http://www.mediaindo.co.id/cetak/news.asp?id=2001080300044538 Longsor Susulan masih Mengancam Padang Media Indonesia - Nusantara (03/08/2001 00:04 WIB) PADANG (Media): Sekitar 450 jiwa korban bencana tanah longsor di Padang hingga kemarin petang masih ditampung di sejumlah tempat pengungsian karena sebagian besar rumah mereka tidak bisa ditempati lagi. Bencana susulan dikhawatirkan bakal terjadi karena awan mendung masih menyelimuti Kota Padang. Penduduk yang bermukim di Kecamatan Padang Selatan, terutama di lereng Bukit Teluk Bayur, Mata Air, Batang Arau, Seberang Palinggam, dan Bukit Air Manis telah diminta mengungsi oleh Wali Kota Padang Zuiyen Rais guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih besar. Sementara itu dua bocah--Erizal, 7, dan Warman, 6--yang dilaporkan hilang saat bencana longsor terjadi, kemarin, ditemukan oleh keluarganya dalam keadaan selamat di tempat pengungsian. Akibat bencana tersebut, hingga kemarin jumlah rumah yang rusak bertambah menjadi 106 unit, bangunan sekolah tujuh unit, dan masjid tiga unit. Sekitar 100 ton pupuk urea yang tersimpan di gudang Mata Air juga rusak terendam air. "Prasarana jalan menuju objek wisata Batu Malin Kundang di Air Manis sepanjang 6 km juga rusak. Kerugian akibat bencana tanah longsor ini diperkirakan mencapai Rp 2,9 miliar lebih," kata Zuiyen kepada Media, kemarin. Harus dikosongkan Dari hasil penelitian Dinas Kimpraswil Kota Padang, semua kawasan di sekitar pinggang Gunung Padang (Bukit Gado-gado) sangat rawan longsor karena kemiringannya mencapai 45-75 derajat. "Daerah perbukitan dengan kemiringan demikian tidak layak sebagai tempat permukiman, sehingga harus dikosongkan karena sangat berbahaya," kata Kadinas Kimpraswil Padang Marjohan. Menurutnya, ribuan warga yang tinggal di lokasi rawan bencana itu sudah berkali-kali diperingatkan oleh Pemda Padang menyusul terjadinya musibah yang sama di Bukit Lantik yang merenggut 60 korban jiwa dua tahun lalu. Namun, sampai kini, sebagian besar masyarakat enggan meninggalkan kawasan rawan longsor itu dengan alasan mereka sudah belasan tahun mendiami daerah itu. Sedangkan bencana hanya terjadi sesekali saja. Sementara itu, ribuan murid sejak kemarin terpaksa diliburkan karena sekolahnya masih terendam lumpur. Bangunan sekolah tersebut adalah SD 22, 39, 17, 34, 10, dan SMU Negeri 6 Padang. "Untuk membersihkan lumpur di semua ruang belajar diperlukan waktu sekitar 2-3 hari," kata Marjohan. (GT/E-5) _________________________________________________________________ Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

