36 Ulama Jatim Sambangi DPR
"Di Dada Gus Dur Ada Malaikat"
Reporter: Aulia Andri
detikcom - Jakarta, Banser kalah set. Sebelum Banser sempat datang ke
Jakarta, 36 ulama Jawa Timur telah terlebih dahulu datang ke DPR. Mereka
meminta DPR tak lagi memojokan Gus Dur. Alih-alih Gus Dur orang suci,
seorang kiai menyarankan Akbar membaca Surat Al Fatihah 100 kali agar bisa
melihat roh Gus Dur.
Hal ini terkuak dalam pertemuan antara Ketua DPR Akbar Tandjung dengan 36
kiai Jatim di Gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (24/1/2001).
Rombongan kiai dipimpin oleh KH Fawaid As'ad Syamsul Arifin, pimpinan Ponpes
Syalafiyah Syafei, Situbondo, Jatim.
"Gus Dur itu bukan hanya tangannya cium, dadanya saja dipeluk. Karena
didadanya ada Malaikat. Kalau Pak Akbar tak percaya bacalah Al Fatihah 100
kali setiap malam. Pak Akbar akan bertemu roh Gus Dur," kata KH Sholahudin,
seorang kiai yang turut serta.
KH Sholahudin lantas menceritakan situasi yang ada di Jatim. Menurut KH
Sholahudin masyarakat sudah resah soal pernyataan anggota DPR yang dianggap
menyerang Gus Dur. "Masyarakat sudah tak sabar, mereka sudah tak mau lagi
mendengar ulama. Apalagi kalau sampai kejadian Gus Dur turun," seru KH
Sholahudin.
Koleganya, KH Fawaid juga punya peringatan keras. Ia mengingatkan DPR untuk
tidak mengeluarkan pernyataan yang memojokan pemerintahan Gus Dur lagi.
Mereka mengancam tak akan bisa menahan masyarakat turun ke jalan jika Gus
Dur terus digoyang. "Anggota Dewan jangan macam-macam pada Gus Dur," ancam
KH Faqih, ulama lainnya.
Menghadapi permintaan para ulama yang berasal dari Situbondo, Bondowoso,
Jember dan Banyuwangi itu, Akbar yang didampingi Tosari Widjaya dan Ferry
Mursidan Baldan mencoba bersikap arif. Menurut Akbar, secara pribadi ia tak
ada persoalan denagn Gus Dur.
"Saya tetap menghormati Gus Dur. Saya juga tak pernah mengeluarkan yang
menghina Gus Dur. Boleh ditanya pada siapapun. DPR juga tak pernah menghujat
Gus Dur. Kalau mungkin ada anggota DPR, itu urusan pribadi jangan dikaitkan
dengan DPR. Saya sendiri sudah datang ke rumah Gus Dur (saat Idul Fitri)
meminta maaf. Saya juga memafkan Gus Dur, "kata Akbar.
Apa yang saat ini dilakukan oleh DPR, menurut Akbar adalah kritik dalam
rangka pengawasan pada presiden. "Jangan dilihat sebagai pendapat pribadi.
Jangan membesar-besarkan perbedaan. Ini akan berakibat di level bawah,"
tutur Akbar.
Lebih jauh Akbar meminta agar para ulama agar



RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke