Betulkah Al-Zaitun sesat ? dimana letak sesatnya .... saya hanyalah seorang muslim yang memiliki sedikit sekali pengetahuan tentang Islam, sekarang ini dalam kebingungan Islam mana yang harus di ikuti.
MUI mudah sekali merubah-rubah fatwa, Muhammadiyah yang katanya merupakan kebanggaan orang Minang ... plintat-plintut (terutama semenjak PAN mengedepankan Amin Rais), ada lagi Achmadiyah dengan Nabi Palsunya, terus karena terburu-buru sholat Jum'at di jalan saya pikir mesjid itu milik siapa saja tapi ketika Jum'at-an di salah satu mesjid di Bandung, ternyata hampir seluruh jamaah di sana menatap curiga (yang belakangan saya diberi tahu bahwa mesjid tersebut adalah milik Islam Jamaah).
Sedih sekali rasanya melihat Islam terpecah-pecah ... dan GOBLOKnya lagi kita sama-sama mengetahui siapa "Musuh Bersama" yang sebenarnya tapi kita tidak melakukan apa-apa terhadap musuh bersama tersebut.
Dari semua aliran Islam yang ada mana yang sebenarnya yang bisa memberi ketentraman hati penganutNya, yang berani menegakkan HukumNya, berani mengatakan hitam dan putih hanya berdasarkan hukum Allah tanpa melihat pertimbangan Politis, Keamanan dan tetk bengek yang lain termasuk "tepo seliro" ? LAKUM DIN NUKUM ...... tapi kalau sesama Islam apakah hal ini juga berlaku ?
Ada lagikah Ponpes sesat ? Bagaimana dengan Ponpes yang ada di desa-desa ? Sesat jugakah ? Atau menjadi tidak sesat karena Ponpes tersebut hanya Ponpes miskin yang hanya mampu memberi makan dengan tahu dan tempe serta sayur yang berenang akibat kebanyakan kuah ? .... Saya sendiri belum pernah ke Al Zaitun, tetapi kenapa banyak nada miring mengenai Ponpes ini bahkan di bukukan .... dan yang menggelitik rasa ingin tahu saya adalah :
1. Untuk menerbitkan sebuah buku bukanlah hal yang mudah. Juga untuk hal tersebut di butuhkan dana yang lumayan besar guna pencetakan dan penyebaran buku tersebut. Dana penerbitan buku biasanya dapat juga diperoleh dari penerbit yang tentunya berorientasi keuntungan materil. Apakah penjualan buku tersebut memang mampu menerbitkan keuntungan ? mengingat buku tersebut kelihatannya tidak dibuat dalam jumlah yang banyak.
2. Yang cukup menyolok .... biasa di Gramedia bila sebuah buku dengan kisaran harga di atas Rp. 20,000, akan di kemas sedemikian rapi di dalam plastik dan tertutup rapat. Untuk buku Al-Zaitun ini mengapa seolah-olah sengaja di buka (tidak di kemas dalam plastik) agar dapat baca oleh siapa saja ? Apa toko buku sebesar Gramedia kehabisan plastik pengemas buku ? Atau karena unsur kesengajaan ? Siapakah yang berada di belakang toko buku Gramedia ?
3. Untuk mengatakan sesat harus ada bukti-bukti yang kuat bahwa ajaran tersebut memang diajarkan disana dan memang sesat. Hukum Islam sendiri mengajarkan (dalam kasus perzinaan) bahwa harus ada tiga orang saksi yang melihat serta berani bersaksi bahwa si polan itu melakukan Zina. Bila ternyata tidak terbukti maka si saksilah yang kemudian dihukum. Jadi mungkinkita harus lebih berhati-hati mengatakan A itu sesat atau A itu benar ... karena kebenaran hanya ada pada Allah.
 
----- Original Message -----
From: Octavia
Sent: Wednesday, September 12, 2001 9:51 AM
Subject: Re: [RantauNet] Al Zaytun

Iko saketek resensi yang ambo kutip dari bangsaku.com
Mudah-2an bisa manjadi referensi utk manambah pangetahuan awak ttg hal iko.
 
 

Judul : Pesantren al Zaytun Sesat?: Investigasi Mega Proyek dalam Gerakan NII
Pengarang : Umar Abduh
Penerbit : Darul Farah
Tahun : 1422 H/ 2001 M
Tebal : XVII + 326 hlm

bangsaku.com - Syahdan, sebuah pesantren nan megah berdiri di atas 1200 Ha. Ponpes yang lebih berkesan seperti apartemen-apartemen elite di Jakarta itu bernama Al Zaytun. Namun bangunan tersebut terselubungi kabut misteri yang tebal.

Darimana dana untuk membangun al Zaytun?. Dari Allah, tentu saja!. Tapi lewat siapa?. Ada apa dengan Abdus Salam alias Abu Toto alias Abu Ma’ariq alias Parwoto alias Syaikh AS Panji Gumilang., pemimpin Al Zaytun?. Adakah hubungannya dengan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah IX? Demikianlah beberapa pertanyaan yang dapat diutarakan berhubungan dengan kemisteriusan Al Zaytun dan pemiliknya.

