Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, sesungguhnya, segala
pujian adalah untuk Allah, Tuhan Pencipta dan Pemelihara seluruh sistem
dengan Kasih dan Sayang yang tiada terbatas. Dia-lah yang memiliki wewenang
memberikan penilaian akhir dari setiap amal makhluk-Nya. Kepada-Nya kita
sepatutnya mengabdi dan memohon segala pertolongan.
---
Saudaraku Dutamardin Umar yang selalu dikasihi Allah, semoga Anda selalu
dapat merasakan hal ini setiap saat. Saya do'akan semoga Saudaraku berserta
seluruh keluarga di negeri orang ini, selalu memperoleh kemudahan dan
kekuatan untuk beribadah kepada Allah dan memohon pertolongan hanya kepada-Nya.
Terima kasih telah secara khusus menulis untuk mendapatkan penjelasan
tentang "suara wanita sebagai aurat" ini.
>Baru-baru ini saya menghadiri perayaan 1 Muharam,
>oleh masyarakat Indonesia di Washington, DC
>yang acara intinya pengajian oleh seorang ulama
>bernama Syech Jusuf Estees. Beliau tadinya pastor di Texas
>yang akhirnya memeluk Islam dan menjadi da'i.
>Sebelum ceramah acara disemarakkan lebih dahulu dengan
>persembahan Nashid yang terdiri dari muslim dan muslimah.
>Tanpa disadari lebih awal, ternyata sang Syech tidak berkenan
>dengan acara penampilan nashed oleh wanita. Beliau
>menyebutkan pada ceramahnya bahwa suara adalah salah satu
>aurat wanita. Artinya haram bagi pria mendengar suara
>wanita yang bukan muhrimnya. Seorang hadirin menanyakan
>dalil pengharaman itu. namun tidak mendapatkan jawaban
>spesifik. Bisakah saudaraku membantu mendapatkan
>ayat atau hadis atas "fatwa" beliau itu?
>
>Terima kasih atas bantuannya.
>
>Wassalam
>
>D. Umar
Maafkan saya, saya belum menemukan satu referensi pun yang menjelaskan
tentang "lagu suara wanita sebagai aurat", kecuali bahwa "yang disebut
aurat bagi wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali muka dan telapak
tangannya dan jika dikhawatirkan akan membawa fitnah, maka keduanya pun
dapat atau wajib ditutup". Tidak ada perbedaan di antara empat imam mazhab
(Maliki, Hambali, Syafi'i dan Hanafi. Khusus untuk Hanafi, pergelangan
hingga tapak kaki juga dianggap bukan aurat) di dalam Islam.
Namun demikian, jika kita merujuk kepada "metoda menegur imam yang salah
langkah di dalam shalat", maka wanita hanya dibolehkan "memukulkan telapak
tangan yang satu ke punggung telapak tangan lainnya hingga berbunyi".
sedangkan bagi lelaki, metoda menegurnya dengan mengucapkan "subhanallah"
dengan bersuara. Dua perbedaan ini, sepertinya memberi isyarat kepada kita
bahwa "perempuan sebaiknya jangan memperdengarkan suara untuk orang banyak
(jamaah shalat)" (sedangkan untuk berbicara kepada satu orang meskipun
bukan muhrimnya, saya juga belum mendapatkan petunjuk-Nya).
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah "apakah perilaku dalam shalat
itulah yang harus menjadi perilaku setiap muslim dalam kesehariannya ?".
Jawaban kita masing-masing adalah sangat tergantung dengan tingkat keimanan
kita masing-masing. Orang yang ingin selalu membersihkan dirinya dari
perangkap subhat yang disebut WARA', tentulah akan menjawab "ya" dan
melaksanakannya dalam keseharian hidupnya. Ini adalah tingkat keimanan yang
di atas orang kebanyakan. Mungkin Syeich kita yang pernah menjadi Pastor
itu pun berada pada tingkat ini. Konon, ketika Gus Dur masih menjadi Da'i /
Penceramah Agama Islam, pernah diundang untuk berceramah dalam suatu acara
peringatan "... nabi", sebelum beliau naik ke mimbar, digelarkan
tari-tarian dan nyanyian nasyid oleh muslimah (mungkin sama dengan
Saudaraku Dutamardin Umar temukan di Washington DC itu). Begitu, giliran
beliau naik ke mimbar, beliau hanya menyampaikan keberatan beliau tentang
pergelaran tersebut dan kemudian beliau "ngacir" turun mimbar dan
mininggalkan acara itu. (mohon maaf kepada Saudara-Saudara yang agak anti
Gus Dur :)).
Untuk kita, lakukan saja yang mampu kita lakukan dan sesuai dengan tingkap
kestabilan iman kita saat ini. Tak usah kita memaksakan diri dulu. Insya
Allah, dari hari ke hari yang kita usahakan untuk selalu mengikuti seluruh
petunjuk Allah.
Agaknya sampai di situ dulu sekedar komentar dari saya, yang sama sekali
tidak menyertakan referensi yang baru dan memadai. Semoga Saudaraku
berkenan adanya. Kepada Allah hamba memohon ampun, jika telah melampaui
batas-batas wewenang hamba dalam memberikan jawaban ini.
As-Salaamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Syaifuddin Ma'rifatullah - Aceh.
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================