Ass.ww Apo batua, kayu baslingkang ditungku, mangkonyo nasi masak???????? Apo iko ciri-ciri demokrasi Minang dewasa ini????? Wass.ww St.P -----Original Message----- From: Danil Mkumbang [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Tuesday, January 23, 2001 9:23 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Fwd: Pemilihan Perangkat DPRD Ricuh,Komisi A dan D Demisioner Senin, 22/01/2001 05:50 WIB Pemilihan Perangkat DPRD Ricuh,Komisi A dan D Demisioner mimbarminang.com Anggota DPRD Padang, semakin tidak kompak. Hal ini terlihat pada saat pemilihan Ketua, Wakil dan Sekretaris Komisi pada Sabtu (20/1/2001) yang ricuh. Akibatnya, komisi A dan D kini masih demisioner. Disinyalir ada lobi-lobi dan kompromi politik tertentu untuk menetapkan Ketua, Wakil dan Sekretaris Komisi, sehingga akhirnya pemilihan perangkat lima komisi di DPRD Padang tidak berjalan mulus. Padahal komisi di dewan tidak punya kepentingan politik yang banyak, karena lebih membidangi persoalan teknis dalam kaitannya menampung persoalan dan aspirasi rakyat. Sabtu lalu, lima komisi yang mestinya sudah selesai menetatapkan Ketua, Wakil Ketua dan Sektretarisnya ternyata hanya tiga komisi saja yang berhasil. Ketiga komisi itu masing-masing B, C dan E. Sedang komisi A dan D hingga berita ini ditulis masih terkatung-katung. "Akibatnya kedua komisi itu dinyatakan masih dalam status demisioner," kata salah seorang anggota, Zailis Usman. Pemilihan pimpinan di Komisi A dan D, mengalami kebuntuan (deadlock) dan belum bisa memutuskan siapa Ketua, Wakil dan Sekretaris. "Persoalan mentoknya pemilihan perangkat komisi itu karena para pimpinan dewan tidak menjembatani mekanisme itu dengan pimpinan masing-masing fraksi, sehingga beginilah jadinya," kata Zailis Usman menjawab Mimbar Minang, saat ditemui usai rapat komisi tersebut. Di komisi A, bahkan sempat terjadi kericuhan dan lontaran kata-kata kotor antara sesama anggota komisi lantaran tidak ada kata sepakat. Menurut Apris Yaman, sebelumnya telah disepakati memilih Ketua, Wakil dan Sekretaris dengan sistem 1 paket saja. Pada saat itu terpilih Aziz Chan sebagai Ketua, Irvantonius dan Apris sebagai Wakil Ketua dan Sekretaris. Tapi komposisi itu dianggap kurang pas oleh empat anggota lainnya, (Makmur Lubuk, Nofrizal, Syahrial Kani dan Irvantonius) Lalu disepekati pemilihan kembali diulang dengan sistem tidak satu paket. Lagi-lagi yang terpilih sebagai ketua adalah Aziz Chan. "Tiba-tiba saja Irvantonius yang terpilih sebagai Wakil Ketua mengundurkan diri dan berempat mereka walk out, tidak ikut rapat komisi lagi," ujar Apris Yaman. Mengingat hal itu, lanjutnya, terpaksa rapat komisi tidak bisa dilanjutkan. "Untuk sementara didiamkan dululah," katanya seraya menambahkan sebelumnya tidak ada kompromi dan lobi-lobi politik agar Aziz Chan yang menjadi Ketua Komisi. Aziz dipilih karena dianggap bisa dan sudah berpengalaman sebagai Ketua Komisi D sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, Makmur Lubuk mengatakan boleh-boleh saja Aziz Chan lagi sebagai Ketua Komisi, "Itu hak pribadinya, tapi secara etika, mestinya bergiliran," lanjutnya. Ttersendatnya pemilihan di komisi A, dijelaskan Makmur, sebelum pemilihan, para anggota komisi A mesti yang terdiri dari 10 orang mesti menyatakan diri dulu apakah bersedia atau tidak menjabat sebagai Ketua, Wakil atau Sekretaris. Dari 10 Anggota, Makmur Lubuk mengatakan tidak bersedia, begitupun Syafrial Kani, sebagai pimpinan pemilihan sementara Khairul Ikhwan dan Husin Samah, juga tidak bersedia. Lalu tinggal lagi Aziz Chan, Apris, Zainul Arifin sedangkan Maruli, tidak hadir rapat komisi tersebut. "Jadi kalau masih Aziz Chan terpilih, ini aneh," kata Makmur. Pemilihan perangkat komisi, kata Makmur, ada dua tahap. Tahap pertama sepakat menetapkan Aziz Chan sebagai Ketua komisi, tahap berikutnya memilih Wakil Ketua dan Sekretaris, ternyata Irvantonius tidak bersedia lagi sebagai wakil, dan berempat dengan Makmur Lubuk, Nofrizal dan Syafrial Kani memilih abstain tidak ikut pemilihan berikutnya lalu keluar dari ruang rapat. "Rupanya setelah kami keluar hingga masuk lagi, rapat tidak jadi dilanjutkan," kata Makmur seraya menyebutkan sebelumnya sudah direkayasa beberapa anggota agar yang menjadi ketua komsi A Aziz Chan nantinya. Hal senada disampaikan Basran Basir, menurutnya di komisi B sebelumnya juga sudah ada lobi-lobi politik untuk menetapkan perangkat komisi."Itulah yang menyebabkan alotnya rapat di komisi B tadi," katanya. Sedangkan di komosi D, persoalan deadlocknya pemilihan perangkat komisi, karena anggota komisi yang berjumlah 8 itu mempunyai suara imbang, sama-sama empat suara untuk kandidat Ketua (Zailis Usman dan Masdi Ardi). Begitupun Wakil Ketua, sama-sama tiga suara untuk Dahrief Thaher dan Masdi Ardi. Untuk Sekretaris suara terbanyak memilih E.R Ninggolan. (sel) _________________________________________________________________________ . RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

