ba a kaba rang nan tatindas itu yo,......

Setelah Deklarasi Ditunda, Tidakkah Arafat Jera?
Untuk kesekian kalinya, deklarasi kemerdekaan Palestina kembali ditunda.
Setelah berunding berulang kali, Arafat lagi-lagi dikibuli Yahudi. Benar
Syeikh Ahmad Yasin. Menurutnya, masalah utama bukan jadi atau atau
tidaknya deklarasi. Tapi, pembebasan seluruh tanah Palestina sebagai
syarat mutlak terbentuknya negara. 

P il pahit kembali ditelan Yasser Arafat. Tak tahan dengan tekanan
Amerika dan Israel, rencana mendeklarasikan kemerdekaan Palestina 13
September, dibatalkan. Namun, meski terus-menerus dipecundangi, rupanya
Arafat tidak juga jera. Malah, di bawah kendali Amerika, dia setuju
untuk menggelar perundingan babak baru dengan Perdana Menteri Israel,
Ehud Barak. 
        Rakyat Palestina pantas kecewa atas �kekonyolan� Arafat. Di mata
mereka, penundaan tersebut tak lebih permainan Israel belaka. Tak peduli
dengan penjelasan Dewan Pusat Otonomi Palestina yang menyebut penundaan
tersebut merupakan hasil masukan dari banyak tokoh Palestina sendiri.
        Pasalnya, peristiwa ini bukan untuk pertama kali. Saat
menandatangani Perjanjian Oslo September 1993, Arafat menjanjikan pada
rakyatnya, negara Palestina merdeka yang lebih luas dari Tepi Barat dan
Gaza. Bahkan, dia menyebut tanggal untuk mendeklarasikan negara
tersebut, yaitu 4 Mei 1999. 
        Namun, ketika mendekati hari H, Arafat mengaku mendapat tekanan
dari negara-negara Arab dan para investor. Mereka meminta Arafat untuk
menunda deklarasi negara Palestina sampai 13 September 2000. Lantas,
kenapa sekarang kegagalan itu terulang kembali? Bukankah status
perjanjian tersebut sudah final serta ditandatangani Barak sendiri.
        Untuk menepis segala kecurigaan, Arafat memberikan sejumlah
alasan. Menurutnya, keputusan itu terpaksa diambilnya sebagai respon
terhadap syarat yang diminta pihak administrasi Amerika. Tujuannya, kata
Arafat, semata mata untuk menciptakan perdamaian. Deklarasi bisa
dilakukan dalam waktu lain. Hal itu disampaikan Arafat saat berbicara di
Gaza Kamis malam, (14/9) setelah mengakhiri kunjungannya ke Mesir dan
Oman. 
        Arafat lupa, mengulur-ulur janji sama saja dengan melempar bola
api. Pasalnya, dalam tubuh Palestina ada beberapa faksi yang melontarkan
sejumlah reaksi. Misalnya, Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina
(DFLP).  Mereka menolak keras penundaan tersebut. �DFLP sangat menentang
berkompromi dengan usulan yang dibuat Dewan Pusat PLO. Dalam beberapa
pertemuannya (Dewan Pusat PLO-red), mereka cenderung melakukan kompromi
dengan Israel. Kami tidak suka cara seperti itu.� Demikian bunyi
pernyataan DFLP.
        Reaksi yang tak kalah kerasnya dilontarkan Hamas. Mereka melihat
otoritas Palestina saat ini benar-benar hilang kredibilitasnya. Hamas
juga memperkirakan negosiasi perdamaian dengan Israel berikutnya akan
gagal total. �Sejarah telah membuktikan bahwa Israel tidak pernah
menginginkan perdamaian. Israel hanya mengerti bahasa senjata. Karena
itu, kami tetap akan menggunakan senjata untuk menolak pendudukan
mereka. Itulah alternatif satu-satunya untuk membebaskan Yerusalem dan
Palestina. Jihad dan perang,� tegas Syeikh Ahmad Yasin. 
        Syeikh Ahmad Yasin juga menegaskan bahwa yang terpenting bagi
Palestina bukanlah jadi atau tidaknya deklarasi, melainkan pembebasan
seluruh tanah Palestina dari cengkraman Yahudi. �Masalah utama bukan
jadi atau tidaknya deklarasi. Yang lebih penting adalah pembebasan tanah
Palestina dari genggaman Israel. Ini merupakan syarat mendirikan negara
Palestina,� tandasnya.
        Pandangan Syeikh Yasin tersebut menjadi arah bagi langkah
perjuangan aktivis Hamas. Hamas curiga, Barak akan merampas bagian mana
pun dari Tepi Barat dan Gaza yang saat ini masih mereka kuasai.
Seandainya deklarasi Palestina tidak ditunda pun, Israel tak akan pernah
melepas tanah yang sudah didudukinya. Kalau tidak melakukan perlawanan,
warga Palestina akan terus hidup dalam kekalahan. Mereka akan terus
ditekan diperlakukan secara brutal sebagai budak Israel. 
        Ketegasan Hamas sangat beralasan. Kedegilan Israel selama ini
