TABOT DAN TABUIK: SEBUAH RENUNGAN
Dunsanak rang balerong kasado alahe, Assalamu'alaikum WW.
TGM numpang duduak sabanta, sekaligus mohon maaf karano indak sempat
batagua sapo suok jo kida. Maklumlah TGM acok takaja, "tergagas" caro
Inggirihnyo (hehe...sssst... Tan A Lun, jan galak, tasanyun sin lah,
sanak Damsar salamaik masuak baliak, insya Allah awak bisa basalam di
darat, di darek, adinda Ari di Teksaeh, salamaik bagareseh peseh).
Di Bengkulu ada Tabot, di Pariaman ada Tabuik. Esensi keduanya-duanya
sama saja yaitu sebuah "Pesta" dimana melalui kegiatan ini rakyat
banyak diajak untuk bergembira ria. Begitulah terjadi tiap tahun
sehingga rakyatpun banyak yang tidak paham, untuk apa kita bergembira.
Sehubungan dengan itu maka tulisan ini tampil di hadapan kita.
Sejenak kita kembali ke jaman beberapa abad yang lalu, dimana pada
suatu padang pasir, dan stepa, terjadi perang "basosoh" antara tentara
kaum muslimin yang dipimpin Hasan dan Husein melawan tentara kaum
musyrikin sehingga dalam waktu singkat simbaha darah tentara kedua
pihak yang bertempur mengalir menganak sungai membasahi lokasi
pertempuran. Padang Karbala adalah saksi bagaimana sengitnya
pertempuran full contact, gemerincingnya pedang yang saling beradu, dan
riuh rendahnya pekik pertempuran yang diselingi disana-sini oleh
lenguhan kesakitan mereka yang robek oleh babatan pedang musuh dan
roboh terhempas ke permukaan tanah.
Saking kalang kabutnya suasana perang waktu itu sehingga tak ada lagi
perhatian orang untuk membedakan antara pekik nafsu membunuh dengan
pekik kesakitan, pekik kematian. Singkat kata, yang terdengar hanyalah
pekik dan lenguhan yang sahut bersahut di antara gemerincing beradunya
senjata pedang dan tombak.
Lambat namun pasti, senjata perang itupun makin lama jumlahnya makin
sedikit yang terpakai. Selebihnya yang tampaknya hanyalah tombak dan
pedang yang tergeletak tak beraturan di atas tanah karena tentara yang
memegangnya sudah gugur. Tangan-tangan yang memegang senjata itu makin
banyak yang lunglai tak bertenaga, gugur roboh berdebum, dan akhirnya
si empunya tangan sekonyong-konyong berubah nama menjadi "mayat".
Jenazah bergelimpangan dimana-mana sehingga pada Karbala berubah sontak
menjadi daerah yang penuh dengan bangkai berserakan, bau amis menusuk
hidung dan meninggalkan suasana seram, ngeri tak terperikan. Di sanalah
Hasan dan Husen berjuang bersimbah darah memimpin tentara kaum muslimin
tanpa kenal menyereak. Semangat jihad membara mereka ternyata
mengantarkan cucu Rasulullah tersebut menemui ajalnya dalan keadaan
tubuh tercincang, dengan kulit robek-robek menganga.
Pakaian perang, jubah dan sorban putra Ali bin Abi Thalib itu
terkoyak-koyak bersimbah darahnya sendiri. Hampir sekujur tubuhnya
mengeluarkan darah luka oleh babatan pedang tentara musuh. Akhirnya
dengan perasaan pedih perih, pada awal Muharram, di padang Karbala,
tentara muslim pimpinan Hasan dan Husein terpaksa menerima kekalahan,
dimana telah gugur banyak sekali tentara muslim termasuk pimpinan
mereka sendiri. Dibalik itu, tentara kafir menyambut kemenangan ini
dengan gembira, mereka menari dan bernyanyi-nyanyi, berjoget ria sambil
menenteng-nenteng jubah dan bagian tubuh Hasan dan Husein yanga
bersimbah darah. Demikianlah nukilan kisah sedih di awal Muharram, di
padang Karbala.
Kini, kita sedang dihidangkan dengan "Pesta Tahunan" Tabot dan Tabuik,
yang jelas-jelas melibatkan orang dan dana yang banyak sekali. Dukungan
dana dari berbagai pihak, termasuk pemerintah adalah andil besar
terhadap berkesinambungannya pelaksanaan Tabot dan Tabuik. Bahkan di
Bengkulu ada pula lagunya: "Satu Muharram Tabot mengambil tanah ...."
dan seterusnya. Begitulah, dalam suasana krisis kepemimpinan nasional
dan krisis multi dimensi ini, mungkin tidak ada salahnya kita coba
bertanya kepada diri kita masing-masing: Sesungguhnya kita-kita yang
sedang bergembira ria dalam musim Tabot dan Tabuik ini berada di pihak
mana? Terima kasih.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
http://personal.mail.yahoo.com/
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================