Assalamu'alaikum.w.w.

  ..sambungan...

Kemampuan aqidah Islam untuk tetap bertahan selama ini
menunjukkan bahwa aqidah ini berasal dari sisi Allah Yang
Mahamulia lagi Mahabijaksana. Seluruh aqidah lain telah lenyap,
dan agama-agama telah diubah-ubah, namun Islam sajalah yang
masih tetap bertahan. Hal ini tidak lain karena Islam adalah din
yang haq, yang tak dapat disusupi oleh kebatilan. Selain gagal
meracuni aqidah, gagal pula upaya-upaya yang diarahkan untuk
membuat manusia ragu terhadapnya. Benarlah Allah yang ber-
firman:

  "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an. dan
  sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS:Al-Hijr:09)

 Aqidah Islam adalah aqidah yang memberikan kepada kita
kaidah yang kuat dan bersih. Dari aqidah ini kita bergerak ke arah
tujuan kita dengan penuh keyakinan, bahwa Allah ta'ala sajalah
yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya. Dialah yang
memiliki, maka Dia pula yang berhak mengatur kerajaan-Nya.
Dan karena bagi-Nya segala sifat sempurna, maka Dialah satu-
satunya tujuan kita, tidak ada tujuan lagi selain itu. Tak ada
tujuan yang lebih besar selain daripada-Nya. Dialah yang lebih
besar dari segala sesuatu.
 Aqidah Islam adalah aqidah yang menempatkan segala perkara untuk 
Allah dan rasul-Nya, dan menjadikan ikrar seperti itu sebagai 
syarat keimanan. Menetapi ikrar itu merupakan tuntutan
keimanan dan termasuk dari tanda-tanda kebenaran iman sese-
orang. Allah swt. berfirman:

  "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak
  (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan
  rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada
  bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.
  Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka
  sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata"
  (QS:Al-Ahzab:36)

  "Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak
  beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terha-
  dap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka
  tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan ter-
  hadap putusan yang kamu berikan. dan mereka mene-
  rima dengan sepenuhnya." (QS:An-Nisaa':65)

    Aqidah Islam adalah aqidah yang menetapkan, bahwa bila ter-
jadi perselisihan, maka kepada Allah dan rasulnya saja segala
perkara dikembalikan.

  "....Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang se-
  suatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an)
  dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman
  kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itulah
  yang lebih utama (bagimu) dan lebih balk akibatnya"
  (QS:An-Nisaa':59)

    Dengan demikian, maka aqidah Islam itu menyatukan paham
dan menghilangkan perkara yang menimbulkan perselisihan dan 
perpecahan. Aqidah Islam memberikan tujuan dan jalan, serta 
mengumpulkan kaum yang beriman seluruhnya dalam satu jalan.
Maka kita saksikan bahwa walaupun pemeluk aqidah ini saling 
berjauhan, berlainan bangsa dan warna kulit, mereka tetap ber-
amal menuju satu tujuan. Mereka menetapi satu metode dan ber- 
jalan di satu jalan.
    Aqidah Islam adalah aqidah yang menempatkan setiap individu
sebagai pengawas dirinya di dunia, karena dia mengetahui dan 
menyadari bahwa di hari kemudian akan dikatakan padanya.
  
    "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini
  sebagai penghisab terhadapmu." (QS:Al-Isra':14)

    Firman Allah ini akan menjadi suatu kontrol untuk mencegah
seseorang agar tidak keluar dari perintah Rabb-nya, peraturan-
Nya dan hukum-Nya, serta mendorong mereka untuk senantiasa
beramal, demi mentaati perintah Allah dan mencari ridha-Nya.
   Inilah perbedaan terbesar yang membedakan antara aqidah
Islam dengan metode-metode dan teori-teori lain, serta yang men-
jadi sebab aqidah ini dapat menjulang tinggi melebihi yang lain.
   Aqidah ini membuat pemeluknya yakin, bahwa Allah ta'ala
menyertainya, mendengar, dan melihat setiap aktifitasnya. Allah
mengetahui apa yang disimpan dan dirahasiakan di dalam hati.
Dan mereka yakin sepenuhnya bahwa Allah akan membangkit-
kannya untuk memperhitungkan amalnya serta memberi balasan.
 Dari Sha'sha'ah bin Mu'awiyah, diriwayatkan bahwa dia
pernah datang menghadapi Nabi, kemudian Nabi membaca:
  
  "Barangsiapa yang berbuat kebaikan sekalipun seberat
  dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan
  barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekalipun se-
  berat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya
  pula". (QS:Al-Zilzalah:7-8)

  Kata Sha'sha'ah: "Cukup bagiku. jika aku tiada mendengar
  selain ayat ini".(HR. AhmAd)

   Imam Nasai juga meriwayatkan kejadian itu dalam tafsirnya
dengan sanad dari Sha'sha'ah.
    Aqidah Islam adalah aqidah yang memberi batas-batas loyal-
itas dan mengarahkannya, yaitu untuk Allah, rasul-Nya, dan 
orang-orang beriman. Manusia-manusia selain mereka itu mendapat
permusuhan, sesuai dengan jauhnya mereka dari Rabb mereka,
serta sesuai dengan tingkat permusuhan yang mereka lancarkan
terhadap pencipta mereka.

...(bersambung).....




RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke