Bagaimana dengan Urang Awak?, semoga Orang Minang tidak mengenal budaya yang menyelesaikan masalah dengan kekerasan, karena kekerasan hanya akan memperbanyak masalah. Dan bukan hanya untuk Urang Awak, tapi untuk seluruh orang Indonesia bahkan seluruh bangsa didunia, bahwa sejuknya angin perdamaian yang membawa setetes embun penyegar, semoga selalu menaburi hati kita yang gersang dan kerontang yang mudah terbakar laksana padang ilalang yang tidak pernah disirami hujan sepanjang tahun.
 
Salam
Marven
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of Muhammad Afdal
Sent: Thursday, June 14, 2001 8:35 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [RantauNet] ini carok madura

itulah sebabnya orang madura di bantai di kalimantan, untuk lebih lengkapnya dapat dibaca dari berita kompas di bawah ini
 
 
Madura, Carok, dan Polisi

Kompas/kartono ryadi
KALAU banyak orang menganggap berurusan dengan polisi ujung-ujungnya duit, demikian juga pada carok. Meski tak ada kaitan langsung, carok, polisi, dan uang, punya relasi yang cukup kuat. Dari penelitian Dr Latief Wiyata bahkan disebutkan, polisi punya peran yang cukup signifikan dalam melestarikan tradisi kekerasan yang harus berakhir dengan kematian ini.

Dalam tradisi carok dikenal upaya nabang yakni merekayasa proses peradilan dengan menyerahkan sejumlah uang kepada oknum aparat agar hukuman jadi ringan, di samping ungkapan ja- kacarok mon tak andi

Kirim email ke