Untuk itulah, Abu Umar menulis buku ini (Ia sendiri pernah menjadi anggota aliran sesat jama’ah pimpinan Imran bin Muhammad Zein, Alhamdulillah, ia telah kembali ke jalan benar). Ia mencoba mengingatkan umat Islam, adanya kegiatan yang mengatasnamakan Islam tetapi berdampak negatif. Ia juga mencoba mengungkapkan secara tuntas kezaliman dan kesesatan di balik gegap gempitanya pemberitaan kemegahan Ma’had Al Zaytun, Haurgeulis, Indramayu ini.

Buku ini adalah hasil penelitian penulis selama satu tahun. Isi buku ini terdiri dari 4 bab dengan 4 tulisan tambahan beserta 1 lampiran bukti-bukti kesesatan Al Zaytun.

Umar memulai buku ini dengan menjelaskan sejarah pesantren Al Zaytun. Ia lanjutkan dengan pengungkapan pelaku-pelaku di balik Al Zaytun. Dia beberkan pula kesaksian dari berbagai pihak yang kompeten mengenai Al Zaytun, Abu Toto, NII ,dan KW IX. Kita dapati doktrin dan praktek-praktek yang menyesatkan kelompok Abu Toto, dari berbagai pihak pada bab keempat. Sedangkan sisanya berupa kesaksian dari orang yang pernah menjadi murid di Al Zaytun dan bukti-bukti yang mendukung tesis Umar Abduh.

Buku ini patut anda miliki, sebagai salah satu sumber rujukan mengenai Ponpes Al Zaytun. Tidak perlu khawatir, Umar Abduh menggunakan sumber dari kedua belah pihak yang kompeten mengenai Al Zaytun. Lagipula buku ini cukup sistematis. Jadi Anda tak perlu bingung ketika membacanya.

 

----- Original Message -----
Sent: Wednesday, September 12, 2001 9:52 AM
Subject: Re: [RantauNet] Al Zaytun

Ikolah nasib urang muslim. mudah bana manyebar-nyebarkan barito, nan alun
tantu lai kebenarannyo. kalaupun pesantren itu malanggar hukum, baa koq ndak
ado reaksi dari tokoh-tokoh Islam doh? memang, Sabili pernah mamuek tulisan
soal pesantren itu, tapi indak mandalam bana.

Janlah awak manjadi buih di lautan, mudah sakali ditimpa badai. ma bisa awak
melakukan barbagai caro manandingi laju kemajuan di agamo lain, misalnya,
sadangkan perilaku awak baitu mudah untuak mambuek hujatan ka urang muslim
sendiri.

Ibaraik kepeng, salalu ado muko nan lain, salain muko nan mungkin awak
caliak.

ijp

----- Original Message -----
From: "Boes Roestam" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, September 11, 2001 4:51 AM
Subject: RE: [RantauNet] Al Zaytun


> Sanak Esteranc Labeh:
>
> batanyo ambo ciek, apokah pesantren al zaytun ko nan di Indramayu?
> baru2 ko katiko pulang, lai ambo basuo jo kawan ambo nan mangaji
> jo ustadz Ruslan. apo batue baliau ko guru di al zaytun?
> kabatulan ambo di-oleh2i puluhan kaset pangajian ko dan
> sacaro salinteh ambo danga, kaji tu tarang bana dalam
> mambahas ayaik2. apo nan salah di sinan? mohon kaba
> soal ko.
>
> wass,
> Boes
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, September 11, 2001 2:09 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [RantauNet] Al Zaytun
>
>
> Salaam.
>
> Saya pribadi sudah mendengar beberapa kasus dari pesantren Al Zaytun dan
> ikut prihatin dengan apa yang menimpa saudara kita di Bandung.
>
> Tapi ambo minta dunsanak jan capek marabo dan menyikapinya jo emosional.
> Selentingan baso misi mereka mambangun negara Islam ambo danga sajak jauah
> hari. Tapi buruaknyo kondisi pesantren tuh, baru kini ambo dapek
informasi.
>
> Sajak beberapa tahun tarakhir ambo mansurvei baso gerakan ekstrim kanan
> muncul sairiang jo gerakan ekstrim kiri Islam, kiri non-Islam, geopolitis,
> HAM dll via LSM-LSM asing sebuah negara "bamuko duo." Banyak kasus nan
> sarupo Al Zaytun tuh. Apolai kini banyak urang mancari kepeang jo caro
> "manggaleh agamo."
>
> Di satu sisi negara kurapaik itu ka pemerintah kito bakato "ingin
menegakkan
> kedaulatan dan keutuhan RI," tapi di sisi lain inyo mengerahkan baragam
LSM
> dari berbagai misi untuak mamporak-porandakan nagari tacinto ko.
>
> Dalam konsep double standard policy itu, apopun hasilnyo, RI tambah kuek
> atau RI pacah balah, si cingkarak langah tu tetap diuntuangkan baik dari
> segi pertahanan global, regional maupun kepentingan ekonomi inyo nan
maraso
> paliang tageh di jagad raya tuh.
>
>
> Karano itu, salamaikan sajo sanak saudara karib kurabaik kito nan paliang
> dakek. Insya Allah kito sadonyo tajago dari viktimisasi keadaan nan
> balangsuang kiniko.
>
> Wassalam
> (Esteranc Labeh)
>
>



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke