ass.wr.wb
Boleh juga nich, buat renungan, kali-kali aja ada yang mau menyampaikan, ke
pihak berwenang.

(Tidak Lagi) Pelecehan Seksual Di Kendaraan Umum
Tgl. publikasi: 26/4/2001 15:35 WIB 
eramuslim - Seketika wajahnya memerah, garis mukanya menampakkan kekesalan
atas perlakuan tidak sopan pria yang berada disampingnya. Namun mahasiswi
berjilbab itu hanya mampu menahan rasa kesalnya tanpa tindakan apapun.
Ketika kereta berhenti di stasiun UI, ia turun dan mengumpat-umpat perlakuan
kurang ajar yang menimpanya tadi.

Ada perasaan muak, mual, eneg, kesal, marah, jijik, merasa ternodai dan
berbagai perasaan tidak enak lainnya ketika kita mengalami pelecehan seksual
di kendaraan. Didalam bus, kereta, mikrolet atau kendaraan umum lainnya,
kaum wanita sering menjadi korban. 

Di Jepang, Maskapai Q Electric Real Way yang membawahi operasi kereta di
Tokyo menetapkan kebijakan pemisahan gerbong penumpang pria dan wanita sejak
desember lalu. Pasalnya, dalam satu tahun pihak perusahaan menerima 351
laporan para wanita yang mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh sepanjang
perjalanan dalam gerbong kereta. Tentu saja, jumlah tersebut masih sangat
jauh dari angka sebenarnya. Sebab, banyak kasus pelecehan seksual yang tidak
terlaporkan dengan berbagai alasan dan kondisi.

Di negara kita, Indonesia yang berketuhanan yang maha esa dan berkemanusiaan
yang adil dan beradab. Ternyata tidak lebih beradab dari negeri Paman Sam
sekalipun. Di AS, jika anda tidak senang karena diperhatikan orang lain,
anda bisa menuntutnya ke pengadilan. Di Singapura lebih tegas lagi, memegang
(maaf) pantat wanita, hukuman cambuk siap menanti.

Sementara itu, Allah berfirman, Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu,
anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu'min: "Hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya
mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak diganggu, Dan Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)

Ayat diatas menjelaskan bahwa salah satu hikmah memakai busana muslimah
ialah "supaya lebih mudah diketahui, sehingga tidak diganggu." Kata yu'rafna
berarti diketahui, dikenal, dipersepsi - ini berhubungan dengan persepsi
sosial. Fa la yu'dzain - sehingga tidak diganggu - menunjukkan efek
behavioral yang timbul sebagai akibat persepsi yang mendahuluinya.

Bagi kita para muslimah, dengan jilbab yang dikenakan, ingin menunjukkan
pada dunia bahwa kita menolak seluruh sistem jahiliyyah dan ingin hidup
dalam sistem Islami. Namun anehnya, tidak sedikit perlakuan amoral yang
menimpa para jilbaber.

Wanita manapun pada dasarnya tidak ingin diganggu atau dilecehkan, terlebih
di tempat-tempat umum seperti di kendaraan atau di Mall. Bukan lagi hal yang
langka jika dikendaraan terjadi pelecehan seksual. Bahkan kendaraan umum
bisa jadi merupakan tempat 'strategis' bagi oknum pria (yang iseng) untuk
memangsa korbannya. 

Sayangnya, tidak ada data statistik jumlah perlakuan memuakkan itu terjadi
di Indonesia. Selain karena hal itu merupakan hal yang tabu bagi si korban
(biasanya korban enggan melaporkan kejadian tersebut dengan berbagai
alasan), egoisme masyarakat kita pun sangat kentara dalam hal ini. Pikirnya,
selama hal itu tidak terjadi pada dirinya,(atau keluarganya yang wanita), No
Comment. Selain itu, yang juga menumbuhsuburkan praktek-praktek pelecehan
seksual itu adalah tidak adanya pasal hukum yang tegas bagi pelaku.
Akibatnya mereka semakin liar melakukan kejahatan seksualnya, sementara para
korban (sesuai sifat kewanitaan) lebih banyak diam tanpa sedikitpun
perlawanan. Tentu tidak semua wanita diam tanpa aksi ketika mengalami hal
tersebut.

Perlu diketahui, dari pengakuan beberapa wanita, ada beberapa tipe sikap
pria didalam kendaraan umum berkenaan dengan pelecehan seksual ini. Pertama,
yang tidak sengaja, karena kondisi menyebabkannya terjebak dan harus
berhimpitan dengan wanita.Ia pun akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak
bersentuhan. Kedua, pura-pura tidak sengaja, seolah tidak mengharapkan
keadaan berhimpitan, namun sesungguhnya merasa 'beruntung'dengan posisinya.
Dan ketiga, yang jelas-jelas sengaja, dengan berbagai cara mencari
kesempatan untuk bersentuhan dengan wanita dan menikmati ! Sementara, pelaku
pelecehan seksual itu tidak pernah memilah-milih korbannya, asalkan berjenis
kelamin wanita, (biasanya) masih muda, serta tidak peduli berjilbab (pakaian
muslimah) atau tidak.

Seluruh bagian tubuh wanita, dari atas ke bawah sangat sensitif. Hal itu
membuat modus pelecehan seksual pun bisa bermacam-macam, mulai dari melihat
dengan tatapan penuh nafsu, menyentuhkan lengan (atau bagian lainnya) ke
bagian-bagian tertentu, memegang pundak, menggesek-gesekkan kaki/paha ke
kaki si korban, hingga menempelkan (maaf) kemaluannya ke bagian-bagian tubuh
korbannya. Jangan lupa, termasuk dalam pelecehan seksual jika sekelompok
laki-laki berbicara keras-keras tentang hal yang berhubungan dengan tubuh
wanita.

Jika demikian, siapa sesungguhnya yang bertanggung jawab jika kejadian
seperti diceritakan diatas berulang dan terus berulang, atau sikap apa yang
mesti diambil (baik si korban maupun masyarakat lain yang menyaksikan). Jika
kendaraan (kereta, bus, mikrolet dan lain-lain) dalam keadaan kosong, kita
bisa pindah tempat sejauh mungkin dari laki-laki usil itu. Tapi, bagaimana
dengan kendaraan yang penuh sesak, dimana orang-orang saling berhimpitan.
Terlebih pada jam sibuk (pergi dan pulang kantor). Jumlah kendaraan umum
yang terbatas dan penuh sesak inilah penyebab munculnya kesempatan dalam
kesempitan. 

Berikut beberapa tips yang mungkin bisa bermanfaat:

Tindakan Preventif
- Upayakan mendapat tempat duduk (hati-hati, dudukpun tidak menjamin anda
terhindar dari pelecehan).
- Jika tidak, jangan berdiri di pintu yang merupakan tempat keluar masuk
penumpang.
- (Upayakan) Tidak berdiri di ruas jalan antara kursi, yang memungkinkan
terjadinya pergesekan dengan kondektur atau penumpang lain.
- Cari posisi/tempat yang minim jumlah prianya (sebab kita tidak tahu mana
yang baik atau tidak)
- Lindungi bagian-bagian sensitif anda dengan map, diktat atau tas. Jika
tidak membawanya, sebisa mungkin lindungi dengan tangan.
- Tidak membelakangi penumpang pria

Teguran
Orang Indonesia terkenal ramah dan pemaaf, namun jika urusan yang satu ini
menimpa anda, jangan sekali-kali menegur dengan kata "maaf". Sebab
semestinya merekalah yang meminta maaf atas perlakuannya. Tegur dengan
bahasa yang tegas bahwa mereka berbuat tidak sopan dan menjijikkan yang anda
tidak menyukainya. Anda tidak perlu takut, bahkan seharusnya sangat berani,
karena anda sudah diperlakukan tidak senonoh di tempat umum.

Sikap Dan Tindakan Yang Tegas
Jika dengan teguran, pelaku tidak jera dan dengan innocent meneruskan
aksinya, 
- Ambil tindakan antisipatif, bisa dengan menepak tangan usilnya, atau
memukul bagian lainnya yang menjadi perantara keusilannya.
- Libatkan orang lain dalam menyikapinya, yakinlah masih banyak pria
baik-baik yang juga tidak senang melihat perilaku pelecehan seksual dan
bersedia melindungi anda.
- Yang paling efektif adalah, anda sedikit bersabar untuk menunggu bus yang
agak lengang.

Dengan demikian, mudah-mudahan para pelaku akan kapok dan pelecehan seksual
di kendaraan umum bisa diminimalisir dengan sikap tegas serta adanya
kepedulian (sesama perempuan) dan kebersamaan bertindak. (bay)

---
Outgoing mail is certified Virus Free.
Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
Version: 6.0.225 / Virus Database: 107 - Release Date: 12/22/00


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke