|
REPUBLIKA, Minggu, 17 Juni
2001 22:40:00
'Kiss Me', Cara Jitu Tunda Kepikunan Siapa tak kenal Ronald Reagan.
Mantan bintang film Hollywood ini pernah dikenal
seantero jagad karena posisinya sebagai pemimpin negeri adidaya, Amerika Serikat. Tapi kini, ia bukan lagi presiden. Dan jika namanya kerap disebut-sebut orang pada tahun-tahun terakhir ini, tak lain itu lantaran demensia (kepikunan) Alzheimer yang dideritanya. Demensia, menurut dr Martina,
psikiater dari Fakultas Kedokteran
Universitas
Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), adalah suatu
penurunan
atau gangguan fungsi memori (daya ingat) dan daya pikir lainnya yang
terjadi
perlahan-lahan, semakin lama semakin memburuk dan mengganggu aktivitas
sehari-hari
orang yang terkena.
Sampai saat ini, masyarakat
Indonesia masih menganggap lumrah kepikunan pada
usia
lanjut. Padahal menurut Martina, pikun adalah penyakit yang bisa diatasi
gejalanya.
Artinya, meski pikun merupakan proses alami yang tak dapat dihindari, tapi bisa
dihambat
kehadirannya. Buktinya ada orang yang sudah pikun pada usia 60 tahun, namun
ada
orang yang justru meraih puncak kesuksesannya pada usia di atas 80 tahun. Sebut
saja
misalnya Mac Donald Crichley, seorang neurolog yang masih mampu menulis
biografi
Hunghlings Jackson saat usianya menginjak 98 tahun. Atau Harland Sanders yang
lebih
dikenal sebagai Kolonel Sanders yang berhasil mempatenkan resep rahasia
Kentucky
Fried Chicken di usianya yang ke-74.
Sukses yang dipetik Sanders dan
Crichley, menurut dr Sidiarto Kusumoputro, wakil
ketua
Asosiasi Alzheimer Indonesia (AAI), dimungkinkan karena otak manusia
berkembang
sampai usia berapapun. Sehingga meski sudah berusia lanjut masih mungkin
meraih
sukses atau yang disebut dengan successful aging.
Dijelaskan, untuk mencapai
successful aging seseorang harus senantiasa
menggunakan
otaknya. Otak mahusia, menurut Sidiarto, memiliki dua bagian, yakni belahan otak
kiri
dan belahan otak kanan. Otak kiri berperan sebagai alat pengetahuan atau
intelegensia.
Sedangkan otak kanan berfungsi sebagai pemecah masalah. ''Kalau belahan otak
kanan
seseorang mengalami penurunan fungsi, maka orang itu akan mengalami apa
yang
dinamakan linglung. Sedang jika belahan otak kiri yang mengalami penurunan,
maka
orang itu akan mengalami kepikunan,'' papar Sidiarto.
Untuk menghindari penurunan fungsi
secara dini pada kedua belahan otak itu,
maka
seseorang harus menggunakan keduanya secara bersamaan dan saling mengisi.
Nah,
berikut ini Sidiarto memberikan beberapa jurus yang bisa diterapkan untuk
menghambat
penurunan fungsi otak kanan maupun otak kiri. Dan ia menyebut ini sebagai jurus
'Kiss
Me'. Apa sajakah itu?
K: komunikasi. Tetaplah menjaga
komunikasi dengan teman-teman sebaya atau
dengan
orang di sekitar Anda.
I: imajinasi. Kembangkan imajinasi Anda seluas-luasnya, tanpa harus merasa dibatasi oleh usia. S: sosialisasi. Terus menjalin
silaturahmi dengan cara mengunjungi teman, kerabat,
dan
handai taulan.
S: spiritualisasi. Jalankan kehidupan beragama dengan sebaik-baiknya. M: musik. Ternyata musik tidak hanya
baik bagi janin atau anak-anak
untuk
perkembangan otaknya, tapi juga baik bagi para lansia untuk menghambat
kepikunan.
E: emosi. Jagalah emosi Anda agar tetap stabil. Sebab emosi berkaitan dengan hipertensi, dan hipertensi merupakan salah satu faktor penyebab Alzheimer. Adakah cara lain?
Ternyata masih ada. Dan caranya
tidak terlalu sulit yaitu sering mengasah otak
kita
dengan misalnya mengisi teka-teki silang atau membaca. Asyik bukan? mg02
|

