Dear Friends,
Attached, ado kiriman dari kawan yang ingin ambo bagi "sebagai bakti sosial 
kepada kaum ibu..."(bukan pornography...hehehe).
Semoga ado manfaatnyo dan dapek disampaikan untuak agt keluarga, kawan atau 
urang lain nan alun mangarati,kalau alah pernah baco semoga labiah paham 
jadinyo.
Wassalam,
Rudy Gunawan Syarfi/90

KIAT MENCEGAH KANKER RAHIM

Banyak cara, misalnya, tak terlalu sering mencuci Vagina dengan antiseptik, 
apalagi tanpa indikasi dan saran dokter.
Jangan pula menaburkan talk di vagina. Bisa juga Dengan diet rendah lemak. 
Waduh! Kengerianlah yang langsung terbayang begitu mendengar kata kanker 
rahim.
Kita tahu penyakit ganas ini menduduki peringkat atas sebagai pembawa 
kematian. Tapi, tak perlu khawatir bila sejak Awal kita sudah melakukan 
pencegahan. Karena justru, Menurut dr. Nasdaldy, SpOG, , pencegahan menjadi 
bagian Terpenting dari risiko kanker. "Caranya dengan mencegah Terpaparnya 
substansi yang menyebabkan risiko terjadinya kanker tersebut," tandasnya. 
Yang terjadi di sini justru sebaliknya,
masih banyak wanita yang enggan memeriksakan diri ke dokter kandungan, 
kendati sudah memiliki berbagai keluhan.
Padahal, jika dibiarkan kanker akan semakin mengganas !

Kiat mencegah kanker rahim yang dipaparkan ahli kebidanan dan kandungan dari 
RS Kanker Darmais , Jakarta :

1. JAUHI ROKOK

Ini peringatan paling penting buat wanita perokok.
Kecuali mengakibatkan penyakit pada paru-paru dan jantung, kandungan nikotin 
dalam rokok pun bisa mengakibatkan kanker serviks (leher rahim), lho. 
"Nikotin, kan, mempermudah semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau 
menjadi terangsang, baik pada mukosa tenggorokan, paru-paru, juga serviks. " 
Sayangnya tak diketahui pasti seberapa banyak jumlah nikotin dikonsumsi yang 
bisa menyebabkan kanker serviks. Tapi, mengapa harus ambil risiko, lebih 
baik tinggalkan segera rokok jika kita ingin terbebas dari kanker.


2. PENCUCIAN VAGINA

Sering, kan, kita melakukan pencucian vagina dengan obat-obatan antiseptik 
tertentu. Alasannya beragam, entah untuk "kosmetik" atau kesehatan. Padahal, 
kebiasaan
mencuci vagina bisa menimbulkan kanker serviks, baik obat cuci vagina 
antiseptik maupun deodoran.
"Douching atau cuci vagina menyebabkan iritasi di serviks.
Nah, iritasi berlebihan dan terlalu sering akan merangsang terjadinya 
perubahan sel, yang akhirnya jadi kanker."
Jadi, sebaiknya pencucian vagina dengan bahan-bahan kimia tak dilakukan 
secara rutin. "Kecuali bila ada indikasi, misalnya, infeksi yang memang 
memerlukan pencucian dengan
zat-zat kimia.
Itu pun seharusnya atas saran dokter." Artinya, kita jangan sembarangan 
membeli obat-obatan pencuci vagina.
"Terlebih lagi, pembersih tersebut umumnya akan membunuh kuman-kuman.
Termasuk kuman Basillus doderlain di vagina yang memproduksi asam laktat 
untuk mempertahankan pH vagina."
Kita tahu, bila pH enggak seimbang lagi di vagina, maka kuman lain, seperti 
jamur dan bakteri, bisa punya kesempatan hidup di tempat tersebut. Ini, kan, 
malah bisa
menimbulkan penyakit-penyakit lain.


3. MENABURI TALK

Yang kerap terjadi lagi, saat daerah vagina gatal atau merah-merah, kita 
menaburkan talk di sekitarnya. Walah, ternyata itu bahaya. Pemakaian talk 
pada vagina wanita
Usia subur bisa memicu terjadi kanker ovarium (indung telur).
"Sebab di usia subur berarti sering ovulasi. Padahal bisa dipastikan saat 
ovulasi terjadi perlukaan di ovarium.
Nah, bila partikel talk masuk akan menempel di atas luka tersebut.
Akibatnya, kan, bisa merangsang bagian luka untuk berubah sifat jadi 
kanker." Karena itu sangat tidak dianjurkan memberi talk di daerah vagina.
Karena dikhawatirkan serbuk talk terserap masuk ke dalam.
Lama-lama akan bertumpuk dan mengendap menjadi benda asing yang bisa 
menyebabkan rangsangan sel menjadi kanker.


4. DIET RENDAH LEMAK

Penting diketahui, timbulnya kanker pun berkaitan erat dengan pola makan 
seseorang. Wanita yang banyak mengkonsumsi lemak akan jauh lebih berisiko 
terkena kanker endometrium (badan rahim).
"Sebab lemak memproduksi hormon estrogen. Sementara endometrium yang sering 
terpapar hormon estrogen mudah berubah sifat menjadi kanker." Jadi, terang 
Nasdaldy, untuk mencegah timbulnya kanker endometrium, sebaiknya hindari 
mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. "Makanlah makanan yang sehat dan 
segar.
Jangan lupa untuk menjaga berat badan ideal agar tak terlalu gemuk."
Tak heran, bila penderita kanker endometrium banyak terdapat di kota-kota 
besar negara maju. Sebab, umumnya mereka menganut pola makan tinggi lemak.


5. KEKURANGAN VITAMIN C

Pola hidup mengkonsumsi makanan tinggi lemak pun akan membuat orang tersebut 
melupakan zat-zat gizi lain, seperti beta karoten, vitamin C, dan asal 
folat. Padahal,
kekurangan ketiga zat gizi ini bisa menyebabkan timbul kanker serviks.
"Beta karoten, vitamin C, dan asam folat dapat memperbaiki atau memperkuat 
mukosa diserviks. Nah, jika kekurangan  zat-zat gizi tersebut akan 
mempermudah rangsangan
sel-sel mukosa tadi menjadi kanker."
Beta karoten banyak terdapat dalam wortel, vitamin C terdapat dalam 
buah-buahan berwarna oranye, sedangkan asam folat terdapat dalam makanan 
hasil laut.

6. HUBUNGAN SEKS TERLALU DINI

Hubungan seks idealnya dilakukan setelah seorang wanita benar-benar matang. 
Ukuran kematangan bukan hanya dilihat dari ia sudah menstruasi atau belum, 
lo. Tapi juga bergantung pada kematangan sel-sel mukosa; yang terdapat di 
selaput kulit bagian dalam rongga tubuh. Umumnya sel-sel mukosa baru matang 
setelah wanita tersebut berusia 20 tahun ke atas.
Jadi, seorang wanita yang menjalin hubungan seks pada usia remaja; paling 
rawan bila dilakukan di bawah usia 16 tahun.
Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa pada serviks si wanita. 
"Pada usia muda, sel-sel mukosa pada serviks belum matang. Artinya, masih 
rentan terhadap rangsangan sehingga tak siap menerima rangsangan dari luar. 
Termasuk zat-zat kimia
yang dibawa sperma."
Lain hal bila hubungan seks dilakukan kala usia sudah di atas 20 tahun, 
dimana sel-sel mukosa tak lagi terlalu rentan terhadap perubahan. Nah, 
karena masih rentan, sel-sel mukosa bisa berubah sifat menjadi kanker. 
"Sifat sel, kan, selalu berubah setiap saat;
mati dan tumbuh lagi. Karena ada rangsangan, bisa saja sel yang tumbuh lebih 
banyak dari sel yang mati, sehingga perubahannya tak seimbang lagi. 
Kelebihan sel ini akhirnya bisa berubah sifat menjadi sel kanker."

7. BERGANTI-GANTI PASANGAN

Bisa juga kanker serviks muncul pada wanita yang berganti-ganti pasangan 
seks. "Bila berhubungan seks hanya dengan pasangannya, dan pasangannya pun 
tak melakukan hubungan seks dengan orang lain, maka tidak akan mengakibatkan 
kanker serviks."
Bila berganti-ganti pasangan, hal ini terkait dengan kemungkinan tertularnya 
penyakit kelamin, salah satunya Human Papilloma Virus (HPV). "Virus ini akan 
mengubah sel-sel di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak. 
Nah, bila terlalu banyak
dan tidak sesuai dengan kebutuhan, tentu akan menjadi kanker."

