ass.wr.wb

Biasanya Nich isi cerita suatu buku di tentukan oleh kondisi jaman pada masa
itu dan di tambah phisikis sang pengarang,  mungkin teman-teman yg bukan
pengarang pun tahu,  itu tertuang dalam buku harian masing-masing, bila kita
sedih yg di tulis sedih, bila gembira begitu juga, 
ataupun masa kekacauan politik, masa hukum yg tidak berlaku dsb,  maka kita
pasti, dalam membuat buku tsb menceritakan akan yg terjadi saat itu, supaya
buku tersebut lebih terhayati adanya,  
sbg contoh : sangat jarang atau mungkin tidak ada pengarang jaman sekarang
yg membuat judul/tema bukunya mengenai Pemimpin indonesia/kondisi indonesia
sangat bahagia,tentram dsb..   nggak mungkin layauuu....:-)

dan satu lagi, pengarang biasanya melihat dari kondisi pasar,  bila sekarang
jamannya terbitan buku yg bertemakan sedih dan kematian, maka bukunya pun
akan mengarah kesana, pengarang kan butuh makan laach.....?  kecuali itu
buku khusus untuk pendidikan tok.

Tapi kalau saya melihat isi dari tema cerita-cerita di bawah, bukan dari
segi kalahnya sang tokoh, kekayaan ataupun kematian kekasihnya, tapi  
Sengsara membawa Nikmat        :   Bagaimana pun hasilnya, jangan pernah
putus asa.
Siti Nurbaya                    :    kadang2 cinta butuh pengorbanan,
biarpun kita sama2 cinta belum tentu Allah merestui
Tenggelam Kapal Van der wick   :    Setiap manusia harus menghargai, baik
kaya, miskin ataupun jelek, kalau tdk akan begitu nasipnya
dll.   
yach intinya  : Setiap kita akan memaparkan atau mengartikan dengan berbeda,
tergantung manusianya,  sifat dan karakteristik manusia berbeda-beda, sama
bedanya pendapat saya dengan yg di bawah,  pasti juga teman2 di sini.
semakin banyak perbedaan, semakin kaya isi TEMA/BUKU yg di bahas.

Och yach sekarang lagi musim buku,... pembenahan IMAN para muslim,  buktinya
banyak muncul tokoh2 muda, yg membuat novelnya bertemakan ISLAM spt :Helvy
Tiana Rosa. ( Perginya Mas Gagah ), mahluk pemakan manusia, titian pelangi,
manusia2 langit,  dll

wassalam   ( maaf numpang ngelindur )
 
> ----------
> From:         Muhammad Dafiq Saib[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Tuesday, October 31, 2000 10:43 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [RantauNet] Dari Kompas "Novel lokal...."
> 
> Assalamu'alaikum wr.wb.,
> 
> Kaba dari Kompas kapatang. Baa mangko carito-carito
> nan ditulih pujangga-pujangga Minang sarupo itu?
> 
> Wassalamu'alaikum wr.wb.,
> 
> Lembang Alam
> 
> Para Tokoh Novel Warna Lokal Minangkabau Bernasib
> Tragis
> 
> Padang, Senin
> 
> Orientasi nilai budaya pengarang dalam karya sastra
> modern (novel) Indonesia warna lokal Minangkabau
> sebelum perang menganggap hakikat hidup itu sebagai
> sesuatu yang buruk karena para tokoh utamanya semuanya
> bernasib tragis.
> 
> "Pada novel Siti Nurbaya (karya Marah Rusli), nasib
> Datuk Maringgih dan Syamsul Bahri yang mewakili
> kepentingan pengarang harus berakhir dengan kematian
> yang menunjukkan bahwa hidup itu buruk karena apa saja
> yang dipertentangkan tidak membawa hasil yang
> diinginkan," ujar Peneliti Sastra dari Universitas
> Negeri Padang Drs Hasanuddin WS di Padang, Senin.
> 
> Nasib tragis juga menimpa para tokoh utama novel Salah
> 
> Asuhan (Abdul Muis) yang ditandai kematian Hanafi dan
> Corrie, 
> kemudian pada novel tenggelamnya kapal Van Der Wijck
> ditandai kemaatian Hayati dan Zainuddin dan begitu
> pula pada novel Apa Dayaku Karena Aku Perempuan
> ditandai kematian Ani dan Durkana.
> 
> Berbeda dengan keempat novel karya sastrawan terbaik 
> "Ranah Minang" sebelum perang itu, pada novel Sengsara
> Membawa Nikmat (Karya Tulis Sutan Sati) meskipun tokoh
> utamanya tetap hidup tetapi hal yang dicita-citakan
> oleh tokoh pertama tidak berhasil dicapainya yaitu
> memperbaiki adat lama pusaka usang.
> 
> Dalam cerita novel Sengsara Membawa Nikmat, meskipun
> Midun dapat kawin dengan Halimah tetapi mereka tetap
> terkurung dan menerima tindakan sewenang-wenang dari
> penguasa adat yang otoriter dan perilakunya selalu
> mengatas namakan adat. 
> 
> Demikian juga pada novel Salah Pilih (Nur Sutan
> Iskandar) dimana cita-cita tokoh utama (Asri dan
> Asnah) tidak juga sampai karena terjebak dalam
> lingkaran paham masyarakat yang mengangga nilai-nilai
> yang dianutnya harus berlaku mutlak dan usaha
> pembaharuan terhadap adat dianggap ancaman yang mesti
> ditolak. 
> 
> Dari segi hakekat karya, menurut Hasanuddin, orientasi
> nilai 
> budaya pengarang adalah bahwa berkarya untuk menafkahi
> hidup 
> seperti halnya pada Novel Siti Nurbaya dimana pelaku
> utamanya Syamsul Bahri bersekolah untuk menjadi
> pegawai pemerintah pada masa itu dan Datuk Maringgih
> berniaga untuk memuaskan nafsunya.
> 
> Keadaan seperti ini juga terjadi pada novel Salah
> Asuhan dimana Hanafi melanjutkan pendidikan ke Stovia
> untuk bisa disamakan derajat atau statusnya dengan
> orang Belanda dan dalam novel Apalah Dayaku Karena Aku
> Perempuan tokoh Ani sekolah untuk tidak memalukan
> keluarga.
> 
> Dalam Apa Dayaku Karena Aku Perempuan tokoh Ani juga
> mau 
> menerima kehendak orang tuanya untuk bercerai dengan
> Durkana dan menikah dengan seorang saudagar Aceh demi
> memenuhi keinginan orang tua.
> 
> Sedangkan pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
> (HAMKA) terlihat tokoh utamanya Zainuddin belajar
> sungguh-sungguh di Padang Panjang hanya untuk
> membuktikan bahwa kehormatan tidak ditentukan
> keturunan dan pada novel Sengsara Membawa Nikmat,
> Midun bekerja untuk kehormatan dirinya.
> 
> Menurut Hasanuddin yang juga Staf Pengajar FPBS
> Universitas 
> Negeri Padang (UNP) itu dari segi persepsi tentang
> waktu terlihat orientasi nilai budaya pengarang yang
> terlihat secara eksplisit adalah orientasi ke masa
> kini dan masa lalu.
> 
> "Dengan gagalnya semua tokoh yang membawa misi
> pembaharuan 
> seperti Syamsul Bahari, Siti Nurbaya, Zainuddin,
> Hanafi, dan Ani 
> maka yang tetap bertahan adalah orang-orang tetap
> mempertahankan 
> nilai-nilai lama yaitu kebanggaan tentang masa lalu
> dan 
> hanya memikirkan kepentingan sesaat atau masa
> kekinian," ujarnya.(Ant/jy)
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! Messenger - Talk while you surf!  It's FREE.
> http://im.yahoo.com/
> 
> Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
> Database keanggotaan RantauNet:
> http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
> =================================================
> Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan
> email
> Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
> - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
> 
> [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> =================================================
> WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
> --------------------------------------------------------------------------
> -----------------------
> WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
> adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
> =================================================
> 

Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke