Kamis, 03/08/2001
Bank Dunia Bantu Pendidikan Sumbar

PADANG, Mimbar Minang -- Provinsi Sumatra Barat akan mendapatkan bantuan
untuk pening katan pendidikan dasar dari Bank Dunia. Bantu an ini akan
diberikan untuk tiga kabupaten di Sumatra Barat yakni Tanah Datar, 50 Kota
dan Agam.
Kemungkinan bantuan ini, kata Pimpro Peningkatan Pendidikan Dasar Drs. Getri
AR, kepada Mimbar Minang, akan diterima awal Januari 2002.

"Kita belum tahu berapa jumlahnya bantuan itu, karena bantuan tersebut akan
diberikan sesuai dengan program dan hasil pemetaan di masing-masing daerah.
Proyek ini merupakan yang pertama kalinya untuk Sumatra Barat," kata Getri,
yang juga Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Pendidikan Dasar demisioner Dinas
Pendidikan Sumatra Barat.

Sedangkan untuk biaya operasional pemetaan di masing-masing kabupaten
diperoleh dari APBN sebesar Rp240 juta untuk masing-masing kabupaten dan
Rp285 juta untuk operasional panitia provinsi.

"Kita telah memulai proses pemetaan sejak awal 2000 setelah ditentukan
kabupaten yang akan memperoleh bantuan. Kabupaten yang memperoleh itu pun
melalui seleksi tingkat nasional," katanya.

Kabupaten yang memperoleh bantuan ini disebabkan oleh beberap faktor, antara
lain PAD yang rendah saat itu, rata-rata NEM yang rendah, anak putus sekolah
banyak dan jumlah sekolah banyak.

Pemetaan ini, lanjutnya, dilaksanakan pihak kabupaten dengan lintas sektoral,
yakni adanya unsur Bappeda, Dinas Pendidikan, Departemen Agama, LKAAM dan
tokoh masyarakat.

Dari pemetaan akan terlihat kondisi pen-didikan di masing-masing kabupaten,
mulai dari keadaan sekolah seperti kondisi ruang belajar, ketersediaan
buku-buku, jumlah alat-alat peraga, jumlah guru, mutu guru, jumlah siswa,
jumlah anak yang tertampung, anak usia sekolah yang putus sekolah dan proses
belajar mengajar sampai ke kurikulum dan prestasi anak didik.

"Berdasarkan hasil pemetaan akan terlihat dimasing-masing daerah mana yang
lebih mendesak, apakah peningkatan mutu atau penambahan sarana dan parasara.
Ataukah terlalu banyak SD sedangkan murid dan guru kurang sehingga perlu
penggabungan sekolah-sekolah. Berdasarkan itulah akan dibuat program
prioritas," katanya.

Untuk Kabupaten Agam dan 50 Kota, pemetaan sudah selesai, sedangkan Kabupaten
Tanah Datar pada awal Agustus ini berakhirnya. Ditargetkan awal November 2001
sudah dapat dibuat mana program prioritas masing-masing kabupaten. (fin)





Kirim email ke