8. TERLAMBAT MENIKAH

Sebaliknya wanita yang tidak atau terlambat menikah pun bisa berisiko 
terkena kanker ovarium dan kanker endometrium. Sebab, golongan wanita ini 
akan terus-menerus mengalami ovulasi tanpa jeda. "Jadi, rangsangan terhadap 
endometrium pun terjadi terus-menerus. Akibatnya bisa membuat sel-sel di 
endometrium berubah sifat jadi kanker." Risiko yang sama pun akan dihadapi 
wanita menikah yang tidak mau punya anak. Karena ia pun akan mengalami 
ovulasi terus-menerus. "Bila haid pertama terjadi di bawah usia 12 tahun, 
maka paparan ovulasinya berarti akan semakin panjang. Jadi, kemungkinan 
terkenakanker ovarium akan semakin besar."
Nah,salah satu upaya pencegahannya tentu dengan menikah dan hamil. Atau bisa 
juga dilakukan dengan mengkonsumsi pil KB.
Sebab penggunaan pil KB akan mempersempit peluang terjadinya ovulasi. "Bila 
sejak usia 15 tahun hingga 45 tahun dia terus menerus ovulasi, lantas 10 
tahun ia ber-KB, maka masa ovulasinya lebih pendek dibandingkan 
terus-menerus, kan?" Hasil penelitian
menunjukkan penggunaan pil KB sebagai alat kontrasepsi dapat menurunkan 
kejadian kanker ovarium sampai 50 persen.

9. PENGGUNAAN ESTROGEN

Risiko yang sama akan terjadi pada wanita yang terlambat menopause. "Karena 
rangsangan terhadap endometrium akan lebih lama, sehingga endometriumnya 
akan lebih sering terpapar estrogen. Jadi, sangat memungkinkan terjadi 
kanker." Tak heran bila wanita yang memakai estrogen tak terkontrol sangat 
memungkinkan terkena kanker. "Umumnya wanita yang telah menopause di negara 
maju menggunakan estrogen untuk mencegah osteroporosis dan serangan 
jantung."
Namun, pemakaiannya sangat berisiko karena estrogen merangsang  semakin 
menebalnya dinding endometrium dan merangsang sel-sel endometrium sehingga 
berubah sifat menjadi kanker.  "Jadi, sebaiknya penggunaan hormon estrogen 
harus atas pengawasan dokter agar sekaligus juga diberikan zat antinya, 
sehingga tidak berkembang jadi kanker."

Nah, banyak hal ternyata yang bisa dilakukan agar tak "mengundang" kanker 
datang ke tubuh kita. Tentu saja kita bisa memulainya dari hal-hal kecil. 
Jangan tunda sampai
esok!


Source:   Indah Mulatsih, Pugoeh (nakita).



MENGENAL JENIS KANKER

Cukup banyak jenis kanker rahim. Tapi, jelas Nasdaldy ada tiga jenis yang 
paling banyak menyerang wanita; kanker serviks (leher rahim), kanker ovarium 
(indung telur),
dan kanker endometrium (badan rahim).


1. KANKER SERVIKS

* Gejala
Terdapat keputihan berlebihan, berbau busuk, dan tidak sembuh-sembuh. 
Memang, tak semua keputihan pertanda ada kanker. Sebab, keputihan pun bisa 
karena ada
rangsangan lain. "Karena itu, kalau timbul keputihan abnormal sebaiknya
periksa ke dokter, apakah itu kanker atau bukan." Gejala lain, terdapat 
perdarahan di luar siklus haid. "Terutama perdarahan setelah berhubungan 
intim." Untuk memastikannya harus diperiksa dokter, karena perdarahan bisa 
juga terjadi akibat gangguan keseimbangan hormon. Bila kanker sudah mencapai 
stadium 3 ke atas, maka akan terjadi pembengkakan di berbagai anggota tubuh, 
seperti di paha, betis, tangan, dan sebagainya. Tapi, jika masih prakanker 
justru tak ada gejala.

* Deteksi Dini
Bagi wanita yang telah berhubungan seks, lakukan pemeriksaan Pap's smear; 
mengambil getah serviks dari vagina yang akan diperiksa ahli patologi. 
"Pap's smear bisa mendeteksi prakanker sampai kanker sehingga memungkinkan 
dilakukan pengobatan cepat dan tepat." Lakukan pemeriksaan secara berkala, 
setahun sekali. Toh, tidak mahal. Bahkan di puskesmas pun bisa.

