Title: Message
Uda Munadir, kalau ka mangrim
--------
MIKO
--------
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
           [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: Sol Lovina [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 17 April 2001 14:48
To: Kampuang Ma-imbau
Subject: Fw: Dagiang Babi.

 
----- Original Message -----
From: Sol Lovina
Sent: Tuesday, April 17, 2001 11:36 AM
Subject: Dagiang Babi.

" Salamullahu'alaikum wr.wb."
Untuak nan alah pernah mambaco, elok di-baco ulang baliak, nan alun dapek ado eloknyo diranuangkan.
Mudah mudahan ado guno nyo untuak awak kasadonyo.
Wassalam,
 
Munadir Syah.
 
From: "nizarwan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 16, 2001 7:26 AM
Subject: Re: [RantauNet] Babi..bai ...stop press
>
> Haaaa, urang Padang makan Babi... iko hal nan biaso. Kato-kato Urang
Padang
> sipaiknyo perorangan, si Aceng, inyo makan babi karano inyo bukan urang
Islam.
> tapi kalau warga Minang Kabau katonyo nan makan babi, itupun mungkin juo,
> tapi nan indak pakai  namo minang, nan pakai namo kabau sajo. Kalai inyo
> maraso urang Minang
> Kabau, indak ka malakukan karjo nan batantangan dengan ajaran Islam.
Karano
> Adaik Minang badasarrkan syara' , syara' badasarkan kitabullah (kitab
> alloh, alqur'an dan hadist nabi Muhammad SAW)
>
> Kinikooo, banyak umat islam, mampalajari ugamo dari luanyo sajo, oleh
sabab
> itu, banyak nan ganjia-ganjia muncul.
> Kalo kito mampalajari ugamo dan mampraktekkannyo sasuai jo patunjjuak
alloh
> rasul, indak ka sasek dunia akhirat.
>
> Maaf, kalo ado nan tasingguang.
>
>
> >ass.wr.wb
> >
> >Dari semua diskusi menyatakan babi tu, tidak baik untuk di konsumsi dan
> >HARAM untuk di makan, biasanya kalau setelah diskusi kita mengambil
tindakan
> >dari hasil diskusi, gimana sudah ada yg mengambil tindakan, untuk menutup
> >peternakan babi di Padang, kalau belum atau tidak bisa  (tidak salah
kalau
> >saya bicara, kita orang rantau yg tdk bisa berbuat apa-apa ..!!)
> >
> >Kita Negri Islam (sudah di akui di seluruh penjuru indonesia) Tetapi
mengapa
> >musti meragukan keislamannya, terbukti pembahasan kita tentang babi di
> >padang sangat gencar sekali, seakan-akan kilas baliknya, ada orang padang
yg
> >suka akan babi..........way....?
> >
> >
> >Tambahan diskusi Ach....Kalau Anjing gimana lagi nich,  Padahal anjing
> >piaraan di mandiin terus di bedakin, Tapi kalau memegang kita harus cuci
> >tangan kita itu 7 kali.......ayooo mau membahas lagi......


 
Bacaan diwaktu luang. 

Hikmah Pengharaman Babi

Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.
Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam.

Mereka bertanya kepada Imam, " Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada.Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.? "

Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.

Mengetahui hal itu, mereka bertanya, " Untuk apa semua ini? "
Beliau menjawab, " Tolong dipenuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia."

Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas.
Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.
Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.

Selanjutnya beliau berkata, " Saudara-saudara, daging babi membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa  cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."
 
Semoga pelajaran ini dapat untuk direnungkan buat kita semua.
Wassalam.
Munadir Syah.

---------------------------
Dari buku: Hidangan Islami: Ulasan Komprehensif  Berdasarkan Syari'at
dan Sains Modern
Penulis: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid
Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani
Cet : I/1997
Penerbit: Gema Insani Press, Jl. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593
Fax. (021) 7984388
www.gemainsani.co.id <<http://www.gemainsani.co.id>>


 End of original message

 -----------------------------------------------
 FREE! The World's Best Email Address @email.com
 Reserve your name now at http://www.email.com



Kirim email ke