Salaamunalaikum

Judul: Teroris, Minang & Islam

LATAR BELAKANG

Belum lama berselang kita di lapo siber RantauNet berdiskusi tentang Al Zaytun,
Ranperda Pemberantasan Maksiat, Ahmadiyah, guru mogok karena kurang duit dan
kini ada hal yang lebih menyedihkan, tindakan setan membunuh ribuan nyawa di
WTC, New York.

Konsekuensi yang kito khawatirkan adalah respon terhadap kaum Muslim entah
militan entah ekstrim kanan dll yang diasumsikan berada di balik aksi teroris
tersebut. Dan..respon pemerintahan Bush terhadap negara-negara pendukung "evil
attacks" itu.

Kini di AS, masyarakat Muslim khususnyo kaum hawa nan bajilbab ketakutan ke luar
rumah. Takut mereka jadi sasaran amuk kaum kerabat korban. Begitu pula dengan
kaum apak-apak nan rajin bajamaah di Masjid. Siapapun pelakunya, tragedi WTC
telah menebar ketakutan di kalangan saudara Muslim sendiri.

Kito indak berasumsi di siko doh. Karena itu mari kito kaji beberapa indikator
nan ado dan sedang aktif bergerak di duniako, termasuk di nagari kita tacinto,
Indonesia dan sejumlah negara tetangga.

BARISAN SAKIT HATI TERHADAP AS.

Barisan ini sangat banyak sekali. Mulai dari kelompok kartel obat bius di
Amerika Selatan, pejuang Palestina yang marah karena keberpihakan AS terhadap
Israel, negara-negara komunis dan sosialis yang "jerih" melihat program
antirudal dan industri senjata Paman Sam, kelompok nasionalis di negara-negara
Asia yang merasa negerinya telah dirampok dan dijarah walau bukan dengan hostile
take-over, kelompok militan Usamah Bin Laden (Osama) yang "muak" karena melihat
martabat Muslim diinjak-injak dll. Tapi betulkah gerakan militan Islam masuk dalam 
kategori barisan sakit hati itu? Apa, bagaimana misi dan tujuan perjuangan mereka?

GERAKAN ISLAM MILITAN DI ASIA TENGGARA

Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Asia belum lama ini menohok gerakan militan Islam 
sebagai teroris. Bahkan Mentri Senior Singapura Lee Kuan Yew berani mengurai 
sinyalemen itu dengan menyebut mereka sebagai "orang-orang lokal yang dilatih di 
Afghanistan."

Para pemimpin Asean belum lama ini sepakat untuk kerja sama menunpas teroris yang 
dampaknya sangat terasa seperti kasus bom di tanah air (BEJ, Kedubes Filipina, Kedubes 
Malaysia, Kedubes AS, sejumlah gereja, dll), penculikan turis oleh kelompok Abu Sayyaf 
di Filippina yang disebut-sebut punya link kuat ke Libya, atau kelompok militan 
Malaysia yang salah seorang tokohnya ternyata terkait langsung dengan oknum pengurus 
PAS (Parti Islam Se-Malaysia) yang pernah dilatih di Afghanistan. Beberapa anggota 
mereka (warga Malaysia) juga tertangkap di Jakarta belum lama ini karena terlibat aksi 
bom.

ISLAM MILITAN DI INDONESIA

Ada persepsi umum bahwa gerakan militan Islam mirip dengan aksi terorisme. 

Kalau asumsi itu benar, sangat menyedihkan karena Islam yang seharusnya elegan, agung, 
toleran, super jenius, problem solver, solusion & decision maker, ternyata di tangan 
orang-orang itu justru menjadi "jorok" dan berlumur darah.

PROSES REKRUTMEN DI TENGAH MASYARAKAT

Proses rekruitmen anggota militan Islam sangat random dan bahkan berantai. Sangat 
jarang seorang yang sudah masuk jaringan mereka bisa lepas keluar begitu saja. Begitu 
ada gelagat seseorang ingin keluar dari barisan gerakan, anggota yang lain "rajin" 
datang, menggedor dengan cara yang sangat persuasif bahkan dengan nada mengancam 
(bunuh) jika tidak kembali ke kelompok mereka.

Siapakah yang berhasil mereka rangkul? Dari pengaduan yang masuk ke kami --mereka yang 
pernah masuk kelompok itu dan lalu keluar, kami tampung untuk akomodasi gratis 
sementara alias sembunyi dari upaya pencarian mereka --rata-rata adalah pemuda 
tanggung dengan kemampuan intelektual yang boleh disebut di bawah rata-rata dan 
dibawah garis kemiskinan. 

Beberapa kasus juga ada tingkat sarjana, tapi pengangguran. Pertemuan yang sering 
berpindah-pindah (bahkan tak jarang calon anggota ditutup matanya/blindfolded), 
membuat gerakan mereka sangat mobile sekali dan susah dilacak, kecuali markas-markas 
besar --tak bisa saya sebutkan di sini untuk menghindari fitnah.

MEMORI MILITAN DI PADANG

Saya punya dan pernah kenal sejumlah sahabat di Padang waktu SMA dulu yang begitu 
"yakin" dengan pergerakan mereka. Bahkan mereka  dengan semangat tinggi bangga dengan 
apa yang dia sebut sebagai, "Saya setelah dilatih di (suatu tempat) kemudian dikirim 
ke Afghanistan," tutur salah seorang dari mereka Teringat memori ini, saya berani 
mengatakan bahwa Lee Kuan Yew tidak salah dengan sinyalemen yang dia buat. Kini mereka 
entah dimana, entah masih hidup atau tidak, saya tidak tahu.

IMBAUAN KEPADA SAUDARA MUSLIM YANG (kebetulan) MILITAN

Kadang kita lupa bahwa Islam yang diajarkan Muhammad merupakan koreksi dan 
pengembangan dari Islam yang diajarkan nabi-nabi terdahulu. Karena itu, Quran 
mengandung kelengkapan yang luar biasa, sangat rinci dan tak ada ayat yang satu dan 
lain yang bertentangan.

Semua ayat dalam Al Quran saling melengkapi dan menjelaskan satu sama lain. Memang ada 
yang mudah dipahami dan ada yang mutasyabihat dan hanya bisa dimengerti oleh kaum Ulul 
Albab dan Ahli Zikir --tak lepas dari hidayah Allah. Karena itu sangat mengherankan 
kalau ada orang Islam yang mengamalkan ayat yang satu dan mengabaikan ayat-ayat yang 
lain.

Salah satu ayat yang dipakai pedoman oleh (sesuai pengakuan saksi) mereka adalah yang 
berbunyi, "Telah datang pertolongan Allah dan kemenagan. Kamu lihat manusia 
berbondong-bondong masuk Islam..." 

Apa yang membuat manusia berbondong-bondong masuk Islam? Yang jelas bukan karena aksi 
kekerasan, permusuhan, pembunuhan, pembantaian, terorisme, kebencian, ekstrimitas dll 
yang sifatnya jelas-jelas satanic serta waswas'l ghannas.

Menurut saya, suatu masa nanti yang membuat manusia ikhlas dan berbondong masuk Islam 
(dicari dan dikagumi) adalah karena tampilnya segolongan kaum Muslim yang elegan, 
super jenius, sejuk, penyayang semua makhluk, super kaya, punya kedudukan dan 
kekuasaan, suka mencari solusi untuk umat, rajin menebar rezki bagi yang kurang mampu, 
memberi lapangan pekerjaan, mediator yang sukses atas konflik-konflik, mampu 
memutuskan perkara (Ahkam) dengan smart seperti disitir dalam Quran: "Mereka tak akan 
menerima agamamu sebelum kamu bisa memutuskan perkara-perkara di antara mereka." 

Ini berarti seorang Muslim sejati mutlak super intelektual, jenius, tempat orang 
bertanya. Dia bukanlah pencetus perang, kekerasan, ketakutan dan teror. Tapi memberi 
damai ke segala arah. Dia adalah icon pujaan setiap orang. Semua orang ingin seperti 
dia!.

Quran menganjurkan kerja sama untuk kebaikan dan sabar, bukan kerja sama untuk 
permusuhan dan kebencian. Apalagi, misi umat Muhammad hanya menjadi saksi atas dirinya 
dan manusia serta mengingatkan. Di saat yang sama, sebagai umat pertengahan terbaik, 
dia mampu menyempurnakan akalnya (mind power) dalam memahami ayat-ayat (tanda2 
kekuasaan) Allah. Bukankah Ibrahim telah mengenal Allah dengan akalnya padahal wahyu 
belum turun kepadanya?

