya untuk kemaslahatan Amerika
sehingga segala bentuk kejahatan seperti pemecahan sebuah negara dari
kesatuannya merupakan misi utama agar dia tetap dalam kepemimpinan
dunia. Persengketaan antara ras, golongan dan agama merupakan
mi‘yar dan miqyas ( neraca )mereka. Seperti persengketaan yang
masih berkesinambungan antara Arab / Islam dan Israel sampai hari ini,
juga tertindasnya Bosnia merupakan tindakan Amerika yang tidak
berprikemanusiaan, begitu juga Kosova , bahkan Timor Timur lepas dari
Republik Indonesia adalah hasil karya Amerika dan sekutunya. 
 Bidang sosial budaya, barat pada umumnya tidak lupa mempengaruhi dunia
ketiga dengan memaksakan idealismenya kepada sebuah negara, caranya
mengadakan berbagai bentuk konfrensi tingkat internasional guna mencapai
tujuan globalisasi (aulamah). Seperti contoh konfrensi Peking yang
diselenggarakan di Peking RR China yang menuntut kebebasan wanita dari
kodrad hidupnya, konfrensi kependudukan di Cairo tahun 1994. Bahkan
Amerika tidak hanya memasuki hal itu semata, malahan ikut campur urusan
dalam sebuah negara, artinya ikut campur dalam urusan rumah tangga orang
lain. Terkadang Amerika memakai bermacam topeng dan slogan-slogan
pemukau seperti menjaga kepentingan pribadi Amerika, hak-hak asasi
manusia, kebebasan memeluk agama / toleransi antar agama dan
alasan-alasan lainnya seperti menjaga hak minoritas agama yang jumlah
penduduknya kecil. Terkadang mengeluarkan bantuan kepada negara yang
memerlukan terutama negara yang dalam krisis ekonomi. 
 Para pemikir di abad 21 ini mulai berkibrah untuk mengetahui hakikat
aulamah dan pengaruhnya di tengah masyarakat dunia. Samuel Hanton Jeton
mengungkapkan bahwa dunia sekarang hidup dalam masa persaingan
peradaban, dimana disuatu sisi peradaban barat dan di sisi lain
peradaban lainnya, sama adakah peradaban Islam ataupun peradaban timur
dengan menerangkan kemampuan kebudayaan barat untuk menguasai dunia.
Fukuyama menyebutkan dengan nada yang serupa, sehingga bermunculanlah
pemikir-pemikir negara berkembang dan menjelaskan nasibnya untuk
menghadapi tantangan besar yang dikerahkan barat kesetiap negara kecil.
Mereka berusaha menjaga hak-hak rakyat dan martabat kenegaraan mereka
dari virus yang ditebarkan barat. 

Idealisme Peradaban

 Barat berpegangkan kepada klasik kuno untuk memajukan peradaban mereka,
terbukti dengan falsafat romawi. Disamping berdasarkan gaya klasik ini,
barat juga mengambil sebahagian ajaran-ajaran kristen yang memisahkan
agama dari pemerintahan karena berdalilkan kepada perkataan Al-Masih :
”Biarkanlah urusan kerajaan dalam kerajaan saja, dan urusan tuhan
untuk tuhan.” Respek yang terjadi dikalangan kristiani adalah
jauhnya agama masehi ini dari urusan keduniaan, baik dari segi
perpolitikan,undang-undang negara maupun perekonomian, maka dalam urusan
ini diserahkan bulat-bulat kepada negara. Gereja hanya mengurus urusan
hidayah ruhiah, akhlak atau permasalahan aqidah dan ibadah semata. 
 Pengaruh yang sangat mendasar di dalam peradaban barat adalah
kecendrungan akal sebagai pusat tertinggi dalam mengatur hal keduniaan,
dan tinggallah pastor yang bersemayam di gereja mengatur hal keagamaan
tanpa ikut campur negara. Fikrah ini diistilahkan dengan
“Sekulerisme” atau ilmaniah, sehingga tersebutlah bahwa
peradaban barat merupakan paham sekuler. Karena pemahaman sekuler ini
mendorong negara-negara barat untuk mewujudkan kebebasan  dari kaitan
aqidah secara mutlak, sehingga kebebasan untuk memeluk agama terserah
kepada individual, baik agama itu samawi ataupun non samawi bahkan
banyak yang menganut paham komunis pengingkar agama.
 Sedangkan Islam, peradabannya berdasarkan  nilai-nilai dan
konsep-konsep yang bersumberkan kepada  Al Quran dan Sunnah, diantara
konsep-konsep ini, Islam menyatukan antara agama dan daulah karena Islam
mengatur urusan dunia dan agama, baik permasalahan aqidah, ibadah,
perundang-undangan, perpolitikan , perekonomian, maupun tata moral dan
akhlak. Negara mengkoordinasi kegiatan beragama dan bernegara. Dan tidak
memisah-misahkan antara keduanya. Keseimbangan antara keduanya
menjadikan antara maddiah dan ruhiah berjalan dengan semestinya, tidak
akan didapati ketimpangan dalam kehidupan seorang manusia (lihat Qs Al
Qasash :77)
 Kesempurnaan antara urusan agama dan keduniaan akan memberikan
kesempurnaan akal dan iman. Maka ilmu bukan saja pelayan yang tunduk
dibawah keimanan atau iman akan menjadi lawan dari perkembangan ilmu
pengetahuan , malahan keimanan menyuruh manusia untuk membuka rahasia
alam dengan memperhatikan dan berta‘ammul tentang kejadian alam.
Hal ini tentu menuntut untuk berilmu. 
 Islam menyuruh untuk menuntut ilmu dan menjadikannya suatu kewajiban
bagi setiap muslim, sehingga para ulama mendorong manusia untuk
mempergunakan akal dalam segala urusan kecuali dalam masalah akidah,
ibadah, dan hukum-hukum yang sudah qath‘I di bidang
mu‘amalah. Karena masalah ini sudah menjadi ketentuan dari Allah
SWT.
 Perbedaan persepsi  peradaban menimbulkan perbedaan tujuan dan hadaf.
Peradaban barat tujuannya hanya mencari manfaat sementara semata, maka
mereka memisahkan antara satu dengan yang lainnya. Sedangkan Islam
menyatukan semuanya dalam satu Ghayah, tidak memisahkan antara agama
dengan negara atau akhlak dengan ibadah, akidah, muamalah dan lain-lain.

wassalam
___________________________________________
Follow the Arabs @ Sydney2000
Click to go there http://www.arabia.com/sydney2000/


Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke