|
Bagi Urang Minang nan ado di Jakarta, Bogor, Bekasi
(Jabotabek), iko adoh snek ambo agiah tahu
salam
Khatib Batuah
Pers
Rilis: Minang
Marantang Sayang Di Gelora Bung Karno JAKARTA--
Sekitar 100.000 perantau Minang di Jakarta, Bogor dan Bekasi (Jabotabek)
dipastikan memenuhi Gelora Bung Karno pada acara 'Minang Marantang Sayang', 27
Mei 2001. Kegiatan ini diadakan dalam rangka pengukuhan pengurus baru organisasi
Gebu Minang Periode 2001-2004 dan Pengangkatan Gubernur DKI Jaya Sutiyoso
sebagai 'Mamak Urang Minang di Jakarta'. Hal
itu disampaikan Nyonya Ida Hasyim Ning selaku Ketua Panitia Minang Marantang
Sayang kepada pers di Jakarta,
kemarin. Ida juga didampingi Pengurus Gebu Minang hasil Mubes Gebu Minang
III di Bukittinggi Januari 2001 lalu. Menurut
Ida, Minang Marantang Sayang merupakan upaya orang Minang menyebar kasih dan
memperkuat tali persaudaraan demi keutuhan dan kesatuan bangsa secara nasional.
Baik persaudaran antar sesama perantau Minang maupun persaudaraan dengan
masyarakat lingkungann tempat tinggalnya. Apalagi
sebagai bangsa yang kuat menjunjung adat istiadatnya, kata Ida, orang Minang
selalu mentaati falsafah adat yang tak lekang karena panas dan lapuk karena
hujan. Kapanpun dan di manapun, jiwa keminangkabauan tidak akan terlepas dari
diri setiap bangsa Minangkabau, baik yang terlahir di kampung halaman maupun
yang terlahir dan besar di perantauan. Salah
satunya falsafah yang terus dijunjung orang Minang adalah dimana bumi dipijak di
situ langit dijunjung. Dalam
tafsirannya dimanapun orang Minang berdomisili selalu bersosialisasi dengan baik dan
mampu melebur diri sesuai dengan adat dan budaya setempat. Karena
itulah, kemana pun orang Minang merantau dia selalu mencari mamak atau
pimpinannya setelah ia meninggalkan mamak di kampung halamannya. Khusus untuk di
Jakarta, orang Minang yang merantau di Ibu Kota ini yang berjumlah lebih kurang
2 juta orang, sangat membutuhkan
seorang panutan, yang diharapkan bisa mengayominya. "Setelah
melewati musyawarah yang a lot dalam berbagai kesempatan pertemuan, agaknya
condong mata tertuju kepada Bapak Sutiyoso, yang ketika dikonfirmasikan kepada yang
bersangkutan juga tidak keberatan
menjadi mamak urang Minang di Jakarta," jelas Ida pula. Menurut
Ida, gelar mamak serupa, telah diberikan ke beberapa walikota dan camat di
berbagai tempat di Jakarta. Kegiatan itu dilakukan oleh berbagai paguyuban
perantau Minang di masing-masing tempat berdomisilinya. Dalam
kesempatan yang sama Humas Panitia Razali yang didamping Yelia Mangan
menjelaskan, Acara Minang Marantang Sayang ini juga dimeriahkan dengan
penampilan artis-artis asal Sumatera Barat dan operet Malin Kundang yang
diproduksi oleh Ely Kasim dan Nazief Basir, artis legendaris dari
Minangkabau. Kendatipun
perantau Minangkabau sekitra 2 juta di Jakarta, karena kapasitas Gelora Bung
Karno hanya 100.000, kata Razali,
undangan yang disebar untuk kegiatan ini hanya sebesar kapasitas stadion
tersebut. Bagi udangan yang beruntung akan mendapat doorprice berupa umroh untuk
dua orang dan tiket pulangkampung gratis untuk 60 orang, yang keduanya merupakan
sumbangan dari Yayasan Al Hakim, Jakarta. Tentang
Gebu Minang Gebu Minang lebih
dikenal dengan 'Gerakan Seribu Minang', yang dilembagakan secara formal sebagai
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan nama Lembaga Gebu Minang (LGM) dan
Yayasan Gebu Minang (YGM). Sebagai LSM, maka LGM ini menggerakan para
Perantau Minang untuk menginvestasikan dananya kepada perangkat-perangkat yang
disiapkan guna pengembangan perekonomian masyarakat kecil, sekaligus
mengembangkan nilai-nilai budaya masyarakat Minangkabau. Sedangkan YGM adalah badan usaha (nirlaba)
yang berfungsi sebagai motivator, fasilisator, dan dinamisator, serta pembinaan
dan pengawasan dalam pengembangan perangkat-perangkat Gebu Minang, baik dalam
artian pengambangan perangkat secara profesionalisme maupun dalam mengarahkan
peranan dan fungsi perangkat-perangkat tersebut, agar tetap tidak menyimpang
dari pola dan sasaran Gebu Minang. Sasaran dan tujuan Gebu Minang adalah
meningkatkan kemampuan para pengusaha kecil, meningkatkan kualitas dan
kemandirian masyarakat baik, secara ekonomi dan budaya, serta terwujudnya
nagari-nagari mandiri di Sumatera Barat, dengan kosentrasi kepada pemberdayaan
ekonomi pedesaan. Perangkat yang disiapkan Gebu Minang untuk
mencapai sasarannya yaitu; Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai perangkat dalam
bidang permodalan, PT. Gebu Niaga Nusantara (PT.GNN) sebagai perangkat dalam
bidang Traiding House, Pusat Pengkajian, Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya
Manusia (P4SDM) sebagai perangkat dalam bidang SDM, dan usaha Penerbitan
(buku-buku dan majalah ‘Serunai’) sebagai perangkat dalam bidang promosi budaya
dan SDM, serta PT.MinangNet sebagai perangkat dalam bidang Portal
Internet. Perangkat-perangkat tersebut didirikan
dengan modal urunan para perantau dengan pola kepemilikan seperti koperasi.
Modalnya dimiliki oleh puluhan bahkan ratusan orang tanpa ada yang mayoritas.
Sejak awal dan setelah pendirian setiap perangkat Gebu Minang telah go-public.
Sementara dalam pengelolaannya dilakukan secara profesional sebagaimana lazimnya
perseroan terbatas. Meskipun hingga saat ini belum semua
perangkat tersebut berfungsi penuh, namun dalam kurun waktu 10 tahun ini apa
yang telah dilakukan dan dicapai perangkat yang ada ternyata sangat relevan
dengan kebutuhan masyarakat dan telah berperan optimal dalam mencapai sebagian
sasaran dan tujuan Gebu Minang. Gerakan
Seribu Minang akhirnya dihentikan tidak lama setelah pendirian Gebu Minang dan
perangkatnya, apalagi Mubes II Gebu Minang, 24 Desember 1989 yang juga diadakan
di Bukittinggi sepakat untuk mengubah
Gerakan Seribu Minang (Gebu Minang) menjadi Gerakan Ekonomi dan Budaya
Minang. Sedangkan
Mubes III Gebu Minang pada 5-6 Januari 2001 lalu menetapkan pengurus baru Gebu
Minang Periode 2001-2004, perubahan Anggaran Dasar dan Porgram kerja hingga
2004. Mubes III mentapkan Fasli Jalal sebagai Ketua Umum Gebu Minang 2001-2004.
Ia dibantu oleh Dt. Hakim Tanthowi, Adityawarman, Prof Jurnalis Uddin dan
Sjamsir Kadir. ***
Untuk
informasi selanjutnya Hubungi Panitia Bagian Humas: Yelia
Mangan : [EMAIL PROTECTED]
(08161811577) Maifil
Eka Putra : [EMAIL PROTECTED]
(08129258794)
|
- RE: [RantauNet] Acara Gebu Minang di Senayan Maifil Eka Putra
- RE: [RantauNet] Acara Gebu Minang di Sena... Alfian - [North Duri Cogen]

