Assalamualaikum w.,
Terima kasih pada sanak Darul Makmur dg info nya yg
sangat bermanfaat.Izinkan saya numpang sedikit, tp
tidak dalam hal kehalalan dan keharaman Ajinomoto ini.
Saya sendiri memang ada ke keyakinan atas keputusan
MUI secara umum krn setahu saya MUI memang begitu
strict dalam memutuskan kehalalan sesuatu product di
Indonesia; antara lain berdasarkan dialog saya dg bu
Aisyah Girindra (disaat beliau menghadiri
International Halal Food Conference 99 di Chicago).
Bagaimanapun, segalanya itu mungkin dikembalikan pada
personal kita. Setelah menggali segala informasi tsb,
perlu dipertanyakan lagi ke diri kita, �Apakah kita
benar2 confident utk memakanya?! Putusan terakhir
barangkali ikuti kata hati sendiri dg penyerahan diri
yg sebenar-benar nya pada Allah Subhanahu Wataala.
Kalau anda tanya pendapat saya, saya memang tidak
pakai/makan Ajinomoto.
Berikut nya, maaf kalau ambo kelokkan saketek point
pembicarran, yaitu tetang sumber yg disebut kan.
Kutipan:
>Sebetulnya fatwa MUI ini juga sejalan dengan pendapat
moslem scholar
>dari IFANCA(organisasi sertifikasi halal terbesar di
USA) yaitu Dr. Muhammad
>Munir Chaudry, yaitu produk bioteknologi akan halal
apabila dalam rangkaian
>produksinya menggunakan bahan-bahan yang halal,
termasuk media dan
>nutrien
>mikrobanya.
Berdasrkan dialog saya dg bu Aisyah, saya jadi tambah
mengerti ttg sumber yg anda sebutkan diatas. Kebetulan
juga saya mengikuti kasus permohonan mereka utk
menghahalkann �Capsul yg di process di Indonesia�.
Sekali lagi maaf, krn cerita hal yg akan saya ungkit
ini menyimpang dari point Ajinomoto. Namun dilain
hal, ini juga bisa men-triger kita utk mencarikan
jalan keluarnya yg menguntungkan bisnis utk Indonesia.
Maaf lagi, who knows if you repeat the following
ciloteh to bu Asiyah,
mungkin bu Aisyah tidak senang mendengar cerita saya
ini; beliau memang mengatakan waktu dulu itu, bhw ini
masih rahasia. Saya juga tidak tahu pasti bagaimana
perkembangnnya sampai saat ini. Mungkin anda bisa
menanggapi, meluruskan dan menambah keterangannya utk
selanjutnya. Anggaplah ini cerita antara kita di RN.
Tentang sumber yg anda sebutkan ditas (ah, sanamo pulo
jo almarhum ayahanda. Pribaddi2 tim itu begitu
menyanjung-nyanjung dan mengincer bu Asisyah selama
keberadaan beliau di Chicago pada meeting itu.
(Kebetulan saya beberapa hari bersama bu Aisyah siang
dan malam.) Kalau menurut saya (beliau tentu tdak akan
setuju dg pendapat saya berikut) yg mana beliau benar2
bagaikan Putri Madona� yang di incer dan diundang
kesana kesini waktu itu yg sebenarnya ada udang di
balik batu. Itu hak mereka, permainan bisnis memang
begitu, jangan diliwatkan kesempatan emas demikian.
Mereka pada hakikatnya mendekati bu Aisyah dg salah
satu tujuan dibelakangnya supaya MUI (apa lagi beliau
ketua MUI waktu itu) mau menghalalkan �Capsul� yg di
proses akhir nya Indonesia.
Utk yg belum tahu cerita nya sbb, kalau utk yg lebih
tahu tolong di luruihkan tulisan ambo ko.
Sori, ambo lupo namo perusahaan nyo, kebetulan
sesorang dari perusahaan ko juo hadir di meeting tu.
Well, product ini (capsul) dibuat dari jelatin yg
bahan bakunya (tulang belulang)berasal dari dari
Afrika. Bahan baku di proses di Afrika lalu dikirim ke
nagari Inggirih, yang selanjutnya dikirim ke Indonesia
utk di process sampai product terakhir �capsul�.
