TANYO 2: salah MENURUT HATI NURANI(QUILTY BY CONSCIENCE).
KASUS (SABANA KAJADIAN). Dua orang berteman pergi ke casino, seorang teman memperkosa
anak gadis/dan dibunuhnya. Krn ada kamera monitor, dia ketangkap/mengakui dan
dihukum. Teman yang satu lagi, mengetahui,
(singkat cerita) dia tidak melapor, no action, bla.. blaa.. dll.
Masalahnya muncul, krn teman yng satu ini mhs di suatu sTate, di As.
dianggap dia salah,(tuduhan2 /alasan, background bisa diperdebatkan
dan dicarikan). Mhs yang lain di universitas, tsb ber demontrasi ke
presiden University, spy dia dikel;uarkan dari universitas, univ.
mengeluarkannya dan pindah pada univ. lain.
PARTANYAAN : Menurut berita di koran (percaya ?), bahwa banyak umat
muslim di Aceh (tampek mamak tingga, could be proveN), di bunuh, pindah, hilang
harta benda,(umat muslim tsb. sipil, tak bersenjata?,
tak terlibat politik, dll). oleh OTK(orang tak kenal, definisi lain
bisa dicari, spt. hantu balau, hantu ijau, or etc.)APA YG HARUS DILAKUKAN OLEH
UMAT MUSLIM LAIN? Apa berdoa saja, ?Saya tdk ngerti
politik, saya hanya ke mesijd & berbuat amal saja ?
Syariah (?), KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM TERGANTUNG KEPADA KEMAMPUANNYA,
tentu disini pemerintah dulu yang terjun, menyelesaikannya,
ternyata, keadaan masih demikian dgn tingkatan/kadar yang berbeda,(menurun).
Untuk MUSLIM YANG "MAMPU"(DEFINISI LUAS), kalau tidak melakukan sesuatu, menurut
pendapat/pikiran, dia akan mendapat
credit negative, menguruangi ibadah/amal yang dilakukannya, TIMBANGANNYA, nanti
di akhirat.
ITULAH uztad, mamak ambO bantAnyo ciek, MUDAH2AN UZTAD, MAMAK BERKESEMPATAN
MENJAWABNYO.
Ayat tentang persaudaraan muslim, hadist.. sudah diketahui(asumsi)
wass. MUZIRMAN.
>Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim
>Sesungguhnya segala pujian hanyalah untuk Allah, Tuhan Maha Pencipta dan
>Maha Pemelihara seluruh 'alam, (yaitu segala sistem yang di atasnya berlaku
>agama atau dien Allah), Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dialah yang
>memiliki wewenang menilai setiap akhir dari amal-amal hamba-Nya. Kepada-Nya
>kita seharusnya mengabdi dan kepada-Nya juga kita sepatutnya menaruh segala
>pengharapan.
>---
>
>Antara Pendapat dan Iman
>
>Sulit sekali untuk membedakan antara Pendapat dan Iman. Keduanya hampir
>tampak serupa. Namun, jika kita teliti dengan lebih jeli, pendapat sering
>berhenti sebatas sebagai pengetahuan, sedangkan Iman terhujam merasuk
>sampai ke lubuk hati sanubari yang paling dalam, serta terpancar ke dalam
>ruh dan semangat. Pendapat bisa dianggap benar meski pada hakekatnya salah,
>sedangkan keimanan adalah kebenaran yang tetap, kapan pun dan dalam keadaan
>yang bagaimana pun, tidak meninggalkan unsur keraguan - kemarin, kini
>maupun esok. Pendapat memiliki sifat yang pasif, sedangkan keimanan
>(aqidah) bersifat aktif.
>
>Pendapat seseorang dapat berubah akibat berubahnya rangsangan yang datang
>kepadanya, sementara keimanan bersifat teguh. Satu contoh manusia yang
>paling teguh keimanannya adalah Nabi Muhammad (SAW). Perhatikanlah
>pernyataan beliau ini, ketika kepadanya disodorkan sogok'an agar beliau mau
>menghentikan dakwah Islamnya :
>
>"Seandainya mereka menaruh matahari di tangan kananku dan bulan di tangan
>kiriku untuk menukar apa yang aku dahwahkan ini, maka aku tidak akan
>bergeming sedikit pun dari dakwahku".
>
>Pendapat dapat membayangkan berbagai kesulitan dan rintangan, mudah
>terpengaruh oleh kesenangan jasmana, menimbulkan kebimbangan dan keraguan.
>Sebaliknya keimanan menumbuhkan kesediaan menghadapi bahaya, menggoncangkan
>gunung dan bukit, mengubah wajah zaman dan perjalanan sejarah, melenyapkan
>kebimbangan dan keraguan, membangkitkan keyakinan dan keberanian, dan tidak
>tunduk melainkan kepada tujuan dan cita-cita.
>
>Dasar pijakan keimanan di dalam Islam, seperti dijelaskan di dalam
>Al-Qur'an dan hadits Nabi adalah bertumpu pada Iman kepada Allah, Hari
>Akhir, Malaikat, Kitab-Kitab dan Para Nabi. Iman dapat menjelaskan kepada
>manusia rahasai hidup dan mati dan menjawab pertanyaan mendasar "dari mana,
>hendak ke mana dan mengapa manusia hidup ?".
>
>Kepercayaan dan keyakinan ini bukanlah barang baru yang ditawarkan oleh
>Islam, bukan dimulai dari ajaran Nabi Muhammad, melainkan kepercayaan yang
>telah lama dikemukakan oleh segenap Nabi dan Utasan Allah. Kepercayaan ini
>merupakan kebenaran yang tak pernah berubah sepanjang masa :
>- kebenaran yang diajarkan Adam kepada anak-anaknya;
>- kebenaran yang didakwahkan Nuh kepada para kaumnya;
>- oleh Hud an Saleh kepada kaum 'Ad dan Tsamut;
>- yang diserukan oleh Ibrahim, Ismail, Ishak dan para rasul yang lain;
>- serta diperkuat oleh Nabi Musa di dalam Taurat, Daud dalam Zabur, serta
>Isa di dalam Injil.
>
>Kata kunci dari Aqidah Islam ini adalah kepercayaan bahwa Allah itu
>bersifat Wujud, Esa dan Sempurna. Banyak keterangan dan alasan bisa
>dikemukakan yang cuku membuktikan bahwa di balik alam riil ini ada kekuatan
>yang Maha Tinggi, Yang Mencipta, Yang Menguasai, Yang Mengatur dan
>Memeliharanya. Terhadap kekuatan ini ada yang menamakannya sebagai "Sebab
>Pertama", "Akal Pertama", dan ada pula yang menamainya sebagai "Penggerak
>Pertama". Al-Quran serta kitab-kitab suci lainnya memberi nama dengan
>"Allah" atau "Al-Illah" atau "Yang Sebenarnya Tuhan".
>
>Terhadap kekuatan yang Maha Tinggi ini kita menyebutnya "Tuhan Yang Maha
>Agung" - Allah Hu Akbar. Akal manusia tak ada yang sanggup mencapai dan
>mengetahui hakikat-Nya, sebagaimana dia pun lemah dari mengetahui keadaan
>dirinya sendiri, hakikat jiwa dan kehidupan, bahkan juga tidak sanggup
>menangkap banyak hal yang ada disekitarnya. Jika demikian halnya keadaan
>akal manusia saat berhadapan dengan dirinya sendiri serta hal-hal yagn
>setara atau bahkan lebih rendah dengannya, maka bagaimana mungkin dia
>manusia mengetahui Dzat Allah yang Maha Luhur itu.
>
>Demikianlah, semoga kita tidak akan terkecoh dengan berbagai logika yang
>diciptakan berdasarkan pendapat-pendapat yang di hadapan kita "seolah-oleh
>benar" padahal sama sekali tak dapat difahami hakikatnya. Berita-berita
>yang sampai kepada kita dibungkus dengan logika sedemikian rupa, sehingga
>terlihat sebagai suatu kebenaran yang harus kita pertahankan dan dengan itu
>pun kita rela merusak penghambaan kita kepada Allah, Tuhan Yang Maha Luhur
>itu.
>
>Ingatlah, Allah bukanlah Tuhan bagi golongan tertentu, bukan tuhan bagi
>bangsa tertentu, wilayah tertentu, melainkan Tuhan seluruh 'alam, Tuhan
>Langit dan Bumi, Tuhan seluruh Negeri Timur dan Barat, Utara dan Selatan.
>
>As-Salaamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
>Syaifuddin Ma'rifatullah
>
>
>
_____________________________________________________
Get your free E-mail account at http://www.kompas.com
_____________________________________________________
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================