assalam mualaikum uda,
ambo baitu terharu mambaco kisah nan uda cubo untuak
sampaikan ka kito sadonyo, untuak mangingek'an
satidak-tidaknyo untuak ambo nan alah agak manjauah
dari allah, walaupun ambo tahu allah indak pernah
jauah dari ambo.
ambo baitu terharu dan indak taraso aia mato alah
kalua katiko ambo mambaco alinea nan mancaritoan
batapo padiah katiko nyawa nabi Muhammad SAW lapeh
dari badan.
tarimo kasih banyak uda
ardyan.
--- Rinaldi - SHE Dumai <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >
Panambah ke imanan kito basamo...
> Ami..Amin...Y.A.
>
>
> Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang
> dicontohkan Allah lewat
> kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah
> mulai menguning,
> burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
>
> Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan
> petuah, "Wahai umatku,
> kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta
> kasih-Nya. Maka taati dan
> bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada
> kalian, sunnah dan
> AlQur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati
> mencintai aku dan kelak
> orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama
> masuk surga bersama aku."
>
> Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata
> Rasulullah yang teduh
> menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap
> mata itu dengan
> berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas
> dan tangisnya.
>
> Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan
> kepalanya dalam-dalam.
> Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
>
> "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah
> hati semua sahabat kala
> itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan
> tugasnya di dunia.
>
> Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal
> dengan sigap menangkap
> Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat
> itu, seluruh sahabat
> yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik
> berlalu, kalau bisa.
> Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih
> tertutup. Sedang di
> dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan
> keningnya yang
> berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi
> alas tidurnya.
>
> Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang
> berseru mengucapkan salam.
> "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak
> mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang
> demam," kata Fatimah yang
> membalikkan badan dan menutup pintu.
>
> Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
> sudah membuka mata dan
> bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
> "Tak tahulah aku ayah,
> sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur
> Fatimah lembut.
>
> Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan
> pandangan yang menggetarkan.
> Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.
> "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan
> sementara, dialah yang
> memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,"
> kata Rasulullah,
> Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
>
> Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah
> menanyakan kenapa Jibril
> tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang
> sebelumnya sudah
> bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih
> Allah dan penghulu dunia
> ini.
>
> "Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?"
> Tanya Rasululllah
> dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit
> telah terbuka, para
> malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka
> lebar menanti
> kedatanganmu," kata jibril.
> Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega,
> matanya masih penuh
> kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar
> ini?" Tanya Jibril lagi.
> "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
>
> "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah
> mendengar Allah berfirman
> kepadaku:
> 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat
> Muhammad telah berada
> didalamnya," kata Jibril.
>
> Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan
> tugasnya. Perlahan ruh
> Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah
> bersimbah peluh,
> urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit
> sakaratul maut ini."
>
> Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali
> yang di sampingnya
> menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.
> "Jijikkah kau melihatku,
> hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya
> Rasulullah pada Malaikat
> pengantar wahyu itu. " Siapakah yang tega, melihat
> kekasih Allah direnggut
> ajal," kata Jibril.
>
> Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik,
> karena sakit yang tak
> tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini,
> timpakan saja semua
> siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan
> Rasulullah mulai
> dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.
> Bibirnya bergetar seakan
> hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan
> telinganya. "Uushiikum
> bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah
> shalat dan santuni
> orang-orang lemah di antaramu."
>
> Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan,
> sahabat saling
> berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya,
> dan Ali kembali
> mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang
> mulai kebiruan.
>
> "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku,
> umatku"
>
> Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini,
> mampukah kita mencinta
> sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik
> wa salim 'alaihi
> * * *
> Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan
> kepada sahabat-2 muslim
> lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah
> dan
> RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita.
> Karena sesungguhnya
> selain daripada itu hanyalah fana belaka.
>
>
>
> > RantauNet http://www.rantaunet.com
> >
> > Isikan data keanggotaan anda di
> http://www.rantaunet.com/register.php3
> > ===============================================
> > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing
> List di
> > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
> >
> > ATAU Kirimkan email
> > Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> > Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom
> pertama:
> > -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> > -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> > Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email
> anda tanpa tanda kurung
> > ===============================================
> >
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di
> http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing
> List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda
> tanpa tanda kurung
> ===============================================
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di
> http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
>
=== message truncated ===
=====
aphuk
telp. 0751.53908/56059/0811669330
fax. 0751.40252
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
____________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.co.uk address at http://mail.yahoo.co.uk
or your free @yahoo.ie address at http://mail.yahoo.ie
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================