mesti dijadikan pelajaran. Apalagi, seorang Zionis senior mengatakan,
Ehud Barak siap mundur dan keluar dari perjanjian yang telah dicapai
dengan masyarakat Palestina di Camp David. Menurutnya, hal ini akan
dilakukan Barak demi terciptanya pemerintahan Israel yang bersatu. 
        Melihat gelagat licik Israel tersebut, Mahmoud Zahhar, salah
seorang pimpinan Hamas tak kuasa menahan kegeramannya. �Setelah sembilan
tahun negosiasi kita menemui jalan buntu. Alternatif selanjutnya adalah
penolakan dengan menendang Israel keluar dari Libanon Selatan, Tepi
Barat, dan Jalur Ghaza,� katanya lantang.
        Sikap Istiqamah Syeikh Ahmad Yassin dan Hamasnya ternyata
mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Faksi-faksi lain siap
bergabung. Bahkan, Pendeta ortodok terkemuka, Dr. Hanna Ataallah pun
menyatakan dukungannya. �Masyarakat Kristen Palestina merupakan bagian
yang tidak bisa dipisahkan dari gerakan nasional Palestina. Kami menolak
semua usaha-usaha Israel untuk memisahkan kami dengan saudara kami yang
muslim�, katanya. 
         Dukungan terhadap Hamas juga datang dari PFLP (The Popular
Front for Liberation of Palestine). Dalam pertemuan dengan Hamas
beberapa waktu lalu, Sekjen PFLP Abu Ali Musthafa meyatakan siap bekerja
sama dengan Hamas menentang kebijakan Dewan Pusat PLO.
         Melihat pemimpinnya digempur dari segala arah, PLO buru-buru
pasang badan. Menurut Ketua Dewan Pusat PLO, Salim Al-Zanun, PLO sendiri
tidak pernah tinggal diam. Mereka telah mengusahakan penundaan tak
sampai berlarut-larut hingga melewati tahun 2000. �Penundaan hanya akan
memberi kesempatan pada Perdana Menteri Ehud Barak untuk terus menekan
Palestina,� jelas Salim. Karenanya, Dewan mengusulkan Proklamasi
kemerdekaan bisa dilakukan pada 15 November 2000, atau paling lambat 1
Januari 2001.
         Tujuh tahun sudah rakyat Palestina menanti kemerdekaan yang
dijanjikan Arafat sejak tandatanganinya Declaration of Principles (DOP)
1993. Kesepakatan demi kesepakatan dibuat, sampai pada pertemuan Camp
David, 11-24 Juli 2000. Tapi, seperti rentetan kesepakatan sebelumnya,
kesepakatan ini pun berakhir dengan dengan pengkhianatan. 
         Rencana deklarasi sebenarnya yang dilontarkan Arafat, awalnya
mendapat banyak simpati. Apalagi Arafat sendiri langsung safari ke
negara-negara sahabat. Saat ditanya para pemimpin negara yang
dikunjunginya, Arafat menegaskan bahwa ia akan mendeklarasikan negara
Palestina dengan atau tanpa ada perdamaian yang diakui Israel. 
        Melihat gertakan Arafat, Israel pun tak kalah nekat. Sepanjang
Arafat lobby keliling dunia, Israel pun melakukan Shuttle Diplomacy
(diplomasi kilat) dengan mengirim Shlomo Ben-Ami, jagonya negosiator
Israel, keliling Eropa. Begitu juga mantan Perdana Menteri Israel,
Shimon Peres. Dia safari keliling Asia. Dalam tournya dia selalu
mengatakan bahwa deklarasi negara Palestina akan terwujud setelah Arafat
menandatangani �berakhirnya konflik dengan Israel.� Tidak hanya itu,
Palestina juga harus mengumumkan untuk tidak mengklaim apa pun yang
diklaim Israel. Artinya, deklarasi kemerdekaan Palestina, menurut Peres
adalah sebuah kemustahilan. Tak mungkin tercipta Palestina merdeka di
tengah kukuhnya keinginan Yahudi untuk mendirikan negara Israel Raya.
         Menghadapi Shuttle Diplomacy Israel, Arafat benar-benar
�keteter�. Hal ini sebenarnya sudah bisa dibaca saat Arafat berkunjung
ke Indonesia beberapa waktu lalu. Lelaki yang tak pernah lepas dari
pistol itu mengatakan bahwa �Kami telah memutuskan masalah ini
(deklarasi�red). Tapi, kami mesti mempertimbangkan kembali,� jawab
Arafat, saat ditanya wartawan dalam konferensi pers bersama Gus Dur.
         Mestinya, Arafat mengambil pelajaran dari rentetan kegagalannya
di meja perundingan. Sayangnya, hal itu tidak ia lakukan. Akhirnya,
publik semakin bertanya siapa Arafat yang sesungguhnya. Setelah
terus-menerus dikibuli, mengapa masih saja �betah� rantang-runtung
dengan Yahudi? n 

___________________________________________
Satire Arabic style
Find it all in Cartoonopia
Go to http://www.arabia.com/cartoonopia/


Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke