http://www.republika.co.id/Cetak_detail.asp?id=12284&kat_id=62

Selasa, 28 Nopember 2000
Meski Banjir Melanda, Orang Minang Tetap Lakukan 'Balimau'
Laporan: rul/oed

Entah sejak kapan, tradisi mandi balimau sehari sebelum Ramadhan bagi 
masyarakat Minangkabau (Sumatera Barat) dilakukan. Meskipun kota Padang dan 
sekitarnya dilanda bencana banjir dan longsor, tradisi ini tetap 
dilangsungkan. Sesudah mandi balimau mereka saling bermaaf-maafan dan 
malamnya menunaikan ibadah tarawih.

Pada awalnya, balimau (mandi sekujur tubuh) sehari sebelum memasuki bulan 
suci Ramadhan, hanya dikenal di nagari-nagari (desa) di Minangkabau. 
Penduduk desa, ramai-ramai pergi ke tepian danau, mandi membersihkan sekujur 
tubuh. Acara mandi bersama ini, berlangsung jauh lebih lama dari mandi 
hari-hari biasa. Mereka memakai ramuan kasai terdidi atas jeruk, dan bunga 
rampai.

Tradisi ini, tidak dikenal di dalam Islam. Tapi tradisi ini, bersifat 
positif dan baik bagi kesehatan. Balimau (mandi memakai limau-jeruk), 
sesungguhnya hanyalah alat, perangsang semangat untuk lebih bergairah 
menjalankan ibadah di dalam bulan suci Ramadhan.

Bagi masyarakat Minangkau ini tradisi balimau sekadar simbol. Hanyalah upaya 
secara fisik, untuk memberi gairah dan semangat menyonsong Ramadhan. 
Fungsinya, kurang lebih sama dengan mandi sekujur tubuh waktu pagi ketika 
memasuki Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha.

Belakangan, tradisi ini menjadi bias. Ada aspek rekreasi yang bisa digarap 
dalam tradisi balimau.

Kesempatan ini, kini dimanfaatkan kalangan anak-anak muda untuk bergembira 
ria atau memadu cinta, bersenang-senang bersama teman-teman, adik, kakak dan 
keluarga lainnya. Balimau lalu semakin ramai dan semarak. Peralatan yang 
dibawa mandi tetap saja sama. Bedanya, jika di desa dilakukan dengan khusu', 
maka kini dilakukan dengan riang gembira.

Dari keseluruhan proses mandi balimau, segi positifnya masih dominan. 
Bersuci diri di kala hendak memasuki bulan Ramadhan. Balimau merupakan 
tradisi paling menonjol dari sejumlah tradisi memasuki Ramadhan di Ranah 
Minang. Menurut Buya Mas'oed Abidin, seorang ulama terkemuka di Padang, 
balimau tidak ada suatu suruhan atau larangan yang jelas tentang hal 
dimaksud. Tetapi oleh masyarakat Minang, sudah diterima sebagai suatu 
kebiasaan umum. Sebab bagi mereka Ramadhan sebagai bulan yang sangat mulia. 
Sesuai hadist Nabi, sebelum Ramadhan sebaiknya berbersih-bersih. 'Maka 
berbersih-bersihlah orang Minang,'' katanya.

Namun, belakangan bercampur dengan hal-hal yang buruk, semisal pergaulan 
bebas, sesuatu yang tidak ditemukan dahulu. Dulu, kata Buya, balimau sebagai 
ajang tali silaturahim, saling bermaaf-maafan, tapi belakangan muncul ekses 
lain. ''Sekarang, anak-anak muda pergi mencari tempat pemandian dengan 
diiringi kebiasaan permisif, serba boleh serba bisa.'' Ini ekses sebuah 
kemajuan, perubahan nilai. Ke depan, bukan perang atom dan nuklir yang 
dihadapi umat Islam, tapi perang nilai melawan nilai. Nilai yang dominan 
akan berkuasa.

Ramadhan disambut dengan balimau sah-sah saja, asal tidak bercampur dengan 
yang jelek.

Ia menyarankan, Ramadhan hendaknya disambut oleh ummat Islam dengan 
mendalami Al Qur'an, memperbaiki ibadah, membina generasi muda ke arah yang 
lebih baik, memelihara hubungan satu sama-lainnnya dan meningkatkan 
kepedulian pada lingkungan.

Di mata Ketua DPW-Muhamadiyah Sumbar, Syofwan Karim Elha, balimau 
sama-sekali tidak ada dalam aturan agama Islam. ''Itu hanya budaya 
setempat,'' katanya. Asumsinya, ulama-ulama hebat masa lalu, mungkin 
berpikir, umat perlu diberi kepuasan bathin, kepuasan budaya, tidak 
beribadah melulu. Lalu direstuilah kegiatan balimau dengan sejumlah 
rambu-rambu. ''Bukankah orang yang beragama memerlukan sesuatu yang lebih 
sejuk, tidak semata-mata beribadah,'' katanya.

''Jadi balimau hanya sekadar simbol belaka, dari segi agama sama-sekali 
tidak ada apa-apanya. Tak berpahala. Meski begitu, ia memahami adanya 
tradisi balimau sepanjang tidak dibumbui dengan aspek negatif lainnya, 
semisal pergaulan bebas muda-mudi. ''Jangan jadi ajang maksiat baru.''

Balimau itu sendiri diselenggarakan di pemandian alam, seperti sungai, 
telaga atau kuala dan tentu saja danau. Apalagi Sumbar memiliki lima danau, 
sesuatu yang tidak dimiliki oleh provinsi mana pun di Indonesia. Namun 
begitu, Ramadhan kali ini, Danau Maninjau, sepi dari kegiatan balimau, 
karena danau itu tercemar algae, semacam planton yang berwana hijau. Air 
danau ini, bagai air cincau. Namun begitu, Danau Singkarak semarak nian, 
sama halnya dengan pemandian lainnya di seantero Minangkabau.

Bagi warga asal Minangkabau yang merantau jauh dari kampung halaman, bukan 
berarti harus melupakan tradisi. Seperti tradisi balimau --mandi di sungai 
membersihkan diri menjelang memasuki bulan Ramadhan-- yang biasa dilakukan 
di kampung halaman, mereka lakukan di rantau.

Seperti yang dilakukan ribuan warga Palembang asal Sulit Air, Kabupaten 
Solok, Sumatera Barat (Sumbar) yang tergabung dalam organisasi Sulit Air 
Sepakat (SAS) melakukan balimau basamo, Sabtu (25/11) di Talang Buluh, 
Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel).

Menurut Alimin Lanjumin Ketua DPC SAS Palembang, "Balimau menjelang memasuki 
bulan puasa sudah menjadi tradisi di hampir semua daerah di Sumatera Barat."

"Jika balimau di sungai hanya membersihkan diri atau fisik saja, maka oleh 
warga Sulit Air tradisi balimau ini kemudian diubah menjadi kegiatan 
silaturahmi membersihkan batin dengan saling memaafkan karena akan menjalani 
puasa," tambah Alimin.
_____________________________________________________________________________________
Get more from the Web.  FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com


Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke