Mikraj Isra' bukan Isra' Mikraj..............2/2

Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum wr.wb.

Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan bahwa Peristiwa Isra' didasarkan pada QS. 
Surat Bani Israil ayat 1, dan terjadi pada setahun atau enam bulan sebelum sebelum 
peristiwa Hijrah Nabi ke Madinah....(Baihaqi). Mardawih dan Ibn Saad menerangkan bahwa 
Isra' itu terjadi setahun sebelum Hijrah.....(Al-Khashaish al-Kubra). Menurut Zurqani 
peristiwa Isra' Rasulullah SAW ke Yerusalem terjadi pada tahun ke 11 Nabawi....Dengan 
demikian semua hadits yang bersangkutan dengan persoalan "Isra' " ini menunjukkan 
bahwa Isra' terjadi setahun atau enam bulan sebelum hijrah yaitu kira tahun ke 12 
Nabawi, setelah Siti Khadijah wafat yang terjadi pada tahun ke 10 Nabawi. 

Sedangkan peristiwa Mikraj Rasulullah SAW dibahas secara terperinci dalam QS. Surat 
An-Najm ayat 7-17, diwahyukan kepada Rasulullah SAW tidak lama sesudah hijrahnya 
beberapa sahabat beliau ke Abessina (Etiopia) yang terjadi di bulan Rajab tahun ke 5 
Nabawi. Semuanya diceritakan dalam buku-buku Hadits yang membahas Mikraj Rasulullah 
SAW itu....Sebahagian Ulama-Ulama Islam juga berpendapat bahwa Mikraj itu terjadi pada 
tahun ke 5 Nabawi yang dengan demikian antara peristiwa Isra' dan Mikraj itu terpaut 
oleh jarak waktu sekitar enam  atau tujuh tahun dan adalah tidak mungkin sama sekali 
kedua peristiwa itu terjadi pada "satu malam". Sehingga yang satu harus dianggap 
terpisah dari yang lainnya. Lagi pula peristiwa-peristiwa dan pengalaman-pengalaman 
Rasulullah SAW yang terjadi pada malam Mikraj berbeda sifatnya dengan 
peristiwa-peristiwa yang terjadi pada malam
Isra'. 

Kecuali kesaksian sejarah yang kuat ini , ada pula kejadian-kejadian lain yang 
bertalian dengan peristiwa itu, mendukung pendapat bahwa dua kejadian peristiwa itu 
sama sekali berbeda dalam jarak waktu dan terpisah satu sama lain dalam rangkaian 
kejadiannya. Al-Qur'an menguraikan kejadian Mikraj Rasulullah SAW pada Surat An-Najm , 
tetapi sedikitpun tidak menyinggung peristiwa Isra', sedangkan dalam Surat Bani Israil 
yang membahas soal Isra' sedikitpun juga tidak disinggung peristiwa Mikraj. Juga dalam 
sebuah Hadits diceritakan bahwa Ummu Hani , saudari sepupu Rasulullah SAW yang 
dirumahnya beliau menginap pada pada malam peristiwa Isra' terjadi hanya membicarakan 
perjalanan Rasulullah SAW ke Yerusalem, dan sama sekali tidak menyinggung kenaikan 
beliau kelangit..... Ummi Hani adalah orang yang pertama yang kepadanya Rasulullah SAW 
menceritakan perjalanan beliau diwaktu malam ke Yerusalem, dan paling sedikit ada 
tujuh penghimpun riwayat Hadits telah mengutip keterangan Ummi Hanni  mengenai 
kejadian ini , yang semuanya bersumber pada empat perawi yang berlainan. Semua perawi 
ini sepakat bahwa Rasulullah SAW berangkat ke Yerusalem dan pulang ke Mekkah pada 
malam itu juga. 

Kalau seandainya Rasulullah SAW telah pula membicarakannya kenaikan beliau kelangit , 
tentu saja Ummi Hani tidak akan lupa menyebutkan hal ini dalam salah satu riwayatnya. 
Tetapi beliau tidak menyebutkan hal ini dalam salah satu riwayatnya. Dengan demikian 
Ummi Hanni hanya menceritakan peristiwa Isra' saja dan Isra' Rasulullah SAW hanya 
sampai Yerusalem saja dan peristiwa Mikraj sama sekali tidak terjadi pada malam itu. 
Beberapa Hadits yang mula-mula meriwayatkan perjalanan Rasulullah SAW ke Yerusalem 
menyebutkan bahwa di Yerusalem beliau bertemu dengan beberapa Nabi terdahulu termasuk 
Adam a.s., Ibrahim a.s., Musa a.s. dan Isa a.s. kemudian mengimami shalat mereka
di Masjidil Aqsa itu... 

