-- >> Assallamu `Alaikum Wr.Wb. >> Ada tulisan menarik, semoga kita bisa meniru.... >> E.Kayo >> ----- Original Message ----- >> From: <[EMAIL PROTECTED]> >> Subject: [Al-Fatihah] Just Say...I am a moslem. >> >> Tanpa bermaksud memanipulasi artikel, atas dan bawah dipotong, biar >> lebih ringkas. >> >> Kadang... disaat-saat tertentu kita harus berani dan tegas mengatakan : >> I'm a moslem... >> ========================================================== >> >> Dyah Ratna Maharani wrote: >> Assalamu'alaikum... >> Saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya dulu semasa kuliah S1 di >> salah satu universitas di Amerika. Waktu itu saya tinggal dengan 3 orang >> yang beda agama : Catholic, Atheist dan Agnostic. Saya sebagai muslim >selalu >> ditanya macam-macam oleh ketiga roomate saya ini. "Mengapa harus shalat >5 >> kali sehari?", "Mengapa harus >> wudhu?", "Mengapa harus basuh 3-3 kali", "Mengapa shalat harus >> gerakannya begitu?", "Mengapa nggak boleh makan babi?", etc, etc. >> Pertama kali saya bingung bagaimana menjelaskan secara simple dan masuk >> lgika mereka yang sejak kecil berlatar belakang non muslim itu. Saya >> cuma bisa jawab "This is based on the laws of Allah". Mereka cuma bisa >> jawab :"Well, you accept those laws without questioning them?! >> " Saya cuma bilang "For you, your faith, for me, my faith." >> Suatu hari, ketika salah satu dari mereka (agnostic) sedang memasak air, >> saya ada ide bertanya padanya: "Mengapa air harus mendidih 212 F ?(100 >> C) mengapa tidak lebih atau kurang? Mengapa atom punya 7 lapisan ? >Mengapa >> planet di tata surya cuma ada 9 ? Mengapa mata anda 2 tidak 3, atau 1? >> etc.etc. Pokoknya saya tanya semua yang berhubungan dengan numbers in the > >> nature. Saya tanya lagi "Why do you accept all those laws without >> questioning them ?" Teman saya cuma bisa tersenyum dan menjawab, "You got >me >> this time!". >> Pernah mereka bertiga bertanya kepada saya: "If we die as a non moslem >> who do not believe in Islam, will we go to hell in hereafter?" Saya ambil >Al >> Qur'an English translation, saya tunjukkan ayat-ayat yang menjelaskan >bahwa >> mereka yang mereject atau memilih agama selain Islam, tidak akan diterima > >> amal mereka oleh Allah SWT, dan di akherat mereka akan merugi. Saya >katakan >> pada mereka: >> "Yes, if you reject Islam, you reject your creator, you will go to hell >> " . Saya tidak mau berbasa-basi dengan mereka dengan berkata "Oh, nggak, >> asal kamu berbuat baik, you'll be fine..." atau "Tuhan Maha Pengasih dan >> Penyayang, kita semua sama ciptaan-Nya, Dia tidak akan memasukkan >> kalian ke neraka...". >> Tapi saya katakan apa adanya. Hasilnya? Mereka yang tadinya tidak pernah > >> membaca buku-buku Islam, setelah kejadian itu, meminjam buku-buku Islam >saya >> untuk dibaca. Bahkan hampir setiap kali sebelum tidur, kita berempat >selalu >> berdiskusi tentang Islam.Alhamdulillah, sampai saya lulus, pemikiran >mereka >> yang keliru tentang Islam telah hilang, dua roomate saya yang Catholic >dan >> Agnostic bahkan beberapa kali datang ke masjid. Mereka berdua bahkan >mencoba >> berpuasa di bulan Ramadhan bersama saya. Mereka berdua bertanya >kemungkinan >> mereka masuk Islam. Si Atheist sendiri berubah status dari tidak percaya >> adanya Tuhan, >> menjadi Agnostic yang percaya tapi masih mencari kebenaran mengenai >> agama-agama di dunia. Saya tidak pernah menyangka akan begini hasilnya >> ketika saya tegas menjawab pertanyaan mereka. Kalau saya tidak tegas, >> mungkin mereka tidak akan takut akan possibility masuk neraka, mungkin >> mereka akan tenang-tenang saja tidak berusaha mencari tahu sincerely apa > >> itu Islam, dan kemungkinan lainnya yang bisa menghalangi mereka dari >cahaya >> kebenaran Islam. >> >> Pernah saya diundang ke pesta oleh seorang teman non muslim di rumahnya >> yang megah (seperti Castle). Bapak, jendral di army, ibunya konglomerat >di >> Amerika. >> Di belakang rumahnya saja ada tempat parkir helicopter. Ketikasaya >> ditawari minum wine (alcoholic beverage), saya bilang "I am sorry, I am a > >> Moslem, I don't drink alcohol " Mereka langsung salut, dan bertanya-tanya > >> tentang Islam. Bahkan bapak teman saya langsung membawa saya ke ruang >> belajarnya. Saya kaget sekali ketika saya lihat di dinding terhampar >sajadah >> bergambar Ka'bah. Di meja belajarnya ada Al Qur'an. Dia bilang dia beli >itu >> semua ketika perang Desert Storm (perang Badai Gurun-Irak). Dia salut >dengan >> ajaran Islam. Bahkan dia katakan lagi banyak anak buahnya di army >(hundreds >> of them) yang masuk Islam pada perang Desert Storm. Dia sendiri sedang >> mempelajari Islam. Waktu itu saya benar-benar tertegun ketika diajak >ngobrol >> oleh Si Jendral ini. >> Dia bilang bahwa Moslems di Amerika harus bisa melobby White House >> terhadap policy di MidEast dan Islamic world in general. Dia bilang lagi >> bahwa kebijakan di Amerika banyak dipengaruhi oleh lobby Jews (Yahudi). >Saya >> kaget mendengar uraian ini dari seorang Amerika kulit putih yang non >muslim >> dan dari Angkatan Bersenjata pula. >> Padahal obrolan ini semua berasal dari omongan saya bahwa saya tidak >> minum alcohol karena saya muslim...mungkin kalau saya malu-malu berucap >saya >> muslim tentunya dia tidak akan 'curhat' kepada saya tentang hal-hal di >> atas... >> Pernah pula, sewaktu hendak berlibur ke Indonesia, saya dan teman saya >> shalat di corner salah satu gedung di Chicago Intern'l Airport. Selesai >> shalat, ada dua orang pilot berdiri menatap kami tidak jauh dari tempat >> kami shalat. Seorang darinya mendekati dan menyalami kami, menjabat tanga > >> kami, sambil bertanya dari mana kami berasal. >> Dia merasa senang melihat orang Islam yang taat menjalankan agamanya. >> Bahkan diberinya kami kartu namanya dan berpesan jangan segan-segan >> mengontak dia kapan saja. Masya Allah, tadinya sebelum saya ke Amerika, >saya >> tidak menyangka masih ada orang-orang di Amerika yang seperti itu. >Sebagian >> dari mereka berhati hanif (lurus) dan masih mencari-cari kebenaran. Tugas > >> kita sebagai Muslim menyampaikan dakwah kepada mereka. Kalau kita >berpaham >> agama itu sama, buat apa lagi berdakwah ? >> Toh, masuk Islam atau tidak, mereka tetap saja selamat (kalau asumsinya >> semua agama itu sama).Begitu pula dalam dakwah, kadang-kadang memang >> harus tegas dan memberikan peringatan, di samping dengan tutur kata yang >> baik dan bijaksana. (pembawa kabar gembira dan peringatan). >> Mudah-mudahanan Allah menunjuki hati-hati mereka yang masih sincerely >> seeking for the truth di mana saja mereka berada.... Semoga bermanfaat. >> >> _________________________________________________________________________ >> Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com. >> >> >> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-~> >> We give away $70,000 a month! Come to iWin.com for >> your chance to win! >> http://us.click.yahoo.com/olMXHC/BJVCAA/4ihDAA/wy5VlB/TM >> ---------------------------------------------------------------------_-> >> >> >> >> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ > >> >> > > > > > >_______________________________________________________ >Send a cool gift with your E-Card >http://www.bluemountain.com/giftcenter/ > > > Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail account at http://www.eudoramail.com RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

