Kristenisasi di Pasaman ( Introspeksi) Sejarah kristenisasi di Pasaman, bisa di urut semenjak daerah terbelakang tersebut dikembangkan oleh GTZ ( LSM Jerman ) dan Pemda Sumbar sekitar th �80-an Pasaman dan Mentawai adalah dua daerah terbelakang di Sumbar yg dianggap sebagai halaman belakang rumah urang awak yg ditengok pun jarang. Urang awal lebih bergengsi melihat ke Padang � Bukittinggi atau meloncat ke rumah �sebelah� ( Jakarta, Batam, Singapura atau Malaysia) Dulu Pasaman adalah rimbo gadang nan banyak Harimau tampek sembunyi tentara PRRI yg susah untuk di kejar tentara TNI Pusat . Gunung Pasaman nan manjulang tinggi tampak jaleh dari kampuang ambo di Palembayan , Kab. Agam. Kalau nggak salah Pada th 80-an sebuah LSM Jerman GTZ dan Pemda Sumbar berusaha mengembangkan daerah terbelakang tersebut dengan program ADP ( Area Development Program) sekitar 8 tahun lamanya. Berbeda dengan program pemerintah lainnya yg hanya basa basi , program ADP tersebut berhasil , dengan kunci nya ialah mengembangkan agrobisnis kelapa sawit. Saking hebatnya pengaruh Jerman tsb , gunung Pasaman pun disebut gunung Ophir ( Istilah Jerman ) sehingga kita sekarang mengenalnya sebagai daerah proyek kelapa sawit Ophir. Nah setelah proyek LSM jerman tersebut maju , masuklah misi kristen yg diantaranya juga adalah misi zending dari Jerman yg memiliki kedekatan historis dengan kristen Batak ( HKBP ) . Jadi bisa dikata GTZ yg menanam benih dan misi kristen yg menuai hasilnya. Urang awak sadoalah nyo ko hanyo bisa manonton sajo dari balik lapau. Kalau jujur hanya sedikit peran urang awak dalam kemajuan Pasaman , jadi kalau sekarang kita kebakaran jenggot karena kristenisasi di sana perlu pulalah kiranya kita ber introspeksi diri. Agrobisnis kelapa sawit adalah hal yg baru bagi masyarakat minang , namun sudah familiar bagi orang batak dan jawa yg banyak kebun kelapa sawit di Propinsi Sumut. Orang Minang terbiasa dengan pola pertanian dengan lahan kecil. Bila ditengok di daerah kelapa sawit Pasaman , para pekerja kebun adalah Orang Nias, Batak dan Jawa ( urang awak ndak namuah jadi kuli ) , manajer kebun orang Medan di Pabrik sawit insinyur dari Jawa dan Batak ( insinyur urang awak labiah mamiliah karajo di Jakarta / lebih gengsi ) . Pemilik modalnya orang dari Jakarta atau Malaysia. Dimana peran urang awak ? Urang awak ko cadiak juo , ia jadi broker tenaga kerja atau berdagang di Pasar. Niniak mamaknyo bermain mata dengan pengusaha perkebunan menggadaikan tanah pusako adat. Dalam Jangka pendek urang awak tu memang untung, namun dalam jangka panjang urang Batak ,Nias dan Jawa akan menguasai Pasaman . Jadi bisa dikata sebenarnya Agribisnis kelapa sawit telah membuat marginal peran urang awak di daerah Pasaman. Nah pada kondisi seperti itulah masuk Kristenisasi , lengkaplah sudah penderitaan awak , �tanah� diambiak , aqidah tagadai pulo. Kita hanya bisa menonton orang lain berpesta kebangkitan bisnis dollar kelapa sawit. Strategi bisnis dan kristenisasi yg canggih tersebut tak bisa terlawan oleh petani / penduduk Pasaman, perlu orang pintar minang / insinyur dll turun tangan. ( tapi Insinyur insinyur urang awak lebih memilih karajo di Jakarta yg bergengsi , urang Pasaman akhirnya jadi tamu di negeri nya sendiri, sungguh suatu ironi ) Pola kristenisasi lewat proyek kelapa sawit bisa dilihat pula di daerah Riau . Kasusnya sama pemodal dari Jakarta atau Medan , Pekerjanya orang Batak, Nias dan Jawa ( Orang Minang dan Melayu tak terbiasa jadi kuli ) akhirnya banyak lah berdiri gereja gereja kecil di sepanjang kebun kelapa sawit dari Pekanbaru - Duri sampai Dumai. ( Lai iyo baintun, dunsanak nan ado di Caltex ? ) Intinya adalah ada konspirasi pihak luar yg canggih dan penuh strategis di halaman belakang rumah gadang awak , nah di lawan nya pun harus dengan cara yg canggih dan penuh strategi pula , dalam hal inilah perlu dilihat sampai sejauh mana kecerdikan urang awak masa kini ko dalam bermain strategi sosial ekonomi seperti kasus Pasaman tsb ? Dakwah Islam nya pun harus canggih pula tak cukup hanya dengan cara cara tradisional seperti ceramah atau pengajian saja. sakian dulu carito dari ambo. Wassalam Malin Sinaro Get 250 color business cards for FREE! http://businesscards.lycos.com/vp/fastpath/ RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

