Assalamualaikum wr.wb.


SEMINAR IMAJINIER...... 3/15

Sehabis  makan siang seminar dilanjutkan lagi untuk  mendengarkan tanggapan  Pak  
Mantiko terhadap sanggahan Pak  Rusdi  sehubungan   dengan   pelecehan arti kata 
AKHIRAT oleh Pak Mantiko. Moderator,   Ir.  Rahman   Nasution  ( bukan nama 
sebenarnya)   yang   memandu acara  seminar  nampaknya  mulai  kelihatan  agak  lesu,  
mungkin karena kekenyangan sehabis makan siang itu, langsung membuka  kembali  seminar 
 tersebut  dengan mempersilakan  Pak  Mantiko  maju kemimbar.

Agak  gelagapan   juga   nampaknya   Pak  Mantiko  untuk  memulai pembicaraannya  yang 
sekaligus pembelaan dirinya itu.Sesungguhnya dia  tak menyangka bahwa makalahnya  itu  
akan  mendapat  kecaman yang  keras  dari  Pak Rusdi salah seorang teman akrabnya  
sesama Pengurus  Masjid didaerah perumahaan perusahaan   dimana   mereka bekerja  ,  
sejak  lima belas tahun yang lampau. Begitu  tajamnya sanggahan yang dilontarkan Pak 
Rusdi ia rasakan. Sebuah   tuduhan mempelesetkan arti ayat-ayat  Al-Qur�an  membuat 
Pak Mantiko jadi      tersentak  kaget.  Tafsiran  AKHIRAT    dengan   YANG  
DITURUNKAN    KEMUDIAN   memanglah  baru  bagi Pak Mantiko. Kendatipun demikian   
tafsiran  itu bukanlan penemuan  dan   hasil  rekaan  Pak Mantiko    sendiri. Tafsir 
yang  dikemukakan  Pak    Mantiko itu diambil dan dikutipnya dari salah satu Tafsir 
Bahasa Inggeris yang  dipinjamnya dari  sebuah library perusahaan  itu, dimana  sang  
pengarang tafsir telah  mentafsirkan  kata  AKHIRAT itu dengan WHAT IS EVER YET TO 
COME.

Pak  Mantiko  tak  ingin mengelak dari tanggung jawab  akan  arti yang  sengaja  ia  
ketengahkan kepada peserta  seminar  itu.  Dan kepada  peserta seminar itu ia akan 
menjelaskan alasannya  kenapa  kenapa  arti  YANG  DITURUNKAN  KEMUDIAN  yang  ia   
pilih  bukan   KAMPUNG  AKHIRAT   sebagaimana  ditafsirkan  MAYORITAS  MUSLIMIN.

Sambil   menyeka  keringat  yang  membasahi  sekujur  tubuh   dan    wajahnya  Pak  
Mantiko melanjutkan  uraiannya   tentang  tafsiran ayat 4 Surat Al- Baqarah yang 
menghebohkan itu.

 �  Saudara  moderator  dan para hadirin  yang  terhormat.  Adapun mengapa  saya  
menafsirkan kata AKHIRAT  dengan  YANG  DITURUNKAN KEMUDIAN  yang dalam hal ini adalah 
WAHYU karena saya,  memandang ayat  ini  secara  utuh  dimana terdiri dari  tiga  
kalimat  yang saling  berhubungan  dan berangkai. Ayat  4  ini  saudara-saudara adalah 
  lanjutan   dari  ayat  3  yang  membicarakan   YUKMINUNA     BILGHAIB   yang seperti 
saya  katakan  pada makalah  saya  adalah berkaitan  dengan soal wahyu  yang kita 
bicarakan diayat  4  ini.

Beriman kepada yang Ghaib  melingkupi percaya kepada apa yang diturunkan kepada  
NabiMuhammad SAW yang dalam hal Allah sebutkan dengan ENGKAU  (unzilailaika)  dan  
yang  diturunkan sebelum Nabi  uhammad  SAW  unzila minqablika)  yang kedua-duanya 
Allah membicarakan masalah  wahyu. Kok   tiba-tiba  diujung  ayat  ke 4 Allah  
membicarakan  KAMPUNG AKHIRAT  yang  tidak ada  hubungannya  dengan  WAHYU kepada  
Nabi  Muhammad  SAW   dan  wahyu sebelum  Nabi Muhammad  SAW.  Kalaulah   yang   
dimaksud   ayat  ini  KAMPUNG  AKHIRAT   kan   tidak   ada hubungannya dengan   UNZILA 
 ILA IKA  dan UNZILA MINQABLIKA  pada  kalimat   1  dan  2   ayat   yang  sama.  Jadi 
arti WABIL AKHIRATIHUM YUQINUUN   disini lebih  tepat untuk ditafsirkan dengan  YANG  
DITURUNKAN  KEMUDIAN MEREKA  YAKIN  yang  dalam  hal ini  adalah  wahyu  yang   dating 
kemudian  sesudah  Nabi Muhammad SAW karena kalimat  pertama  dan kedua  Allah  
membicarakan  iman kepada  YANG  DITURUNKAN  KEPADA      ENGKAU   DAN  YANG   
DITURUNKAN  SEBELUM  ENGKAU.  Jadi   kalimat  ketiga  adalah Allah  menyuruh kita 
untuk  meyakini  wahyu   yang  datang kemudian sebagaimana   kita  mengimani wahyu  
kepada  Nabi   Muhammad   SAW   dan  wahyu  sebelum  beliau SAW.�  Pak   Mantiko 
menutup  penjelasannya  tentang  arti AKHIRAT pada ayat 4 tsb.

Peserta  yang   nampaknya   tidak   seberapa  lagi  yang  tinggal sehabis  makan  
siang  itu  kembali  membahas  arti  akhirat  itu   sesama  mereka  sambil  
berbisik-bisik. Keterangan  Pak   Mantiko   nampaknya    ada   juga   pengaruhnya  
pada  sebahagian   peserta   seminar.  Mereka   umumnya mengerti  kenapa Pak  Mantiko  
memilih tafsiran yang rasional itu  katimbang tafsiran yang umum  beredar dikalangan  
kaum  Muslimin. Benar  juga apa  yang  dikatakan  Pak Mantiko ini pikir mereka.

bersambung ke 4/15


Wassalamu'alaikum wr.wb.

Indra Intan Sati 




RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti menerima 
RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================

Kirim email ke