SEMINAR IMAJINIER 7/15


Assalamu'alaikum wr.wb.

Seminar  kali  ini  direncanakan dua  hari  dengan  dua  pembicara utama,  
masing-masing  Pak Rusdi dengan makalahnya  TINJAUAN  ARTI WABIL  AKHIRATIHUM  
YUQINUUN DARI ASPEK BAHASA DAN  AYAT-AYAT  AL- QUR'AN  dan   Asril Datuk Sinaro SH  
dari Bagian  Public  Relation yang  mengetengahkan makalahnya yang berjudul PERLUNYA 
UMMAT ISLAM BERSATU  DALAM  JAMA'AH UNTUK MEWUJUDKAN KEBANGKITAN  ISLAM  KEDUA KALINYA.

Session  pertama dari seminar ini akan diberikan kepada Pak  Rusdi Sutan Batuah   
untuk  menyampaikan makalahnya  yang kemudian akan ditanggapi oleh Pak Mantiko  sekali 
gus  mengemukakan  hujjah-hujjahnya pula untuk  menyakinkan  orang bahwa  Tafsirnya  
tentang kata AKHIRAT itu adalah tidak  melenceng dan sesuai dengan kaidah Bahasa Arab.

Bertindak  sebagai  pemandu seminar kali ini adalah  Insinyur  Rona Mayang  Sori,  
bekas  aktifis HMI, kelahiran  Payakumbuh,  seorang Programmer  muda  lulusan  UI. 
Gadis  manis,  bermuka  oval   yang  seharinya-harinya  memakai  kacamata  dan  
berjilbab   itu   telah      ditunjuk  oleh  Panitia  atas usulan   Insinyur  
Burhanuddin  sebagai moderator dalam seminar yang bergengsi ini. Hampir sembilan  
puluh prosen  anggota  Panitia  melibatkan   sarjana-sarjana  muda  yang berasal  dari 
 berbagai disiplin ilmu, yang  mengabdikan  diri  di perusahaan itu.

Seminar   kali  ini  memang  lebih  berbobot  dari  yang  pertama, terbukti  dari 
undangan yang disebarkan dan peserta yang  hadirpun melibatkan  bukan  hanya karyawan 
perusahan saja  tetapi  diantara undangan  nampak beberapa kalangan muballigh dan  
juga  dua  orang dosen  IAIN sebagai pengamat yang didatangkan dari Jakarta.  Pihak 
perusahaan  juga  memberikan  support  yang  besar  bagi  kegiatan keagamaan ini.

Seminar   dibuka   secara  resmi  oleh  salah seorang Manajer Perusahan   dan  
dilanjutkan   dengan  pembacaan  ayat-ayat  Suci  Al-Qur'an   yang  diantarkan oleh 
Sitti Hayyinah seorang perawat bidan dari   Bagian Medical,  diikuti  dengan  
saritilawah  yang  diantarkan  Muhammad Wahyunanda   dari Bagian Transportasi. Tepat 
jam 9:00  siang  hari Sabtu  itu,  sehabis  kata  sambutan  dari  Panitia  dan  
Pimpinan Perusahaan  yang  pada  intinya  mengucapkan  terima   kasih dan penghargaaan 
 yang setinggi-tingginya kepada Panitia  dan  Peserta atas  usaha  mereka  mengadakan  
seminar  itu,  acarapun  langsung dilanjutkan  dengan  mempersilakan  Pak  Rusdi   
membacakan makalahnya.

Makalah   Pak  Rusdi  dibaginya   atas  dua  bahagian  yang akan dibacakan  dalam  dua 
 kesempatan yang berbeda.  Bahagian  pertama dari  makalah  itu  menyimpulkan bahwa 
WABIL AKHIRATIHUM  YUQINUUN yang  terdapat  dalam  ayat  4  Surat  Al-Baqarah  itu 
MERUPAKAN KALIMAT  YANG BERDIRI SENDIRI SECARA MAKNA DAN PENEGERTIAN MENURUT BAHASAN  
TATA BAHASA ARAB sedangkan bahagian kedua adalah  KUTIPAN DARI  AYAT-AYAT AL-QUR'AN 
DAN TAFSIR-TAFSIR YANG MENJELASKAN  ARTI KATA AKHIRAT.

Dengan  mengucapkan salam dan diiringi Syahadat Pak Rusdi langsung membacakan  bagian 
pertama dari makalahnya. Setelah memperkenalkan dan  menjelaskan kerangka berpikirnya 
dalam menafsirkan AL-QUR'AN, selanjutnya  Pak Rusdi  mengajak agar semua peserta 
seminar  tetap tenang  dan sabar karena iman mereka sedang diuji oleh  Allah  dan 
tiada  tempat  kita minta tolong kecuali kepadaNya  dan  hendaklah kita   senantiasa  
ingat  dan  menyadari  bahwa   Allah  itu  akan bersama orang-orang yang sabar.

