____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1


From:    [EMAIL PROTECTED] (metgobel)
To:    [EMAIL PROTECTED] (duta mardin umar)

 

ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB
 
DINDA TELAH SELAMAT KEMBALI KE TANAH AIR TGL : 1 APRIL 2001
SETELAH MELAKSANAKAN RUKUN ISLAM KE 5 SELAMA 42 HARI PP
SYUKUR ALHAMDULILLAH DINDA SELAMA DI TANAH SUCI DAPAT
MELAKSANAKAN IBADAH DENGAN BAIK, DAN DINDA DAPAT KHATAM
AL-QUR'AN DI MAKKAH SEBANYAK 2 X DAN DI MADINAH 1X.
BERITA LAIN BAIK-BAIK SAJA.
SALAM DINDA UNTUK SEMUA KELUARGA DISINI.
 
 
WASSALAMU'ALAIKUM WR.WB
 
DINDA
ALI ARIFIN.

----------------------------------------------------------------------
Assalaamu'alaikum WW.,

Alhamdulillah, semoga adinda mendapat haji mabrur.
Dengannya telah lahir Ali Arifin Baru, yang diselimuti berkah Allah SWT.
Semoga iman yang teguh senantiasa bersama adinda, sampai
akhir hidup. Kemudian meng-imbas kepada keluarga, sanak famili,
tetangga dan masyarakat secara keseluruhan.

Sangat menakjubkan adinda telah menamatkan 3 kali membaca
AlQur'an. Tentu pahala untuk itu sudah menanti adinda. Setelah itu
tentu ada tugas baru. Yaitu mengerti apa yang dibaca, kemudian
meng-amalkan ayat perayat dalam kehidupan keseharian secara ikhlas.

Kakanda ingat ceramah seorang ustad di Washington sewaktu
Nuzulul Qur'an lalu: Bahwa manusia (baca: umat Islam) itu dengan 
Qur'annya penuh kelalaian.

- Tidak bisa baca Qur'an adalah lalai.
- Bisa baca Qur'an tak tahu artinya juga lalai
- Tahu artinya, tapi tidak diamalkan lebih lalai
- Bisa baca, tahu arti dan diamalkan, tapi tak ikhlas, lalai juga

Artinya tingkat kita dengan Qur'an harus meningkat, sejajar dengan
peningkatan iman kita. Adinda telah lewat "lalai" pertama. Semoga
juga akan lulus dengan lalai berikutnya.

Bukankah telah kita lihat dalam kehidupan yang kacau disekitar
kita? Itu karena kita dan para pemimpin kita, masih banyak lalai
dengan Qur'an yang diakuinya sebagai buku petunjuknya.
Tapi itu hanya sebatas bibir. Makanya cobaan Allah datang terus
tanpa putus. Baik itu pada tingkat bangsa dan negara, maupun
pada tingkat kampung halaman kita, sampai kepada cobaan
pada keluarga dan diri kita sendiri.

Memang setelah haji, tantangan berikutnya sebagai aktualisasi
kehajian kita akan lebih besar. Semoga dinda dan pada hujaj
lain sadar betul bahwa haji adalah juga alat koreksi diri, kemudian
memperbaiki kesalahan lalu, untuk selanjutnya menapak kehidupan
baru yang penuh nuansa keridhoaan Ilahi Rabbi.

Salam bahagia dari kakanda sekeluarga.

Billahit Taufiq Walhidayah
Wasasalamu'alaikum WW.,


Dutamardin Umar

ps. surat ini kkd teruskan kepada haji-haji lain yang ada
dibeberapa milis seperti is-lam@, imaam@, rantau-net@
dan minangUSA@. Dengan harapan memberi manfaat juga,
sebagai peringatan sebagai sesama saudara se-iman.



Kirim email ke