Jihad atau perjuangan di jalan Allah berarti upaya dia untuk mengumpulkan kredit poin 
sebanyak mungkin supaya berat timbangan kebaikannya di akhirat. Arti jihad sering di 
salah artikan oleh umat Islam saat ini. Padahal jihad itu sendiri berdimensi luas. Dia 
bisa mencakup, fisik dan spiritual, akidah dan amal saleh dll. Tapi jihad yang dipakai 
oleh kaum militan adalah "Jihad Perang." Inipun ditafsirkan sesuka hati.

Quran membatasi Jihad Perang atas tiga kondisi:
1. Dimusuhi karena Islam yang dia anut
2. Diusir dari kampung halaman
3. Dianiaya tanpa sebab yang hak (logis)

Cukup mengherankan jika ada seorang Muslim, tinggal di Bogor, tak dimusuhi tetangga 
atau siapapun karena dia beragama Islam, tak diusir dari kampungnya di Bogor dan tak 
ada yang menganiaya dia. Tapi dia mencetuskan Jihad Perang untuk kaum lain yang 
tempatnya entah di mana dan untuk tujuan yang tak logis secara tekstual maupun 
referensial.

Padahal Quran dengan tegas mangatakan nyawa manusia adalah nyawa yang diharamkan Allah 
untuk dibunuh. Dan kalau alasannya logis/hak/bisa diterima, di pembunuh tetap harus 
mengahadapi risiko qishas --untuk meredam konflik jangan meluas.

"Dalam qishas ada jaminan hidup bagimu jika kalian berakal," firman Tuhan seperti 
dikutip Quran. Artinya, peluang untuk menghabisi nyawa manusia sangat kecil sekali. 
Itupun dia harus menghadapi riziko kehilangan nyawa, jika dia telah menghilangkan 
nyawa orang lain. Dengan ajaran ini, orang akan berpikir puluhan ribu kali sebelum 
menganiaya orang lain.


TENTANG SABAR dan LOGIKA AKAL

Saya minta para saudara Muslim (yang kebetulan) militan untuk kembali ke ajaran-ajaran 
"SABAR" dan ajaran-ajaran "HAK/LOGIKA/KEBENARAN" yang bisa diraba dengan sama, bashara 
dan fuad (pendengaran, penglihatan dan hati). 

Ketiga komponen indra tertinggi manusia itu (raso jo pareso) adalah pendukung utama 
akal seseorang dan di akhirat nanti, ketiga komponen itu akan dimintai tanggung 
jawabnya.

"Sesungguhnya sam'a, bashara dan fuad akan dimintai pertanggungjawaban," firman Tuhan 
seperti dikutip Quran, juga tertuang:

watawasaub'l haq
watawasaub'l sabr

HAQ artinya, seorang Muslim diimbau untuk tetap di garis yang logis dan benar dan 
bertanggung jawab. Setidaknya dia bisa mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya di 
hadapan majelis Tuhan di Yaom el Hisab nanti.

SABR artinya, serta selalu menjaga kesucian diri (tidak satanic), tidak mengotori 
tangan sendiri (justru diimbau amal shalihin), membersihkan jiwanya (muthmainah/cool 
soul) hingga lonceng waktu bermain berdentang/mati/kiamat.

"Kalau kamu (Muhammad dan ummat Muhammad) berhati kasar, tentulah mereka menghindar 
darimu."

Padahal kita diharapkan mau berbaur dengan mereka, memberi peringatan tentang hari 
akhirat, mengambil manfaat di tengah kesibukan mereka memikirkan teknologi dan ekonomi 
(mereka adalah pekerja kita) di saat kita sibuk mensucikan diri, shalat, zakat, sujud, 
dll dalam rangka mendekati Tuhan dengan mendekati karakter-Nya via Asma el Husna.

Apakah karena mereka menciptakan industri pesawat seperti Boeing dan Airbus yang 
dengan ciptaan mereka kita bisa mengantar jemaah 
haji ke Makkah dalam tempo yang singkat, lantas kita memusuhi mereka? Saya tidak mau 
naik haji merenangi samudra atau naik unta melintasi berbagai benua.

Apakah karena mereka menciptakan industri mobil yang dengan ciptaan mereka itu kita 
bisa membuka pintu-pintu rezki baru bagi saudara kita di bengkel mobil, pedagang ban, 
montir, pedagang suku cadang, servis, sopir angkot dan bis kota, tukang tambal, sopir 
pribadi, sopir bus dll lantas kita memusuhi mereka? Yang dengan ciptaan mereka itu, 
hidup kita menjadi lebih mudah? Saya tidak mau pulang kampung naik kapal uap dari Tj 
Priok ke Padang atau naik kuda melintasi Merak - Bakauheni.

Apakah karena ciptaan mereka itu lantas rezki yang dianugerahkan Allah kepada 9 negara 
Islam pengekspor minyak (1 dari 10 adalah non-Muslim yakni Venezuela) atau BBM tak 
terpakai. Bagaimana mungkin orang Islam yang bisa membeli teknologi mereka jika sumber 
alam mereka tak dibutuhkan dunia? Kenapa kita memusuhi orang yang membuat sumber alam 
kita laris manis di jagad ini? Dan lebih hebat lagi, selain mayoritas pengekspor 
minyak adalah negara Islam, semua ekportir gas terbesar di dunia adalah negara Islam. 


Bukankah itu bukti bahwa Allah sayang kepada kita dan dicukupkannya rezki kita karena 
dia tahu kita sibuk shalat, sujud dan zakat sementara kafir memikirkan materi lewat 
industri dan ekonomi? Bukankah itu bukti bahwa Muslim dirancang oleh Allah untuk 
menjadi kaum bos, sementara mereka dirancang jadi kaum pekerja? Dan bukankah jelas 
bahwa mereka bekerja untuk kepentingan dan kenyamanan kita?

Bahwa Indonesia masih miskin walaupun pengekspor minyak dan gas dan seabrek sumber 
alam lain, tak lebih karena manajemen maling yang mereka lakukan sendiri. Inilah yang 
sesungguhnya harus kita berantas dan perangi dengan sungguh-sungguh.

Allah tak menghendaki kita terisolasi dan eksklusif. Bahkan kalaupun ada konflik 
dan/hingga mereka condong pada perdamaian, kita diminta untuk segera menerima 
kesepakatan dan perdamaian itu.

Indonesia diazab? Itu tak lain karena Tuhan kita telah bergeser kepada tanah, kertas, 
logam, besi, kaca, mobil, deposito, rupiah, dolar, dll yang semuanya adalah bagian 
dari "BERHALA" atau diperhalus Quran menjadi "THAGHUT." 

Kita blurred dan bias dalam beragama karena kita condong untuk mesetankan diri kita 
sendiri. Bukankah telah ditegaskan bahwa setan itu musuh nyata dan kenapa banyak dari 
kita gagal melihatnya? 

Menurut akal saya, thaghut atau "berhala" itu adalah nyata sekali baik bentuk dan 
efeknya. Lebih hebat lagi "berhala" yang kita buat dengan tangan kita sendiri, 
kemudian kita sembah itu, adalah apa yang kita sebut dengan, "KEPEANG."

Lihat Nabi Sulaiman, bagaimana dia mengelola setan-setan untuk kenikmatan, kenyamanan 
dan kesenangan dirinya. Dia gunakan setan untuk menyelam cari PERMATA, membangun 
GEDUNG tinggi dan membuat patung-patung penghias istananya yang megah. 

Jadi BERHALA bukanlah sekadar patung-patung seni yang menghiasi jalan-jalan di kota 
tempat kita bermukim. Tapi, "KEPEANG" itulah musuh kita yang nyata. Jangan sampai 
KEPEANG (money) memperbudak kita, tapi kita memperbudak dia. Dan memang kepeang buatan 
kita sendiri. Kenapa kita sembah buatan kita sendiri? Kenapa senang, suka, duka, sedih 
dan gembira kita diatur oleh apa yang kita ciptakan sendiri?

PESAN TERAKHIR

1. Jangan habisi setan-setan itu karena dia sengaja dihadirkan Tuhan utnuk menguji 
kemuliaan sifat dan keluhuran budi kita. Jangan menghabisi nyawa manusia kalau tak 
dilandasi dalil yang logical & acceptable by God's Law.

2. Jangan takluk oleh keindahan2 semu yang muncul dari setan-setan itu, tapi tetaplah 
khusuk kepada hari akhirat dimana bumi dan langit diganti dengan wilayah atau bumi dan 
langit yang lain tempat kita hakikat hidup kita sebenarnya.

3. Surga itu sangat mahal dan hanya bisa dinikmati oleh AQAL yang kuat dan sifat yang 
mulia. Karena itu tetaplah mengacu ke sana. Dan mereka yang berjiwa bersih, bisa 
berdialog dan bertemu dengan wajah Tuhan-Nya (bercengkrama). Karena itu pastikan 
karakter kita bisa "NYAMBUNG" dengan Sang Pencipta.

4. Manusia di surga dilayani oleh para Malaikat. Tak disangkal lagi, mereka adalah 
pelayan dan dayang-dayang kita di sana Pastikan bahwa kita layak dilayani oleh makhluk 
yang "akalnya super kuat" seperti Malaikat tersebut. Hanya manusia yang aqalnya 
melampaui Malaikat yang layak masuk surga dan dilayani oleh mereka. Saya takut, 
jangankan jadi pelayan, jadi sahabat (awliya) kita saja di dunia ini, Malaikat sudah 
ogah. Boro-boro dah, katenye.

5. DLL --untuk sementara waktu selesai dulu. Semoga ada manfaatnya. Kita diimbau untuk 
saling ingat-mengingatkan tentang HAQ, kali-kali saya juga khilaf dan banyak salah. 
Karena itu, kita juga diimbau untuk saling mengingatkan tentang SABR. Terutama kaum 
kerabat dekat kita.

"Setan menghasut kamu supaya takut miskin." Padahal miskin atau kaya sama saja. Tak 
perlu ditakuti, dan jangan termakan hasutan. Jangan kaburkan pandangan kita.

Tak berguna shalat jika enggan zakat. Orang Indonesia banyak yang miskin a.l. juga 
karena banyak yang enggan zakat atau menurut saya progam zakat tersumbat entah di 
mana. 

Zakat berarti membangun ekosistem. Enggan berzakat/ memberi nafkah berarti merusah 
ekosistem. Bukankah kita sering nonton filem flora dan fauna? Perhatikan bagaimana 
satu makhluk karena memberi makan makhluk yang lain, bagaimana gurun kering jadi subur 
setelah angin dihalau dan turun hujan dan serta merta mulai dari buaya, singa, 
harimau, ular dll mendapat nafkahnya yang kita bukan sesekali pemberi nafkah bagi 
mereka?.

Dan...tujuan nafkah / zakat yang prioritas menurut Quran adalah karib kerabat terdekat 
mulai dari orang tua, kakak adi, ipar, keponakan, mamakn sampai ke tetangga-tetangga. 
Tapi lebih mulai lagi manusia yang bisa membuka pintu-pintu nafkah/rizki bagi kaumnya 
--he's got ticket to paradise.

DENGAN BEGITU KITA SADAR BAHWA KITA MASIH BODOH, MENTAL KITA JAUH TERTINGGAL, AKAL 
KITA MASIH LEMAH, BUDI KITA BELUM LUHUR dll.

Mustahil AR Rahman dan AR Rahiim (Most Compassionate & Most Beneficent) mau 
bercengkrama dengan makhluk yang tidak pengasih dan penyayang dengan sesamanya.

Mereka yang tidak rahman, tidah rahim, tidak memberi/membagi  rizki (RAZAK), tidak 
berilmu enggan mengerahkan mind power/akal (ALIM), tidak halus perasaannya (LATIEF), 
dan sifat-sifat terpuji lainya, jelas dia tak berguna di mata Sang Pencipta dan 
dilempar ke neraka, dibakar seperti sampah...dan abadi sebagai sampah..tidak naik 
derajatnya melainkan sebagai sampah... iihh ngeri ..aahh.  

(NOTE: Kecuali Tuhan berkehendak lain).

Wallahu alam

Esteranc Labeh
JKT































































____________________________________________________
Dapatkan email gratis Anda di http://mail.astaga.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke