|
Jumat, 31
Agustus 2001, 16:04 WIB
KH Zainuddin MZ:
Soeharto Lebih Baik Dari Gus Dur
Balikpapan, Jumat
Lengsernya Soeharto dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari kursi
kepresidenan sama-sama disebabkan oleh lunturnya kepercayaan rakyat, namun
Soeharto dinilai masih lebih baik dan terhormat karena turun dengan
legowo.
Penilaian itu dikemukakan Ketua DPP Partai Persatuan
Pembangunan (P3), Dr (HC) KH Zainudin MZ di depan ribuan umat Islam
Balikpapan dalam acara Tablig Akbar Tasyakuran HUT PPP yang ke-28 yang
berlangsung di Lapangan Foni Balikpapan, Kamis malam (30/8).
"Ketika
Pak Harto (Soeharto) merasa sudah tidak mendapat dukungan dari rakyat,
beliau langsung menyerahkan kekuasaan kepada Wapres Habiebie,"
katanya.
Namun sebaliknya dengan Gus Dur, menurut da'i sejuta umat
ini, Presiden RI ke-4 itu justru ngotot dan menentang Sidang Istimewa
(SI) MPR, bahkan menakuti-nakuti, jika ia turun akan ada daerah yang
merdeka.
Ditambahkan, selama pemerintahan Gus dur selama kurang lebih dua
tahun, di berbagai daerah banyak terjadi kerusuhan dan konflik yang mengancam
terjadinya disintegrasi bangsa, namun tidak satu kebijakan pun yang mengarah
pada upaya penyelesaiannya.
"Gus Dur malah lebih mementingkan keliling
dunia untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional daripada
keliling ke daerah-daerah konflik," tandasnya.
Menurut KH Zainuddin,
kunci utama bagi seorang presiden dalam memimpin suatu negara adalah
kepercayaan dari rakyat. Jika dukungan rakyat kuat maka seluruh kebijakan
yang akan dibuat dan dilaksanakan pasti akan didukung.
Ia mencontohkan,
Presiden Irak Sadam Hussein yang selama ini dikucilkan oleh masyarakat
internasional, bahkan negaranya terkena embargo secara ekonomi, namun karena
kepercayaan dari rakyatnya kuat, maka dia tetap tegar memimpin
negaranya.
Karena itu, ia berharap melalui kepemimpinan baru duet
Megawati Soekarnoputri dan Hamzah Haz, yang telah mendapatkan
kepercayaan rakyat melalui SI MPR, mampu membangun kembali perekonomian
bangsa dan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Terjun ke politik
Sementara itu menanggapi
pertanyaan wartawan atas kembalinya dirinya terjun ke dunia politik,
Zainuddin mengatakan, istilahnya adalah ia 'pulang kampung', karena sebelumnya
ia sempat menjadi aktivis PPP sejak 1974 hingga 1998.
"Saya berkeinginan
agar ada partai politik yang bernuansa Islami dan mau berjuang untuk umat
Islam, dan selama ini yang saya lihat hanya PPP. Maka lebih baik saya
'pulang kampung' saja," kata mantan Jurkam PPP pada masa Orde Baru
ini.
Ditambahkan, bersama PPP dirinya siap untuk memperjuangkan nasib
umat Islam, sehingga meskipun Indonesia bukan negara Islam, namun tetap sebagai
negara yang bernuansa Islami.
Acara Tablig Akbar yang berlangsung hingga
tengah malam itu diramaikan dengan hiburan musik dangdut yang menampilkan
artis-arti Ibukota, antara lain Cut Yanti, Rita Sugiarto dan Neneng
Anjarwati serta didukung oleh sejumlah artis dangdut dari Kota
Balikpapan.(Ant/jy)
|