Dg jalan kehidupan capsul yg berliku-liku ini, MUI
tidak mau menghalalkan product tsb, krn sumber nya
sabahak. Tulang belulang apa dan darimanakah itu?
Mungkin kecil lagi dari 85% hanya ke halalannya.
Sedangkan batas kehalaln utk MUI kecil lagi dari itu
(?). (Kalau ini diperbincangkan lagi tentu harus di
topik yg lain lagi). Andaikan kan pun tim Indonesia
melihat sendiri ke Afrika utk meyakinnya kehalalan
bahan bakunya itu, who knows? Hal itu juga bisa
diatur, di kamoflase semau mereka. Jadi, sampai saat
th 99 MUI masih tidak mau memberikan sertifikat halal
pada product capsul tsb.
Point yg akan saya bawakan disini (saya juga telah
sampaikan langsung pada bu Aisyah waktu itu):
� Kalau kita (MUI) tidak mau memberikan sertifikat
kehalalan product tsb, krn memang bertentangan dg hati
nurani kita, bagaimana kalau kita memulai proses
pembuatan capsul itu dari bahan baku kita dan di
negeri kita sendiri. Dg quality control yg ketat dari
kita sendiri kita benar2 yakin (100%) productnya akan
halal. Sehingga kita bisa pegang peranan product
halal itu.
Kalau tidak, kita tentuakan kehilangan bisnis yg
besar. Tim tsb akan bisa mengalihkan proses terakhir
itu kenegara lain yg bisa di kontrol mereka. Banyak
negara yg akan menerima tawaran mereka itu. Yg penting
bagi dunia kan uang. Mereka tawarkan itu ke Indonesia
tentu juga dg politik, karena: 1) Indonesia termasuk
negara Islam yg berquantity besar, jadi kalau halal
menurut Indonesia product itu akan �look good� dimata
dunia, capsul halal; 2) mungkin mereka kira kita bisa
di utak atik mereka krn kemiskinan kita; 3)� and�dsb
siapa tahu. (Kalau ada yg tahu tentang perkembangan
ini mohon dibagi, trims.)
Tahukah anda jalan politik tim tsb jauh sebelum hal
ini?
Mereka mengkampanyekan ke tidak halalan product2 yg
melibatkan jelatin yg bredar di market, termasuk
capsul. List makanan yg tidak halal yg beredar di
market bukan main panjang nya. Kebetulan lagi TIM tsb
diundak ke KJRI Chicago memberikan ceramah dan
kebetulan bertopik Non Halal Food termasuk lah khusus
product jelatin.
Mereka sebarkan artikel ttg asal usul product jelatin.
Mungkin anda tidak percaya atau geleng2 kepala
membacanya. (Akan saya sampaikan kali berikutnya bagi
yg belum membaca).
Kalau menurut saya, tim yg disebutkan diatas,
kelihatannya mempunyai objetive dg melibatkan
perioritas point2 yg mana bisnis (material) adalah
diatas segala-galanya. Saya tidak tahu bagaimana kuat
nya ke islaman mereka, tp saya lihat itu adalah no 2,
bagi mereka. Agama adlah jalan berpolitik utk
memajukan bisnis mereka (maaf, mungkin kejam sekali
saya mengatakan mereka demikian, tp memang begitu
menurut hakikat saya). Mereka tahu bahwa di North
Amerika seluk beluk Islam semakin terbuka dan
sebahagian besar sonsumers memilih products halal
ataupun kosher. Kerawanan ini adlaah titik tolak
bisnis yg empuk.
"Triger utk kita RN, apakah kita bisa menelusuri hal
ini dan membuat project kelanjutannya".
Apa lgi ado rang sumando yg berasal dari seberang
bilang: "Orang Minang yg berhasil jangan hanya pamer
kalau pulang kampung". Wah,wah, mando, ... ini bisa
jadi diskusi seribu satu malam dan tak kan habisnya
kaya Arabian night ko kalau dibuka.
Sekali lagi saya mohon maaf, segala apa yg tidak
berkenan pada pembaca dan mohon di perbaiki yg tidak
pada tempatnya.
Wassalm & maaf,
nurbaini mckosky (alias ben)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Photos - Share your holiday photos online!
http://photos.yahoo.com/
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================