Kalau baitu, ambo minta maaflah, untuok manambah kajian ilmiah nan alah disodorkan dek
angku Ismet, ambo cubo postingkan kisah nan diambiek dari milis astra berikut ko.
Kisah ko adalah Pengalaman Syeikh Abdurrohim Athowil, Warga Jordania yang sering
berda'wah di belahan Eropa.
Carito di ambil dari http://www.homestead.com/islamicstory/dai.html
Hidayah Pada Wanita Keras kepala
Pada suatu hari, tepatnya di bulan Romadhon tahun 1415 H saya mengadakan kunjungan
ke Balnisia. Dari Balnisia saya melanjutkan perjalanan ke Madrid dan menginap di
rumah kawan. Ternyata saya keliru, tidak memperhatikan jadwal penerbangan pesawat
sehingga saya terlambat sampai di Airport. Saya tidak diizinkan untuk menaiki pesawat.
Saya amat sedih karena keluarga saya dari Makkah telah datang ke Jordan untuk
mengunjungi saya dan saya telah berjanji untuk menemui mereka hari itu. Karena saya
tidak bisa berangkat
terpaksa merekapun kembali ke Makkah. Dalam hati saya berkata : " Boleh jadi apa
yang kamu tidak senangi mungkin Allah menjadikannya sebagai kebaikan"
Saya kemudian menghubungi kawan - kawan saya di Balnisia, saya beritahukan perihal
keterlambatan tersebut, akibatnya kepulangan saya menjadi tertunda tiga hari. Saya
dianjurkan untuk ke Balnisia sekaligus menyampaikan Khutbah jum'at dan turut
menyelesaikan beberapa permasalahan.
Usai Sholat Jum'ah, seorang laki - laki menemuiku, dan minta untuk bertemu lagi
denganku pada hari Sabtu. Saya minta ma'af padanya karena hari Sabtu saya harus
pergi. Namun dia terus mendesakku karena ada urusan yang sangat penting katanya. "
Keberangkatankupun sangat penting, apalagi Visaku telah habis dan tempo tiketkupun
tidak bisa diundur melebihi hari Sabtu, terus apakah perkaramu yang penting itu?"
"Masalah tunanganku"
"Kenapa?"
Dia pun terus menceritakan perihal masalah yang dihadapi dengan
tunangannya: "Saya telah mencoba meyakinkannya tentang Islam berkali -kali.
Hingga pada suatu ketika, setelah lelah berdiskusi dia berkata, 'Hanya ada dua
pilihan, berhenti membicarakan tentang Islam atau mampu memuaskanku dengan argumen
yang rasional. Kamu tahu saya ini orang terpelajar, lulusan perguruan
tinggi, saya tidak mahu hanya menuruti emosi.'"
"Kalau begitu saya akan membawamu kepada imam masjid" kataku
"Silahkan, bawalah aku pergi kemana saja, dan pertemukanlah saya dengan siapapun
yang kamu kehendaki, tapi cukup sekali saja. Setelah itu saya bisa jadi Muslimah
ataupun tidak, untuk selamanya. Ketika itu jangan sekali - kali berbicara tentang
Islam kepadaku"
Setelah mendengar ceritanya saya kembali berfikir. " Ini adalah kesempatan berharga,
boleh jadi hanya kali ini saya mendapatkanya, jika dia mendapat petunjuk Allah
melaluiku, tentulah aku akan mendapatkan kemulyaan dunia dan akhirat"
Setelah menyelesaikan urusan tiket, saya berangkat ke Mursia yang berjarak 250 km
dari Balnisia. Di sana laki - laki dan tunanganya itu menemuiku. Usai sholat magrib
kamipun memulai perbincangan.
" Apakah anda mempercayai Tuhan?" Tanyaku kepadanya
"Ya, saya percaya, tapi saya tidak mengerti sedikitpun mengenai-Nya".
"Insya Allah akan saya jelaskan kepada anda"
Dengan memohon pertolongan Alloh segera saya berbicara tentang kewujudan Allah ,
tentang kemaha-Esaan-Nya dan bahwa Allah adalah Pengatur, Pemelihara, Pemilik
dan Penguasa jagad raya. Allah juga memiliki berbagai nama dan sifat yang agung.
Sementara itu dia terus menyerangku dengan rentetan pertanyaan tajam. Namun saya
berusaha menjawabnya dengan tenang. Alhamdulillah saya merasakan Allah telah
menganugrahkan ketenangan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya.
Saya berkata dalam hati:" Ya Allah, dia adalah hamba-Mu, putri hamba-Mu, Engkalah
yang mengendalikanya. Jika telah Engkau tetapkan bahwa dia akan mendapatkan
hidayah, maka jadikanlah hidayah itu melalui tanganku. Namun jika telah Engkau
tetapkan bahwa dia termasuk orang - orang yang sesat, maka saksikanlah bahwa aku
telah menyampaikan seruan-Mu, dan menunaikan amanah, maka aku pun terlepas dari
kekafiranya. Sesungguhnya aku sedikitpun tidak punya daya ataupun kekuatan kecuali
karena-Mu !!"
Setelah satu jam lebih, hingga masuk waktu 'isya', ia menyatakan
keimananya, sekurang-kurangnya telah menerima bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.
Selebihnya, masih memerlukan perjuangan. Kami kemudian sholat 'isya'bersama, usai
sholat saya menyampaikan nasehat singkat, kemudian saya memulai diskusi lagi
hingga hampir satu jam setengah. Dalam diskusi tersebut tak satupun masalah
yang kami tinggalkan. Saya menjawab seluruh pertanyaan yang ada Dalam diskusi itu
juga saya uraikan tentang syarat -syarat iman kepada Allah. Namun semua itu saya
berusaha menjelaskan dengan bukti - bukti logika dan ilmiyah. Hingga akhirnya ia
kembali komentar: "
Betul, Islam memang agama agung dan penuh keindahan, namun untuk
meninggalkan perkara yang telah menjadi tradisi selama lebih seperempat abad
tidaklah mudah"
"Meskipun itu salah?'
"Ya, meskipun salah"
"Kalau demikian dimada letak ilmiyahnya,?"
"Entahlah, kadang aku tidak mengerti apa yang aku katakan"
"Kalau begitu, ucapkan la ilaha illallah muhammad Rasulullah"
"Tidak mudah, melakukan apa yang belum pernah kulakukan seumur hidupku"
"Andai anda terbiasa makan makanan yang tercemar virus, tapi anda tidak
mengetahuinya, kemudian setelah diadakan peneltian laboratorium ternyata makan
tersebut mengandung virus dan sangat membahayakan untuk kesehatan,apa yang anda
lakukan, apakah anda akan terus menyantapnya"
"Tidak, saya akan berusaha membiasakan untuk meninggalkanya"
"Jika demikian mana yang harus didahulukan antara akal dan perasaan"
"Jelas akal"
"Kalau begitu ucapkanlah kedua kalimah Syahadat"
"Masih ada sesuatu dalam diriku"
"Tapi anda adalah wanita terpelajar, yang mampu menggunakan akal anda dengan
baik, atau apakah sistem syaraf otak anda telah berhenti?!"
"Saya punya pertanyaan terakhir, jika engkau mampu menjawab, dan
memuaskanku maka aku akan memeluk Islam, jika tidak, maka jangan harap"
"Apa itu?"
"Ibuku"
"Kenapa"
"Dia wanita yang baik. Baik sekali. Bisa dibilang sebagai wanita suci,tetapi ayah
saya telah menganiaya dan menceraikannya, namun dia tetap sabar dan mengasuhku
hingga dewasa beliau rela tidak menikah lagi segingga meninggal dalam usia muda"
"Lalu apa pertanyaanmu?"
"Di manakah dia, Surga atau Neraka?"
Bagiku pertanyaan itu sungguh dilematis, saya teringat pertanyaan Abu lahab kepada
Rasulullah perihal Abu Tholib, apakah di Surga atau Neraka, ketika Rasulullah
menjawab di neraka sepondan Abu lahab lari dan memusuhi Islam untuk selamanya.
Saya khawatir peristiwa itu akan terulang kembali, andai aku jawab di neraka tentulah
waktu berjam - jam yang telah akan sia - sia, akhirnya saya katakan kepadanya." Jika
ajaran Uislam telah sampai kepadanya dan dia tidak menerimanya, maka ia di neraka".
Ia kemudian menangis sejadi - jadinya, dan berkata:" Kalau demikian saya tidak akan
meninggalkan ibuku, tidak di dunia dan tidak di akhirat"
"Pada hari kiamat kelak kamu akan berpisah meninggalkan ibumu, demikian juga
ibumu. Karenanya sekarang carilah keselamatan untuk dirimu, karena ibumu tidak akan
kembali ke dunia lagi hingga bisa kita ajak masuk Islam"
"Tidak, saya tidak bisa, saya menyayangi ibu" ucapnya dengan nada tangis yang
lebih tinggi. Sejenak saya terdiam lalu dalam hati saya berdo'a:" Ya Allah
lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan perjelaslah ucapanku hingga orang
memahami ucapanku" Akhirnya Allah memberikanku ide, kukatakan kepadanya,"
Sesungguhnya Abu lahab adalah kafir dan mati dalam kekufuran, namun karena ketika
Nabi Muhammad lahir ia sangat gembira dan bahkan karena kegembiraanya iapun lalu
memerdekakan budak wanitanya, maka dalam satu
riwayat Rasulullah pernah berkata, bahwa siksa terhadap Abu lahab
diringankan Allah setiap hari senin atau hari kelahiran Nabi Muhammad. Saya yakin
jika anda masuk Islam dan ibumu tahu akan hal itu tentulah ia akan senang, dan Insya
Allah akan diringankan siksanya"
"Betulkah?"
"Insya Allah, inilah yang telah diilhamkan Allah kepada saya, tidakkah anda meyakini
bahwa Allah itu maha Pengasih lagi maha Penyayang. sedangkan kasih sayang Allah
terhadap ibumu tentu jauh melebihi kasih sayangmu kepadanya.
Jika ibumu berhak mendapatkan rahmat tentulah Allah akan cerahmatinya, dan jika dia
berhak menerima siksa maka itu adalah hukum Allah yang adil"
"Ya, saya percaya"
"Kalau begitu biarlah Allah yang bertindak terhadapnya dengan kemaha
bijaksanaanya"
Akhirnya dia menyatakan : "Asyhadu anla Ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan
Rasulullah" .
Tahukah anda siapa wanita keras kepala tersebut? dia adalah saudari kita Luisia,
sekarang menjadi salah seorang da'iyah terkenal di Spanyol bahkan menjadi salah
seorang pimpinan Himpunan Wanita Muslimah Spanyol yang berpusat di kota Balnisia
> "Muhammad Rijal" <[EMAIL PROTECTED]> <[EMAIL PROTECTED]>Date: Thu, 30 Aug 2001
>12:40:08 +0700
> Re: [RantauNet] Fw: [imatekom] fitnah missionarisReply-To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sabalunnyo ambo jalehkan dahulu, kalau nan mambuek carito tuh bukan si
>"Kitting" ko doo...
>Tapi inyo dapek topik bahasan ko dari milist yang di sabuik nyo yaitu
>(proletar) dan Edizal (admin
>MinangNet)
>
>Mandapek hal itu mako di lewakannyo pulo ka Milist Imatekom yang kebetulan
>ambo ikuik juo di milist tuh.....
>dan ambo pun malewakan pulo ka Rantaunet ko....
>Ado pun tujuan ambo malewakan ka milist ko, biar awak bahas basamo kalau
>carito nan menyuduikkan islam ko adolah cerita bohong, ambo yakin indak ado
>nan satuju jo isi dari carito itu......tamasuak ambo sendiri.....
>Karano di milist banyak nan pakar-pakar ambo yakin akan muncul bantahan yang
>di sertai jo alasan nan ilmiah.....sahinggo untuak kami nan mudo-mudo bisa
>pulo manjawek jo alasan ilmiah ka urang-urang yang indak suko jo islam ko
>sacaro ilmiah pulo ( kalau sampai basarobok langsuang atau mungkin di bahas
>di tampek lain )
>
>Ado rancaknyo ambo agiah tau makasuik ambo sasuai jo nan alah ambo caritokan
>di ateh, untuak menghindari adonyo salah paham terhadap kiriman ambo
>ko......
>Karano si Kitting tuh ado nan mangkritik inyo di milist Imatekom tuh, yang
>kiniko urang-urang tuh sadang parang muluik malalui milist itu. Khan sayang
>bana tuh.....bisa parang muluik hanyo karano salah paham.....
>Makonyo ambo subalun ado yang salah paham, ambo agiah tau dahulu....
>
>Tarimo Kasih,
------------------------------------------------------------
Free Web-email ---> http://mail.rantaunet.web.id
Komunitas Minangkabau ---> http://www.rantaunet.com
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================