Assalamu 'alaikum wr. wb.
Ambo mengikuti diskusi antaro pak Boes dan pak Duta mengenai GM, kebetulan 
ambo hadir pada mubes GM di Bkt tsb. dan harus kito akui baraso karajo baiak 
alah dimulai oleh GM, walau tantu selalu ado perbaikan berkelanjutan yang 
harus tetap dilakukan dan ambo pikia GM perlu kritik2 membangun dari urang 
minang termasuk dari lapau kito ko.
Ambo yakin dengan niat baik, back ground para pengurus (yg dikirim da 
Elthaf) serta kepemimpinan pak Fasli disinan, semoga GM berhasil menjalankan 
program ikut membangun nagari kito.
FYI, berikut ambo forward beberapa hal yang telah ambo sampaikan dlm mubes, 
kalau ado kato nan indak berkenan ambo minta maaf.
Wassalam,
Rudy


>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>KETERANGAN REKAPITULASI PANDANGAN UMUM POINT 6
>PADA MUBES GEBU MINANG III
>JANUARY 4~6, 2000 DI BUKITTINGGI
>
>POINTERS:
>1. Rancangan perubahan AD/ART Gebu Minang, terdapat kecenderungan dualisme 
>antara pasal 7(3) mengenai pengembanganan system ekonomi rakyat dengan 
>pasal 14(d) mengenai profit oriented.
>2. Pidato Pertanggung Jawaban oleh Bp. Azwar Anas menyangkut teori ekonomi, 
>teknis pemasaran dan implementasinya dalam program kerja GM.
>3. Pidato Bp. Emil Salim yang optimis dengan keunggulan SDM Minang yang ada 
>dimana sekarang ini terdapat + 200-an Phd yang berasal dari ranah Minang.
>4. Pidato Bp. Harun Zein  pada penutupan Semiloka: "Kami telah berbuat 
>sesuatu melalui Gebu Minang, kalian apa...???" sebagai  tanggapan yang 
>diarahkan kepada para kritikus GM pada umumnya.
>
>TANGGAPAN
>1. Apakah Gebu Minang akan menerapkan system ekonomi rakyat atau 
>kapitalisme?
>2. Apakah benar SDM Minang saat ini sudah bisa dikatakan unggul?
>
>DETAIL TANGGAPAN (05/01/01)
>Ass. Wr. Wb. Nama saya Rudy Gunawan Syarfi, berasal dari Bukittinggi dan 
>berdomisili di Jakarta, dan saya adalah simpatisan setiap organisasi yang 
>peduli terhadap Sumatera Barat, walau saya bukan anggota GM.
>Beberapa hal yang ingin saya sampaikan disini adalah bahwa :
>- Kita butuh organisasi seperti Gebu Minang untuk membangun ranah Minang.
>- Dalam bekerja kita perlu membuat dan mengembangkan pernyataan misi awal 
>yang jelas, konsisten, dan tidak ada pertentangan/conflict of interest 
>didalamnya.
>- Pernyataan misi Gebu Minang harus datang dari dalam perut anggota/warga 
>masyarakat yang berpartisipasi, karena kita tahu 'tanpa keterlibatan tidak 
>akan pernah ada commitment'.
>
>Pada pembentukan GM sekitar tahun 1990, waktu itu saya sedang kuliah di 
>Bandung, ide dan pernyataan misi awal organisasi ini yang sangat luar biasa 
>dan saya kagumi adalah seperti yang selalu dikatakan bahkan sampai pagi ini 
>oleh Bp. Emil Salim yaitu: Pengembangan Ekonomi Rakyat, usaho milik warga 
>nagari Mingangkabau, manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, 
>tidak ada pemegang saham mayoritas, dan banyak lagi ide-ide mengagumkan 
>lainnya.
>
>Tapi selanjutnya merujuk dan mendengarkan pidato Bp. Azwar Anas pagi ini, 
>mulai dari pendahuluan mengenai perubahan paradigma pembangunan, penggunaan 
>trickle down effect, dilanjutkan dengan upaya peningkatan modal, pola 
>pemasaran yang baru termasuk e-commerce, sehingga dibentuk PT. GNN, PT. 
>Minangnet.com dll. Menurut saya telah terjadi penyimpangan dari misi awal 
>(Pertanyaan ini sebelumnya saya ajukan kpd Bp. Emil Salim yang kebetulan 
>pindah duduk dekat saya dan beliau mendukung/menyuruh saya sebagai kaum 
>muda untuk maju mempertanyakan pointers tersebut dalam forum ini).
>
>Disini telah terjadi kontradiksi antara pekerjaan sosial system ekonomi 
>rakyat dengan misi profit oriented dan saya mencium potensi uang yang besar 
>sekali dari PT-PT ini. Lihat saja yahoo/hotmail.com yang dibeli Microsoft 
>jutaan USD (Yahoo/hotmail hanya mempekerjakan 5-10 orang saja, sedangkan 
>Minangnet bisa mendapatkan marketing gratis dari perantau yang ada 
>diseluruh penjuru dunia), atau dengan bisnis kecil seperti pengembangan 
>provider internet yang memang sangat kurang di Sumatera Barat misalnya, 
>dengan modal +Rp. 150 jt maka PT. Minangnet bisa mendapatkan laba besar 
>selain dari iklan dan e-commerce lainnya. Kalau pemegang sahamnya adalah 
>nagari, BPR-BPR GM yang telah dibentuk sebelumnya, mungkin tidak terlalu 
>menjadi masalah. Walaupun saya tidak ada kepentingan langsung, tapi yang 
>saya takutkan disini adalah apobilo inyiak-inyiak, bapak-bapak, amai-amai 
>kito indak mangarati jo business ko. Kita tahu bahwa ada beberapa BPR yang 
>labanya saja diatas 200jt sehingga artinya sangat feasible saham PT-PT tsb. 
>dimiliki bersama-sama. Saya tidak ada kepentingan pribadi disini, dan saya 
>betul-betul tidak tahu siapa sebenarnya pemegang saham PT-PT yang dibentuk 
>GM yang profit oriented tsb. Tadi siang saya mengunjungi stand pameran PT. 
>GNN dan PT. Minangnet, waktu saya tanya siapa yang punya? jawabannya Gebu 
>Minang. Siapa pemegang sahamnya? Katanya urang rantau, tapi tidak ada yang 
>tahu siapa-siapa saja. (saya juga sempat bertanya kepada Bp. Emil Salim, 
>beliau juga tidak tahu pasti nama-nama pemegang sahamnya, tapi yang jelas 
>beliau bukan salah satunya).
>
>PT-PT bentukan Gebu Minang dengan segala potensinya ini jika tidak 
>disosialisasikan dengan baik, sehingga sahamnya hanya dimiliki oleh 
>sebagian kecil orang minang saja, maka menurut hemat saya ini jelas 
>kapitalisme namanya, dan merujuk pada pidato Bp. Azwar mengenai trickle 
>down effect, peningkatan modal, dst. Kita disini yang belajar teori ekonomi 
>pasti tahu bahwa trickle down effect itu dapat terjadi dan berjalan dengan 
>baik hanya bila syarat-syarat, necessary and necessity condition-nya 
>terpenuhi, tapi jika tidak, maka dia murni menjadi kapitalisme.
>Shg. terbukti bahwa kita telah melenceng dari misi awal: Mengembangkan 
>Ekonomi Rakyat. (Dalam rapat komisi C membahas program kerja tgl 5 Jan 
>malam, saya mengusulkan supaya PT. GNN dan PT. Minangnet.com dirubah 
>menjadi Koperasi, bila kita tetap ingin bicara tentang ekonomi rakyat dalam 
>Gebu Minang)
>
>Dengan demikian saya akan memberikan tanggapan atas pernyataan Bp. Harun 
>Zein tadi malam dalam pidato penutupan semiloka:"Kami telah berbuat sesuatu 
>melalui Gebu Minang, kalian apa...???", menurut saya kelompok yang diam itu 
>kadang kala bukannya tidak berbuat sesuatu, tapi minimal mereka tidak 
>merusak. (kelompok kritikus yang hanya bersifat destructive,  tentu tidak 
>termasuk).
>
>Selanjutnya pertanyaan saya menyangkut SDM Minang yang unggul. Kadang saya 
>tidak terlalu yakin dengan kuantitas (200 lebih Phd), apakah sudah 
>benar-benar unggul, saya tidak pernah lagi rasanya melihat ekonom generasi 
>baru yang sehebat Bp. Emil Salim misalnya, atau seorang ahli hukum yang 
>benar-benar mengerti esensi hukum, seseorang/para ahli  yang berasal dari 
>Sumatera Barat. Ada advokat minang dari Cingkariang yang baru-baru ini 
>terkenal, itupun mungkin karena dia menjadi pembela kasus Tommy Suharto.
>Jadi saya yakin betul bahwa saat ini kita membutuhkan sekolah unggul untuk 
>mencetak orang minang yang unggul (Dalam matriks management waktu sudah 
>masuk urgent dan important). Saat ini setiap daerah latah ingin memiliki 
>sekolah unggul, SMA1 Bukittinggi mau, Padang, Pariaman dll juga mau, 
>padahal sekolah unggul yang kita perlukan cukup satu saja dimana sekolah 
>unggul yang dimaksud adalah:
>1. memiliki kualitas murid unggul dengan standard nilai akademis/NEM 
>tertentu.
>2. Memiliki guru unggul, jika perlu kita mendatangkan guru terbang khusus 
>untuk murid-murid unggul ini.
>3. Memiliki fasilitas & luas area sekolah yang unggul juga, sehingga saya 
>betul-betul tidak mengerti kenapa program sekolah unggul yang dulunya akan 
>diadakan di INS Kayutanam yang lingkungannya memadai tsb. sampai gagal.
>Walaupun demikian kita harus tetap berpikir kedepan dan sekarang telah 
>menjadi tanggung jawab Gebu Minang dan seluruh orang minang untuk 
>mencarikan solusinya, mungkin kita belum akan mencapai maksimum tapi kita 
>bisa mendapatkan optimumnya.
>
>Demikian tanggapan dan pertanyaan dari saya, Assalamu 'alaikum wr. Wb.

_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke