Menurut saya dari kontroversi PRRI ini selain sejarah yg harus diluruskan, ada hal 
lain pula yg perlu diperbaiki yaitu karakter / sifat urang awak yg cenderung banyak 
berubah setelah peristiwa tersebut.
orang minang cenderung oportunis setelahnya.
Kekalahan harga diri lebih pedih daripada kekalahan perang senjata.

Keluarga saya sendiri mengalami betapa pedihnya peristiwa tersebut.
Dalam pelarian di rimbo Pasaman teman ayah saya mati dimakan harimau. Hewan ternak 
nenek saya yg tinggal di daerah Palembayan , Kab. Agam banyak diambil paksa oleh 
tentara PRRI , malah minta dimasakkan gulai segala. Selain itu keluarga kakek saya 
sering ditakut takuti agar menyuruh anak anaknya yg pergi ke rimbo pulang ( 
menyerahkan diri) 
Sungguh cerita sedih dan itu memberi bekas yg dalam, apalagi orang Minang cenderung 
memiliki perasaan yg mendalam.

Sejarah PRRI bisa dianggap sebagai titik balik dalam perjalanan sejarah orang minang 
di negeri ini. Setelah peristiwa tersebut bisa disebut urang awak jatuh gengsinya.
Bila kita lihat tokoh minang yg dikenal sebelum dan setelah peristiwa ini relatif 
berbeda , tokoh minang sebelum PRRI adalah orang yg berkarakter tegas, konsisten dan 
berani. 

Sedangkan tokoh Minang setelahnya peristiwa tersebut cenderung agak oportunis dan 
lembek , nampaknya terpengaruhi budaya Jawa jadinya.
Istilahnya ; 
� iyo nan di urang, balalu juo nan di awak �

Saya jadi teringat kisah klasik mengenai kemenangan raja minang yg cerdik dalam 
mengalahkan raja Jawa dalam adu kerbau , kisah PRRI adalah titik sejarah baliknya.

Nah karena dengan peristiwa PRRI ini, orang minang terluka dan berusaha menyesuaikan 
diri yg pada ujung nya memakai karakter dan pola pikir baru yg lebih menyelamatkan, 
sekarang marilah kita luruskan lagi karakter dan pola pikir kita.

Jadi mungkin kita perlu juga mulai merubah gaya dan karakter urang awak dengan 
bercermin ke masa sebelum PRRI yg bisa kita lihat dari karakter dan pola pikir tokoh 
tokoh besar Minang seperti M Hatta , M Natsir , Agus Salim dll
Namun tak perlu sama seperti mereka karena jaman telah berubah , tapi esensi nya lah 
yg bisa kita lihat.

Sekian dulu urun rembug dari ambo
Malin Sinaro



Get 250 color business cards for FREE!
http://businesscards.lycos.com/vp/fastpath/

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke