Assalamu'alaikum.w.w.
Sesungguhnya, meninggalkan ridha Allah sebagai tujuan
sama halnya dengan memilih kemurkaan Allah Ta'ala sebagai
tujuan. Biarlah mereka menertawakan diri-diri mereka sendiri
sekehendak mereka, dan biarlah mereka memberi nama tujuan
mereka yang batil itu dengan nama-mama modern yang mereka
sukai. Biarkan mereka menjadikan tegaknya paham sosialisme,
kapitalisme, dan demokrasi sebagai tujuan. Biarkan mereka
mempropagandakan nasionalisme atau sekularisme. Mereka semua
telah meninggalkan tujuan yang benar, dan hanya akan berakhir
pada murka Allah.
"....Maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan ke-
sesatan..." (Yunus 32)
"Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan de-
ngan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alang-
kah beraninya mereka menentang api neraka!" (Al-Baqa-
rah 175)
"Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertaqwa.
(niscaya mereka akan mendapat pahala). dan sesungguh-
nya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik kalau mereka
mengetahui" (Al-Baqarah 103)
Kami menyeru kaum kami. Kembalilah! Penuhilah panggilan
Allah!
"Patuhilah seruan Rabbmu sebelum datang dari Allah
suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu
tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan
tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu)" (Asy-
Syura 47)
Kembalilah kepada ridha Allah Ta'ala, luruskanlah niatmu, dan
berusahalah untuk mencapainya secara gigih.
"Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru
kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya. dan niscaya Allah
akan mengampuni dosa-dosamu..." (Al-Ahqaf 31)
Ketahuilah bahwa memperoleh tujuan yang agung ini gampang
sekali. Bagi mereka yang telah diberi Allah petunjuk maka mudah
sekali baginya untuk menetapkan tujuan yang agung ini, yaitu
petunjuk jalan kemudahan.
"Allah menarik kepada din itu orang yang dikehendaki-
Nya dan memberi petunjuk kepada (din)-Nya orang yang
kembali (kepada)-Nya:1 (Asy-Syura 13)
Untuk meraih tujuan yang benar, manusia dalam perjalanannya
hanya harus menetapi dua perkara, yaitu: Pertama, Ikhlas kepada
Allah dengan memurnikan tujuan untuk Allah semata, dan kedua
mengikuti Sunnah Nabi Saw. dalam bertindak.
Allah Ta'ala tidak akan menerima suatu amalan baik kecil
maupun besar kecuali jika motivasinya benar-benar murni
karena Allah. Dalam hadits qudsi Allah berfirman:
"Aku paling tidak membutuhkan sekutu di antara yang
bersekutu. Barang Siapa beramal suatu amalan sedang ia
menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggal-
kan dia kepada apa yang ia sekutukan." (HR. Muslim)
Jadi seorang muslim diperintah agar semua aktivitasnya di-
peruntukkan hanya kepada Allah Ta'ala, baik perbuatan maupun
perkataannya, dzikir maupun pikirnya, cinta maupun kebencian-
nya, ibadah maupun mata pencahariannya, tidur maupun bangun-
nya menerima maupun menolaknya, semuanya hanya untuk Allah
Rabb Semesta Alam.
"Katakanlah:.Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku. ,
dan matiku hanyalah untuk Allah. Rabb Semesta Alam.
tiada sekutu bagi-Nya..." (Al-An'am 162-163)
"Katakanlah...Sesungguhnya aku diperintahkan supaya
menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan ku
pada-Nya dalam menjalankan Din" (Az-Zumar 11)
sudah sepatutnya manusia bersikap ikhlas, memurnikan
tujuan demi mentaati Allah, mengesakan dengan ibadah,
menahan hati dari riya ketika bermuamalah, bila telah mengeta-
hui kesempurnaan Allah Ta'ala, kebesaran dan keagungan-Nya,
kekuasaan dan kemuliaan-Nya, hikmah dan nikmat yang dianu-
gerahkan-Nya. Serta mengetahui bahwa Dialah Yang Awal, Dialah
Yang Akhir, dan Dialah Yang Bathin.
"Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang
Bathin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu" (Al-
Hadid 3)
Manusia tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun
mereka semua berkumpul untuk itu. Mereka tidak mampu men-
datangkan bahaya dan manfaat untuk diri mereka dan tidak kuasa
mematikan menghidupkan, dan membangkitkan (Al-furqan 3).
Dan mereka tidak punya kekuasaan sedikit pun (faathir 13).
Maka bagi orang-orang yang telah memahami semua ini, masih
mungkinkah mereka mengerjakan suatu perbuatan yang tidak
ditujukan untuk Allah?. Dan mungkinkah dia menggantungkan
hatinya kepada selain Rabbnya?
..(bersambung)...
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================