Title: Republika Online : http://www.republika.co.id
31 Juli 2001
100 Orang Minang Pindah Agama

PADANG -- Berdasarkan temuan terbaru, dalam lima tahun terakhir, sebanyak 100 orang Minang keluar dari agama Islam dan menjadi pemeluk Kristen. Mereka yang murtad itu, sebanyak 85 orang menjadi penginjil dan 20 lainya menjadi pendeta.

Dalam temuan itu juga disebutkan, Sumbar dan Jabar menjadi sararan utama kristenisasi. Malah ditargetkan 50 persen orang Minang masuk ke agama itu. Sejauh itu, belum ada upaya maksimal yang dilakukan di daerah itu.

Data ini dikemukakan oleh Sekjen Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta) Abu Deedat Syihab MA, di Padangpajang, pekan lalu. "Jika data itu benar, secara pribadi saya sangat menyelasinya," kata Sekretaris Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar M Sayuti Dt. Rajo Penghulu, kepada Republika, di Padang, Senin (30/7).

Menurut Sayuti, pemurtadan itu, sangat disesali, karena hal itu menunjukkan orang Minang kecolongan. "Kita kecolongan di siang hari," kata dia. Sayuti mengimbau para penghulu adat di nagari-nagari, untuk benar-benar mengawasi anak kemenakannya. "Pengawasan sangat penting, sebab ini soal agama," katanya.

Bagi Sayuti, pemurtadan benar-benar tidak bisa diterima, karena jelas-jelas merusak sendi-sendi kehidupan umat Islam. "Jangan diakali juga, nanti masyarakat akan marah besar," kata dia.

Ia juga menyesali pemuka masyarakat di nagari-nagari tidak bisa mengawasi orang kampungnya. "Sudah saatnya kita sangat serius untuk menghentikan hal yang satu ini," katanya pula.

Peryataan bahwa orang Minang murtad, sudah dilansir beberapa tahun silam. Namun, Sekjen Fakta kembali menyebutkan temuan terbarunya. Berbicara pada kesempatan pelatihan kristologi di Masjid Jihad Padangpanjang, Sekjen Fakta Abu Deedat menyatakan, upaya kritenisasi dilakukan lewat satu proyek bernama 'Kristenisasi Adalas 2000'. Proyek ini akan dan telah membangun dua ribu pos penginjil di Sumbar. Tagetnya 50 persen orang Minang harus murtad. Hal yang sama juga dilakukan di Jawa Barat dengan sebutan 'Yeriko 2000'.

Pelatihan kristologi di Padangpanjang itu, dilaksanakan oleh Yayasan Maarif Padangpanjang bekerjasama dengan Forum Jemaah Masjid Sumbar (FJMSB) Jakarta. Pelatihan itu diikuti oleh mubaligh, remaja dan anak-anak sekolah. n rul



Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di : http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=38535&kat_id=61

Kirim email ke