http://www.mediaindo.co.id/cetak/news.asp?id=2001020100405732 Tunggu Kabinet Otoda, Pejabat Sumbar Gelisah Media Indonesia - Nusantara (01/02/2001 00:40 WIB) PADANG (Media): Kegelisahan kini melanda hampir seluruh pejabat kakanwil, kepala dinas, jawatan, dan instansi di lingkungan Pemda Sumbar. Pasalnya, ada kemungkinan sebagian besar dari mereka tidak akan terpakai lagi dalam struktur baru `kabinet otonomi daerah`. Menjelang pengumuman nama-nama kepala dinas, badan dan lembaga dalam struktur baru, banyak pejabat kakanwil yang bakal direlokasi menjadi dinas, melakukan kasak-kusuk untuk menyelamatkan nasibnya. Menurut sumber Media di kantor gubernur, di antara mereka bahkan ada yang sampai mengemis minta jabatan dengan menggunakan tangan pejabat pusat atau `pialang` yang berlagak dekat dengan gubernur, anak gubernur. Semua itu tentu saja dengan janji imbalan uang. Sekdaprov Sumbar Ali Amran kepada Media membenarkan adanya sejumlah kakanwil dan kepala dinas yang datang padanya maupun kepada Asisten IV Nazif Lubuk untuk mempertanyakan nasib mereka dalam struktur organisasi otonomi daerah yang kini sedang dibahas. Menanggapi hal itu Kepala Biro Humas Pemda Sumbar Yuen Karnova kepada Media, kemarin menyatakan pihaknya memang mendengar ada sejumlah pejabat yang kasak-kusuk menjelang pengumuman struktur baru. "Pak Gubernur Zainal Bakar tidak terpengaruh dengan kasak-kusuk itu, karena penentuan layak tidaknya seorang mantan kakanwil menjadi kepala dinas, badan atau lembaga ditentukan lewat rapat Baperjakat. Track record mereka selama ini juga jadi pertimbangan khusus," kata Yuen Karnova. Menurut Ali Amran, Pemda Sumbar kini sedang menunggu persetujuan DPRD setempat tentang draft usulan dinas, badan, dan lembaga (DIBALE)) yang akan dibentuk pada era otonomi daerah. Postur organisasi tersebut terdiri atas 18 dinas, 15 lembaga teknis daerah, satu Sekretaris DPRD Sumbar, dan satu sekretaris daerah provinsi. "Jumlah pejabat eselon 988, yakni satu eselon I/B (Sekdaprov), 35 eselon II/A, 211 eselon III/A, dan 711 eselon IV/A,`` kata Ali Amran. Kalangan DPRD Sumbar menilai postur organisasi yang diusulkan Gubernur Zainal Bakar itu masih tergolong gemuk. Dalam pembahasannya di Dewan, beberapa dinas yang memiliki ruang lingkup tugas hampir sama agar digabung. Pada tahun 2001, Sumbar memperoleh dana Alokasi Umum (DAU) Rp 140,7 miliar. Sekitar Rp 135,6 miliar dipergunakan untuk membayar gaji pegawai, dan hanya sekitar Rp 5 miliar untuk pembangunan. Khusus untuk mengisi jabatan kepala dinas, badan dan lembaga di era otoda, Sekda Ali Amran telah meminta Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Sumbar melakukan fit and proper test. Tes kepatutan dan kemampuan tersebut akan dijadikan acuan dalam memilih pejabat yang berkualitas, punya wawasan jauh ke depan, pandai bergaul dengan semua pihak dan punya moralitas tinggi menjalankan mesin pembangunan Sumbar ke depan. "Kakanwil atau kepala dinas yang memiliki rapor buruk dalam memimpin instansinya selama ini dipastikan bakal tercampak dan tidak akan dipakai lagi," kata Asisten IV Sekdaprov Nazif Lubuk. _________________________________________________________________ Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