Selanjutnya  Pak  Rusdi  menghimbau  Pak  Mantiko  agar segera menyadari  
kekeliruannya mumpung hayat masih dikandung  badan  dan hendaklah  kembali  kepada 
Islam yang hakiki  berlandaskan  Qur'an dan  Hadits,  karena  itulah  standar 
kebenaran  bagi  kita  ummat Islam. Pak Rusdi juga mengutip sebuah ungkapan orang 
tua-tua  dari Minangkabau  yang  berbunyi SASEK DIUJUANG JALAN  BALIAK  KAPANGKA 
JALAN,  sekaligus  mengajak Pak Mantiko untuk kembali  sebagaimana dahulu,  untuk  
saling  bekerja sama dalam ukhwah  Islamiyah  demi mewujudkan   kemenangan  Islam  
yang  dicita-citakan. Untuk memperkuat  hujjahnya beliau mengetengahkan enam buah 
Tafsir  yang dijadikan  sebagai rujukannya disamping beberapa buah  kamus  yang 
menjelaskan arti kata AKHIRAT tsb.

"  Ini  perlu  dijelaskan  terutama  kepada  Saudara  Mantiko  dan Saudara-Saudara  
yang  sepaham dan menerima paham beliau atau yang juga  sealiran dengan  beliau,  
bahwa keenam  Tafsir  ini bisa dipertanggung jawabkan, baik  itu  secara logika  
maupun  keilmiahannya, dari dunia sampai ke  akhirat.  Dan tidaklah  mungkin  JEMA'AH 
akan bersepakat dalam kesesatan",  kata beliau mengutip sebuah Hadits dari Rasulullah 
SAW."

Kemudian   Pak   Rusdi  langsung  membahas  arti  WABILAKHIRATIHUM YUQINUUN yang 
katanya ditinjaunya dari aspek TATABAHASA.

"  Saudara-Saudara yang terhormat, kalau kita melihat ayat 4 Surat Al-Baqarah  ini  
secara  utuh maka kita bisa  berkesimpulan  bahwa ayat  ini  adalah lanjutan dari 
kalimat ke 2 ayat  2  dengan  kata penghubung   (relative  pronoun)  WALLADZINA   
untuk menerangkan RELATOR  yang  dalam hal ini adalah kata MUTTAQUUN  yang  terdapat 
pada  kalimat 2 diujung ayat 2 yang mendahuluinya itu.  Jadi  ayat ini   merupakan   
RELATIVE   CLAUSE   (anak-anak   kalimat) yang menerangkan kata MUTTAQUUN tersebut. 
Ayat 4 ini juga terdiri  dari dua anak kalimat yaitu:

1. yukminuuna  bima unzila ilaika, wama unzila  minqablik.(Mereka yang  beriman  
dengan apa yang diturunkan kepada  engkau  dan  apa yang diturunkan sebelum engkau).

2. wabilakhirati  hum  yuqinuun  (  Mereka   yang   yakin   akan AKHIRAT).......  
disini  kita  belum  terjemahkan  lagi  kata AL-AKHIRAT.

Dari  kedua kalimat yang kami sebutkan diatas kita bisa  mengambil kesimpulan  bahwa 
kalimat 1 berbicara tentang sesuatu (indefinite) yang  diturunkan,  berikut INDEFINITE 
RELATIVE  PRONOUN  MAA  yang dihubungkan dengan CONJUNCTION WA dengan kalimat ke 2. 
Supaya  pengertiannya jangan menyimpang dari TATABAHASA  ARAB  dan berdasarkan 
ELEMENTARY MODERN STANDART ARABIC jilid I ,  hal  449, 450,  586  dan  587  oleh 
Cambridge University Press-London  1984, maka  kalimat  ke 2 itu tidak berhubungan 
dengan  kalimat  1  dari ayat  4 itu, baik secara makna dan arti, dan masing-masing 
kalimat itu  berdiri  sendiri  dengan fi'il yang masing-masing  berbeda. Jadi  kalimat 
2 bukanlah lanjutan dari kalimat 1 tetapi  merupakan RELATIVE   CLAUSE   yang  
menerangkan  secara   langsung relator MUTTAQUUN  diujung ayat 2 Surat yang sama.  
Jadi kalimat 2  diayat 4itu  WABIL  AKHIRATI HUM YUQINUUN adalah kalimat  yang  berdiri
sendiri dan utuh yakni MEREKA YAKIN AKAN AKHIRAT. "

Sampai disini Pak Rusdi berhenti sebentar melirik dua orang  dosen tamu dari  IAIN  
yang duduk disamping moderator seakan-akan meyakinkan  keduanya  itu  bahwa ia telah 
membahas ayat itu menurut kaidah  bahasa Arab. 

Pak Mantiko mengerutkan keningnya berpikir-pikir bagaimana pula  hujjahnya nanti untuk 
membuktikan bahwa kedua  kalimat  yang terdapat diayat 4 adalah saling berhubungan 
secara makna dan  arti dimana   ayat itu secara keseluruhan membicarakan masalah  
wahyu. "Mudah-Mudah-an  Allah  membimbingku untuk  menjelaskan  hal  ini", do'a   Pak  
Mantiko  dalam  hati.  ........bersambung.


Wassalamu'alaikum wr.wb.

Indra Intansati


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti menerima 
RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================

Kirim email ke