____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1


From:    [EMAIL PROTECTED] (Kartika Senjarini)
Reply-to:    [EMAIL PROTECTED]
To:    [EMAIL PROTECTED] (immpas), [EMAIL PROTECTED]

Assalaamu'alaykum

Subhanalloh cerita berikut, semoga bermanfa'at

wassalaamu'alaykum
-tika-
-----Original Message-----
From: "Hendra Yusran Siry" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 27 Mar 2001 11:57:07 +0700
Subject: NO BODY PERFECT

Subject: NO BODY 'S PERFECT 

Author: Catherine Oenawihardja 

Date: 27/03/01 9:44 

Pernah nggak sih Anda ngerasain kalo hidup itu bener-bener 'bad' dan
nggak berarti lagi ... dan berharap, coba kalo kita bisa ada di kehidupan
yang lain ! Saya akui, saya cukup sering merasa begitu. Saya pikir, hidup
ini kayaknya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja ! 'Kerja
menyebalkan', 'hidup tak berguna', dan nggak ada sesuatu yang beres !!
Tapi semua itu berubah ... sejak kemarin ... 

Pandangan saya tentang hidup ini benar-benar telah berubah ! Tepatnya
terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan
kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan
sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan
senantiasa bersukacita. 

Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gaji
minim itu untuk menyokong kedua orang tuanya, mertuanya, istrinya, 2
putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang menumpuk !!!
Lalu ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami
di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang
berada dalam situasi yang berat. 

Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik
nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia mengatakan bahwa di India,
ia melihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu ...
MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok !! Keputusasaan
dalam mata sang ibu, ... jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak
berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun !!, terus menghantuinya
sampai sekarang. 

Anda mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega
melakukan hal itu ? Apa anaknya itu 'so naughty' atau tangannya itu
terkena suatu penyakit sampai harus dipotong ? Ternyata tidak !!! Semua
itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat ...MENGEMIS ... !! Ibu
itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat
mengemis di jalanan !! 

Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa
setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti,
ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu
ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, gerombolan anak kira-kira 7 anak
sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu ...
Mereka berebutan untuk memakannya !! ( Suatu reaksi alamiah untuk yang
kelaparan). 

Terkejut dengan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu
menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat. Ia
menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua
toko itu ! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual
semua rotinya. Kurang dari 100 Rupee dihabiskan untuk memperoleh 400
potong roti ( Jadi tidak sampai 0,25 / potong ) dan ia juga menghabiskan
kurang lebih 100 Rupee lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari.
Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu
truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari
kepada anak-anak ( Yang kebanyakan CACAT ) dan beberapa orang-orang
dewasa di situ ! 

Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya,yaitu
kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini !!
Saya sampai hampir menangis mendengarnya ... Untuk pertama kalinya dalam
hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan
dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai 0,25 Rupee!! Ia mulai
bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih
mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang
hangat. Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar
mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi, punya
begitu banyak hal dimana orang-orang yang ada di hadapannya ini ... AMAT
KEKURANGAN !! Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga !
Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya ? TIDAK, sebenarnya
tidak buruk sama sekali !! Nah, bagaimana dengan Anda ? Mungkin di waktu
lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang
seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk
mengemis di pinggir jalan ..!! Banyak hal yang sudah kita alami dalam
menjalani hidup selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR ? Apakah kita
mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita
miliki ? 

******************************************************* 

Jika aku dapat meminta agar hidupku sempurna, itu merupakan godaan yang
menggiurkan, namun aku akan terpaksa menolak, karena dengan begitu aku
tidak dapat lagi menarik pelajaran dari kehidupan. 





Kirim email ke