* Pengobatan
Yang utama lewat operasi; sederhana, besar, khusus. Operasi sederhana 
dilakukan pada tingkat stadium awal, yang disebut dengan konisasi 
(pemotongan rahim seperti kerucut). Karena dalam stadium awal (prakanker) 
dari nol hingga 1A.
"Kanker masih berada di sel-sel selaput lendir." Operasi dilakukan bila 
pasien masih ingin hamil. Bila tak ingin hamil lagi akan dilakukan 
histerektomi simple (rahim diangkat semua). Tujuannya agar kanker tak kambuh 
lagi. Histerektomi radikal akan dilakukan bila kanker sudah stadium 1B 
sampai 2A/2B. "Seluruh rahim diangkat berikut sepertiga vagina, serta 
penggantung rahim akan dipotong hingga sedekat mungkin dengan dinding 
panggul. Indung telur bisa diangkat atau tidak tergantung usia pasien. Bila 
masih haid, indung telur akan ditinggal." Kendati vagina dipotong tak 
berarti tak bisa berhubungan seks, lo. "Awalnya akan terasa tak enak karena 
vagina lebih pendek, tapi pada akhirnya akan terbiasa juga, kok."
Nah, bila kanker serviks sudah berada dalam stadium 2B ke atas, operasi tak 
lagi bisa dilakukan, melainkan dengan radiasi atau penyinaran. Sayangnya, 
penyinaran memiliki komplikasi; indung telur ikut mati terkena radiasi. 
"Akibatnya hormon pun mati.
Padahal hormon diperlukan untuk gairah seksual dan haid. Juga mencegah 
osteroporosis dan jantung." Komplikasi lainnya, dalam penyinaran bukan 
enggak mungkin terkena organ lain, semisal dubur dan saluran kencing. 
Terkadang terjadi luka bakar pada dubur dan terjadi diare atau perdarahan 
terus.
"Kalau terjadi demikian, maka dubur atau saluran kencing harus diangkat. 
Sebagai gantinya akan dibuatkan dubur atau saluran kencing baru lewat 
perut." Bahkan, akibat penyinaran vagina pun menjadi kaku, sehingga 
penderita tak bisa berhubungan seks. "Lain dengan operasi, kendati vagina 
diangkat sepertiganya tapi masih tetap bisa berhubungan seks."

Belum lagi bila ternyata tumor resisten terhadap penyinaran, sehingga berapa 
pun banyaknya penyinaran, tumornya tetap ada. Padahal komplikasi penyinaran, 
kan, sangat banyak. Itu sebabnya radiasi dilakukan bila tak ada pilihan 
lain.
Pengobatan berikutnya, kemoterapi; dilakukan bila operasi dan radiasi tidak 
memungkinkan lagi. Semisal, dalam setahun sudah pernah diradiasi, sehingga 
tak mungkin dilakukan radiasi lagi karena dikhawatirkan terjadi komplikasi. 
Sayangnya, kemoterapi sangat mahal biayanya.



2. KANKER OVARIUM

* Gejala
Perut terasa begah, kembung, tidak nyaman. "Tapi gejala ini tidak spesifik. 
Bahkan, kebanyakan justru tak merasakan gejala apa-apa." Gejala selanjutnya 
perut membesar, terasa ada benjolan, nyeri panggul, gangguan BAB/BAK akibat 
penekanan pada saluran
pencernaan dan saluran kencing. Bahkan pada keadaan yang lebih lanjut, dapat 
terjadi penimbunan cairan di rongga perut sampai mengalir ke rongga dada, 
sehingga perut tampak sangat membuncit. "Terkadang disertai sesak napas. 
Kalau sudah demikian, biasanya sudah terlambat ditangani."

* Deteksi Dini
Kerap terjadi keterlambatan deteksi akibat sulit  mendeteksinya pada stadium 
dini. "Karena lokasi ovarium berada di dalam rongga panggul, sehingga tak 
terlihat dari luar." Biasanya kanker ditemukan lewat pemeriksaan dalam.
Bila ditemukan kista, maka akan di-USG, apakah terdapat tanda-tanda kanker 
atau tidak. "Memang tak semua kista akan jadi kanker. Kista yang mengarah 
kanker biasanya berlokus-lokus atau bersekat-sekat. Juga dindingnya tebal 
dan tidak teratur.
Pemeriksaan lainnya, CT-Scan dan tumor marker (pertanda tumor) lewat 
pemeriksaan darah.

* Pengobatan
Dilakukan operasi yang dilanjutkan dengan terapi. Komplikasinya, mual, 
muntah, atau rambut rontok. Kemoterapi tidak diberikan pada penderita 
stadium awal.

3. KANKER ENDOMETRIUM

* Gejala
Terdapat perdarahan, terutama pada pasca menopause atau diluar masa haid. 
Juga bila haidnya sangat lama dan banyak. "Karena dengan haid lama dan 
banyak, maka berarti endometriumnya semakin menebal, kan?"

* Deteksi Dini
Karena gejala awal berupa perdarahan, maka umumnya penderita lebih awal 
melakukan pemeriksaan sehingga sebagian besar penyakit ini diketahui pada 
stadium awal.
Pemeriksaan USG dilakukan untuk melihat ketebalan dinding edometrium. 
Selanjutnya dilakukan kuretase. "Cairannya akan dibawa ke patologi untuk 
dilihat apakah kanker atau bukan."

* Pengobatan
Operasi yang dilanjutkan dengan radiasi atau kemoterapi.


>--------- Forwarded Message ---------
>
>DATE: Wed, 25 Oct 2000 18:34:53
>From: Rini Hardjosumarto <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]


_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.

Share information about yourself, create your own public profile at 
http://profiles.msn.com.


Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke