kapado dunsanak nan duduak dilapauko , baa pulo pandapek awak kasadonyo tantang rencana riauko? dan baitu pulo tantang nagari minang, iko beritanyo dari republika ambo lampirkan: Kamis, 07 Juni 2001 19:38:00 Akan Terjadi Duel Besar Massa PDIP-NU Riau Siapkan UUD Darurat Merdeka Laporan: FANDRI PUTRA MADANI
Pekanbaru-RoL-- Badan Pekerja Kongres Rakyat Riau (BP-KRR) II telah menyiapkan Undang-undang Dasar (UUD) Darurat Riau Merdeka untuk mengantisipasi situasi politik Indonesia yang makin tak menentu. UUD Darurat itu akan dipakai sebagai pedoman bagi negara Riau Merdeka, yang rencananya akan diproklamirkan pada saat pemerintahan Jakarta mengalami kekacauan.
Ketua BP-KRR II, Drs Al Azhar MA dalam jumpa pers di Pekanbaru, Kamis (07/06/01), belum bersedia merinci draf UUD Darurat itu. Namun yang pasti, bentuk negara Riau nanti adalah negara federasi. ''Pokoknya sudah kita siapkan, tapi tidak kita sosialisasikan sebagai wacana. Namun jika ada yang kurang tepat, nanti akan kita amandemen,'' ujarnya.
Menurut Azhar, ada tiga skenario yang mungkin terjadi dalam waktu dekat bila melihat situasi politik Indonesia saat ini. Pertama, dekrit presiden keluar sehingga menimbulkan kekacauan di Jakarta. Akibatnya, pemerintahan tak jalan. Kedua, dekrit presiden keluar dan TNI mengambil alih kekuasaan. Akibatnya, Jakarta juga kacau. Dan ketiga, Sidang Istimewa jalan, namun konstelasi politik di Jawa Timur meningkat. Akibatnya, juga akan terjadi pertumpahan darah karena massa NU akan berhadapan dengan massa PDI-P.
Jika ketiga skenario itu betul-betul terjadi, kata Azhar, Riau harus cepat-cepat menyelamatkan diri. "Kita harus siap masuk perahu Riau karena kita tak mau sama-sama tenggelam dengan kapal Indonesia," katanya. Untuk itulah, menurut Azhar, UUD Darurat dipersiapkan. Ia berharap pemerintahan darurat ini berjalan tidak lebih dari 1 tahun, untuk selanjutnya betul-betul menjalankan pemerintahan definitif.
Tokoh muda yang berambut panjang ini menegaskan pernyataan ini bukan untuk menggertak Jakarta. Dan tidak ada pula hubungannya dengan mundur atau bertahannya presiden Abdurrahman Wahid. Sikap itu dikeluarkan sebagai bentuk tanggungjawab moral BP-KRR II yang diberi mandat oleh masyarakat Riau untuk memerdekakan Riau secara damai.
Selain menyiapkan UUD darurat, menurut Azhar, pihaknya juga telah menerima dukungan dari sekitar 100 orang lebih sukarelawan yang kini berlatih dan mempersiapkan diri di Lybia, Malaysia dan Aceh. Juga ada dukungan massa yang jumlahnya ribuan orang dengan jalan mencantumkan tanda-tangan dan stempel jempol berdarah. ''Mereka tidak kita kordinir, tapi mereka berinisiatif sendiri-sendiri,'' ujarnya.(zis)
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=31036&kat_id=21
|