Kpd Amwazi ( Banuanet) Karano isi posting dari Aam, paralu untuak awak sa "agam" / Minang, jadi ambo lewakan di Rantaunet dan SMA-1 net. Wass Bandaro ~~~~~~~~ > Amwazi Idrus wrote: > > Dunsanak di lapau kasadono, > Sasuai jo rencana nan alah disepakati di pertemuan hari sabtu nan lapeh, Hari > Akaik malam tu yo datanglah kami manamui Walikota Bukittinggi di Hotel Atrium, > Senen. > > Dek karano hari ujan labek, dan ada kegiatan lain yang ternyata indak dapek > ditinggakan dek sebagian utusan, mako nan sempat hadir malam tu adolah Mardas > (Kubang Putiah, ketua IKB) Sayuti Ghazali (Taluak), Nashir Ali (Ladang Laweh), > Sulem Mahdi (Jambu Aia), Darwis (Cingkariang), dan saya sendiri (YPB). > > Sementara Walikota (Kapau, sumando Cingkariang)didampingi oleh Ketua DPRD > (Kamang) dan Aulia Rahman (Aua Tajungkang, kamanakan Bung Hatta) yang menjadi > penghubung antara pak wali dengan kita dalam penyelenggaraan pertemuan ini. > > Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang sangat hangat, dan > pembicaraan pun tidak banyak bakasaganan bahkan cenderung babukak kulik tampak > isi. > > Secara hati-hati Pak Wali maupun Pak Ketua DPRD menyampaikan potret > bukittinggi saat ini, masalah yang mereka hadapi, serta visi mereka kedepan > dalam membangun kota yang pernah menjadi Ibukota republik ini. Pada > pemaparannya Pak Wali sama sekali tidak menyinggung urusan perluasan > kota. Konflik kota dengan banuhampu disampaikannya hanya dalam kasus supply > air bersih, dan itupun disampaikannya sudah diselesaikan. Jadi kami > digiringnya untuk melihat bukittinggi sebagai urang Minang, artinya melihat > bukittinggi dari perspektif yang lebih luas. > > Secara umum, potret bukittinggi yang disampaikan beliau adalah : > > * Bukittinggi adalah koto 'rang Agam. Jadi untuk bisa berkembang tentunya > tidak terlepas dari peran urang Agam sendiri. Seabagai ilustrasi > disampaikannya bahwa dalam tataran nasional, kalau urang Agam ditanya > dari mana asal mereka, umumnya jawabannya dalah dari Bukittinggi. > * Bukittinggi adalah pusat ekonomi sumbar bagian utara, yang melibatkan 6 > kabupaten dan kota(madya). > * Pendapatan asli daerah (PAD) 7,5 M > * Jumlah penduduk kota 91.000 jiwa pada malam hari (maksudnya warga kota), > namun di siang hari dalam segala kegiatan sosial ekonomi jumlah penduduk > mencapai 200.000 jiwa, dengan pusat-pusat kegiatan adlah Pasa Ateh, Pasa > Bawah, Aua, dlsb. > * Puncak kesibukan biasanya adalah pad hari Sabtu, karena pada hari ini di > samping kegiatan sosial ekonomi tersebut di atas, ditambah lagi dengan > tekanan wisatawan dari sumbar sendiri (terutama dari Padang sudah menjadi > kebiasaan untuk berweek end di bukittinggi) maupun dari Riau (Singapura > dan Malaysia) dan daerah lainnya --termasuk Jakarta. > * Pertumbuhan kendaraan luar biasa pesat, sehingga kemacetan lalu-lintas > pun sudah menjadi bagian dari keseharian kota. > * Secara regional, bukittinggi sudah menjadi pintu gerbang Sumatera Barat, > baik dari utara maupun timur/selatan. Kalau bandara ketaping selesai, > peran ini akan semakin menguat. > * Masalah infrastruktur kota lainnya yang sekarang sangat crusial adalah > persampahan (produksi sampah 300 m3/hari, dengan 100 m3 berasal dari > pasar). > * Kebutuhan air bersih saat ini sudah mencapai 250 l/dt, Sumber air saat > ini adalah Sei Tanang dan beberapa sumber lainnya, sedang dibangun sumur > bor di ngarai Sianok yang dengan kapasitas nantinya adalah 40 l/dt, yang > kesemuanya itu baru mencapai 150 l/dt. > * Dana alokasi umum (DAU) bukittinggi saat ini hanya 53 M, yang sebelumnya > tidak kurang dari 90 M. > > Ditambahkan oleh Pak Ktua DPRD bahwa : > > * Seluruh kegiatan di atas itu harus ditampung oleh Kota Bukittinggi yang > hanya seluas 18 km2 (efektif dari 25 km2 luas total). > * Saat ini volume bus yang ke Bukittinggi sudah meningkat 18%. > * Produk unggulan dari wilayah sekitar adalah sayur mayur (holtikultura) > dari Banhuampu, kerajinan besi dari Sungaipua, dan mebel dari Kamang. > Yang terakhir itu merupakan home industry dimana diproduksi secara > terpisah (misalnya satu lokasi memproduksi tangan kursi, lokasi lainnya > jok, dll), yang kemudian dirakit final di Medan (jadi belum ada nilai > tambah di sentra produksinya sendiri). > * Pasa Aua Kuniang saat ini adalah pusat perdagangan sumatera barat, > dengan transaksi tidak kurang dari 40 M dalam seminggu. Di lokasi ini, > sebuah toko berukuran 4 x 6 meter dengan modal sekitar 60 jt, saat in > laku terjual dengan harga hingga 400 jt. > * Urang rantau yang pulang kampuang, saat ini sudah mulai memilih menginap > di hotel-hotel di bukittinggi instead of di rumah orang tuanya, demikian > juga tamu-tamu Sumbar cenderung memilih menginap di sini ketimbang di > Padang. > * Deri segi adat, bukittinggi tetap berjalan dengan baik. Bahkan di Sumbar > termasuk yang cukup kuat memegang adat. Cukup banyak peraturan daerah > yang diturunkan dari adat, hanya saja belum terintegrasi dengan Agam Tuo. > (Ditambahkan pak wali bahwa adat Kurai pada dasarnya sama dengan > banuhampu karena satu rumpun, malah berbeda dengan Sungaipua-Sariak-Batu > Palano di rumpun yang lain). > (..................) > > Salam, > Aam > RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

