��mas darwin saya baca dari artikelnya berasal dari sumatera
barat, tentu tahu bagaimana tentara "pusat" waktu itu
membunuhi orang-orang minang kabau dan riau, membakar kampung,
memperkosa wanita-wanita...saya rasa tahu...saya masih sangat
mengharapkan masukan dan kritikannya..(Urang Pasisie, posting
di Milis Indonesia Damai Tanggal 15 Agustus 2001)
Urang Pasisie, terus terang saya agak terkejut membaca bagian tulisan
Anda yang saya kutip di atas. Dari mana Anda memperoleh informasi
mengenai perkosaan terhadap wanita-wanita Minang dan Riau tersebut.
Satu-satunya kemungkinan terjadinya hal itu adalah sewaktu peristiwa
PRRI. Saya mengalami langsung peritiwa PRRI, karena waktu itu saya sudah
duduk di kelas II SMP. Selain itu, ayah saya yang semasa hidupnya
bergelar Dt. Bandaro nan Bauban, ketika itu adalah Ketua Umum Partai
Masyumi Padangpanjang dan menjabat Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah
(setingkat wakil Walikota) Kotapraja Padangpanjang, menyingkir ke
�hutan� sewaktu tentara dari Pusat menduduki Sumatera Barat, yang ketika
itu masih merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Tengah dalam Tahun
1958. Beliau termasuk yang terakhir turun ke kota, yakni setelah pada
Tahun 1961 Pemerintah memberikan amnesti kepada mereka yang ikut PRRI.
Peristiwa PRRI memang banyak juga memakan korban. Salah satu di
antaranya ialah sewaktu konvoi tentara pusat (ketika itu masih disebut
APRI) dan pejabat daerah dihadang pasukan PRRI yang berintikan tentara
organik eks Batalion 141 di Lembah Anai, yang banyak menimbulkan korban,
antara lain tewasnya Walikota Padangpanjang. Sebagai �pembalasan� (entah
apa kaitannya), tentara pusat menangkap 4 orang tokoh masyarakat
Padangpanjang, yang kemudian hilang tidak tentu rimbanya. Rumah-rumah
penduduk di perkampungan yang diketahui atau diduga tempat
bersembunyinya orang-orang PRRI banyak yang dibakar tentara. Orang-orang
PRRI, sipil dan tentara yang tertangkap hampir tidak ada yang selamat.
Setelah saya di Jakarta saya juga mendengar bahwa sejumlah orang PRRI
yang ditangkap dan dibawa ke Jakarta dieksekusi di sebuah pantai. Akan
tetapi tentang perempuan-perempuan Minang yang diperkosa (dalam
pengertian seperti yang terjadi di Aceh), saya belum pernah
mendengarnya, baik dari ayah saya almarhum atau dari tokoh-tokoh
nasional yang ikut ke �hutan� bersama-sama PRRI seperti Natsir dan
Syafrudin Prawiranegara. Sejauh yang saya ketahui---saya merantau ke
Jakarta dalam Tahun 1959 untuk melanjutkan sekolah saya di
SLTA---tetatara pusat yang ditempatkan di rumah-rumah penduduk di
Padangpanjang dan sekitarnya umumnya berperilaku baik dan mencoba untuk
bergaul dengan masyarakat di sekitranya. Yang menjengkelkan masyarakat
justru perilaku milisi yang direkrut tentara Pusat untuk membantu mereka
(ketika itu bernama OPR), yang kebanykan berasal dari anggota PKI dan
organisasi mantelnya). Namun secara umum, dari apa yang saya ketahui,
kerusakan fisik akibat peristiwa PRRI di Sumbar tidaklah besar amat
Sangat jauh di bawah Aceh (duka saya untuk masyarakat Aceh). Namun
terlepas dari itu saya percaya bagi kebanyakan orang Minang, peristiwa
PRRI adalah sebuah masa lalu, dan sesuai dengan sifat orang Minang yang
rasional, masa depan jauh lebih penting. Dan dari apa yang saya tangkap
dari posting-posting di Rantau.net, konsen �main stream� urang awak
waktu ini---termasuk dari yang merantau ke mancanegara---ialah bagaimana
memajukan Sumbar di era Otoda ini, dan tidak yang lainnya. Karena itu
saya tidak heran---seperti saya kemukakan dalam posting saya
terdahulu---gagasan �Negara Sumatera� tidak laku dijual di Milis
Rantau.net
Wallahualam bissawab.
Wassalam, Darwin
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================