Ambo baharok bana diskusi tantang PRRI ko bisa ditaruihkan labiah dalam
lagi. Banyak nan ingin ambo ketahui tentang PRRI ko.

Di balerong awak ko subananyo tadaftar juo Pak Mestika Zed ...
mudah-mudahan baliau bisa ikuik badiskusi basamo-samo awak kasadonyo
disiko. Sekaligus juo ambo ma undang Pak Asvi Warman dan Indra Piliang,
kalau ingin maramikan diskusi awak disiko. Terima kasih.
-----------------------------
MIKO - Admin RantauNet
-----------------------------
e-mail: [EMAIL PROTECTED]

> -----Original Message-----
> From: Nofendri T. Lare
> Sent: 30 Agustus 2001 03:31
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [RantauNet] Saatnya Sejarah PRRI Diluruskan
> 
> 
> Assalamualaikum WW.
> 
> Mamak-mamak dilapau nanko, iko ambo ado saketek tambahan tentang 
> pandapek ahli tentang PRRI.
> Ambo sangajo mancari2 di internet, karano ambo masih awam juo tentang 
> sejarah iko, maklum..... umua alun saumua jaguang. 
> Mudah-mudahan awak bisa maluruihkan perjuangan dari pahlawan2 awak 
> nan dari ranah minang.
> 
> Amin.........
> 
> 
> Sebagai Perlawanan Ideologi, PRRI Bukan Pemberontakan
> 
> TEMPO Interaktif, Padang: Peristiwa PRRI (Pemerintahan Revolusioner 
> Republik Indonesia) yang berpusat di Sumatra Tengah bukanlah 
> pemberontakan daerah terhadap pusat atau gerakan separatis. Namun, 
> PRRI yang dimotori orang-orang Minangkabau pada 1958--1961 itu, 
> merupakan koreksi terhadap pemerintah Republik Indonesia di zaman 
> Soekarno yang cenderung dikuasai PKI (Partai Komunis Indonesia). 
> 
> Demikianlah rangkuman pendapat Prof. Dr. Ichlasul Amal (Rektor 
> Universitas Gadjah Mada), Dr. Asvi Warman Adam (peneliti LIPI), dan 
> Letkol (Purn.) Sjoeib (tokoh PRRI) dalam Seminar Sehari 'Peninjauan 
> Kembali Sejarah PRRI Demi Pembangunan dan Masa Depan Bangsa' di 
> Kampus Univeritas Andalas, Jati, Padang, Senin (21/8). 
> 
> Lebih lanjut Ichlasul Amal menilai, dalam banyak segi peristiwa PRRI 
> berbeda dengan pemberontakan lain yang pernah terjadi di Indonesia. 
> PRRI hanya merupakan bentuk penentangan ideologis terhadap kekuasaan 
> komunis, sementara pemberontakan lain lebih kepada penentangan 
> masalah ekonomi. Karena penentangan ideologi itulah, menurut Amal, 
> hukuman lebih berat diterima Sumatra Barat sebagai pihak yang kalah. 
> Ini berbeda dengan hukuman yang diterima pihak yang menentang karena 
> alasan ekonomi. 
> 
> Berkaitan dengan peristiwa PRRI, yang dalam sejarah nasional 
> Indonesia disudutkan sebagai pemberontakan dan disejajarkan dengan 
> pemberontakan lain seperti DI/TII, Pemberontakan Madiun dan RMS, Dr. 
> Asvi Warman Adam mengatakan perlu dilakukan demiliterisasi sejarah 
> Indonesia. Secara sistematis sejarah Indonesia telah direkayasa untuk 
> kepentingan penguasa rezim Orde Baru yang didominasi militer dan 
> narasumber utamanya juga seorang jenderal, maka sejarah masa Orba tak 
> ubahnya sejarah operasi tentara. Pengajaran sejarah Indonesia di 
> sekolah pun memiliki wacana utama persatuan dan kesatuan yang 
> menampilkan tentara sebagai kekuatan satu-satunya yang setia kepada 
> negara dan pemerintahan Indonesia. 
> 
> Selain ketiga pembicara, dalam seminar yang diselenggarakan Unand, 
> Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sum-Bar dan Keluarga 
> Besar Dewan Banteng itu, juga berbicara Dr. Mestika Zed (Universitas 
> Negeri Padang), Drs. Syafrizal, M.Hum, Drs. Nopriyasman (Unand), 
> Sjofjan M. Noer (tokoh PRRI), dan dr. Alis Maradjo (saksi sejarah 
> PRRI). (Febrianti)


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke