Ass.ww Keluh kesah lapau sabalah. Apo dikampuang awak juo coiko? Wass.ww St.P -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Saturday, February 03, 2001 7:34 AM Cc: kidyoti Subject: Bagus sekali Bagaimana pendapat yang lain ? Teman-teman yang baik, Kalau kita berbicara mengenai kondisi dan perkembangan daerah, saya hanya bisa mengatakan bahwa kita belum siap dengan Otonomi Daerah. Banyak sekali hal-hal yang belum siap, terutama mengenai data, informasi dan sumber daya manusianya. Saya bisa mengatakan bahwa ada pejabat di Daerah Tingkat II yang tidak mempunyai kapabilitas dan kompetensi berbicara mengenai aspek yang tidak dikuasainya, hebatnya beliau berbicara dengan confidence, dan yang diajak bicara adalah para pakar. Sebagai ornag Timur, kita hanya senyum-senyum saja sebab "banyak yang tidak masuk akal". Celakanya lagi ialah beliau ini adalah decision maker. Coba bayangkan, seorang decision maker memberikan informasi dan keterangan yang ngawur. Bagi kita sih tidak apa-apa, yang penting perizinannya keluar. Masalah sederhana lainnya adalah mengenai tata batas wilayah, kalau di luar negeri kita dengan mudah mendapatkan peta dasar, di banyak daerah kita tidak mungkin mendapatkan hal tersebut. Untuk diketahui, selama 350 tahun dijajah Belanda dan 3,5 tahun dijajah Jepang, para kolonial tersebut tidak meninggalkan sama sekali peta dasar Indonesia. Semuanya dibawa lari dan kita tidak punya arsip apa-apa. Yang paling celaka lagi, selama tahun 1945 - 1969 pemerintah tidak melakukan kegiatan pemetaan secara signifikan dan terjadi kevakuman. Hal ini menjadikan bangsa kita tertinggal dari bangsa-bangsa lainnya dalam memanfaatkan sumber daya alam, pengembangan wilayah dan lain sebagainya. Untuk hal yang mendasar saja kita belum siap. Setiap investor yang akan menanamkan modalnya di suatu daerah pasti memerlukan data, informasi dan referensi mengenai topografi, tanah, hidrologi, iklim, penggunaan lahan, vegetasi, prasarana, batas-batas admnistrasi dan lain sebagainya. Bagaimana caranya kita mendapatkan hal tersebut?. Di beberapa daerah hal ini almost impossible! Bagimana kita bisa mempromosikan dan mengembangkan daerah? Di negara lain kita banyak mendengar mengenai pemanfaatan GIS (Geographical Information System) untuk pengembangan wilayah. Bagi teman-teman yang mempunyai minat melakukan kegiatan pemetaan dan melakukan inventarisasi potensi daerah, saya sangat berminat untuk bertukar pikiran. Siapa yang menguasai informasi, dia yang akan memenangkan persaingan. Please respond! Salam hangat, Arief RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