Dalam peritiwa Mikraj dikisahkan bahwa diberbagai petala langit beliau menemui juga 
Nabi-Nabi itu  yang dalam peristiwa tersebut Rasulullah SAW sama sekali tidak mengenal 
mereka dan mengajukan beberapa pertanyaan tentang siapa mereka itu kepada Jibril. 
Betapa mungkin Rasulullah SAW akan mengajukan pertanyaan itu kepada Jibril kalau 
seandainya beliau sebelumnya telah bertemu dengan para Nabi-nabi itu dan mengenal 
mereka di Masjidil Aqsa (Yerusalem).....bahkan mengimami mereka pula dalam suatu 
shalat berjamaah? Tidak masuk akal kiranya pertanyaan itu akan diajukan Rasulullah SAW 
dan beliau SAW tidak mengenal mereka kalau seandainya beberapa saat sebelumnya beliau 
SAW telah bertemu mereka dalam perjalanan itu juga? Ini adalah sebuah bukti yang kuat 
dan meyakinkan bahwa Isra' dan Mikraj tidak terjadi pada satu malam.... dan sama 
sekali tidak benar bahwa Isra' itu mendahului Mikraj sebagaimana dianut oleh mayoritas 
Muslimin dewasa ini.... 

Dengan membaca uraian diatas jadi jelaslah bahwa Isra' itu terjadi belakangan sesudah 
Mikraj... Kenapa pada masa belakangan timbul sejarah "isra' dan mikraj merupakan satu 
perjalanan? Kekacaubalauan berpikir dan mencampur adukkan kedua peristiwa itulah yang 
menyebabkan sebahagian besar Ulama-Ulama Islam membuat statemen bahwa Isra' itu 
mendahului Mikraj dan peristiwa itu  dirangkaikan mereka dalam satu kejadian satu 
malam......

Memang banyak sekali dikalangan kita yang maunya berpikir sederhana saja... dan mereka 
tak mau menelaah lebih lanjut, dan apabila akal mereka terbentur untuk meyakini 
sesuatu mereka kemudian menisbahkan hal tersebut kepada ke Mahakuasaan Allah yang 
tidak ada yang mustahil dan tak mungkin bagiNya. Tetapi dalam soal ini yang jadi 
permasalahan bukan "kemahakuasaan Allah" itu. Saya yakin seratus persen bahwa Allah 
itu mampu memperjalankan Rasulullah SAW secara jasmani ke langit.... Sebagaimana kita  
juga yakin Allah mampu menghidupkan orang yang telah mati dan jadi jenazah itu untuk 
hidup kembali.... Tetapi apakah memang Allah berbuat demikian? Sunnatulah menjadikan 
Allah tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum-hukum yang diciptakannya 
sendiri. Dilain pihak kesaksian tidak menunjang apa yang kita limpahkan kepada 
kemahakuasaan Allah tersebut.....

Baik Peristiwa Mikraj ataupun peristiwa Isra' adalah sebuah peristiwa rohani 
semata...semacam "kasyaf" dalam, keadaan antara bangun dan tidur yang biasa dialami 
oleh seorang "Suci" dan Nabi.... dan tentu saja hal ini tidak terkecuali juga dialami 
oleh Junjungan kita Rasulullah SAW. Dengan hal ini jadi jelas bagi kita bahwa 
Rasulullah SAW tidak naik kelangit dan juga tidak pergi ke Yerusalem dengan tubuh 
jasmani  beliau. 

Adapun Masjidil Aqsa di Yerusalem yang disinggung dalam QS. Bani Israil ayat 1 itu 
sama sekali belum ada wujudnya ketika peristiwa Isra' itu terjadi....dan ketika itu 
belum lagi dinamakan dengan Masjidil Aqsa dan Islam ketika itu belum lagi sampai di 
Yerusalem. Masjidil Aqsa  ketika itu adalah menunjukkan kepada rumah peribadatan 
(kanisah) yang didirikan oleh Nabi Sulaiman di Yerusalem. Adapun "kasyaf" Rasulullah 
SAW yang dalam pengalaman rohani beliau itu mengunjungi Yerusalem tentu saja 
mengandung suatu nubuwatan yang Agung...... "Masjid Aqsa" yang berarti Masjid yang 
Jauh... mengisyaratkan sautu perjalanan yang jauh dari beliau dari Mekkah kesuatu 
tempat dimana beliau akan mendirikan sebuah Masjid yang pusat Islam   yakni Madinah 
..., penglihatan beliau sendiri dalam kasyaf itu mengimami para Nabi lainnya dalam 
shalat di Masjid Aqsa tersebut mengandung arti bahwa agama baru adalah Islam tidak 
akan terkurung ditempat kelahirannya sendiri melainkan akan tersebar diseantero dunia 
dan pengikut semua agama akan menggabungkan diri kepadanya. 

Kepergian beliau ke Yerusalem dapat pula mengaandung nubuwatan yang lain juga bahwa, 
suatu saat Islam akan memasuki Yesrusalem dan sebuah Masjid akan berdiri disana. 
Nubuwatan agung ini terwujud sepeninggal Rasulullah SAW, setelah beliau wafat... dan 
disempurnakan dizaman ke khalifahan Saidina Umar r.a. ketika Islam betul-betul masuk 
ke Palestina dan Yerusalem dan dizaman beliau itulah Masjid Aqsa didirikan sesuai 
dengan peristiwa Isra' yang dialami Rasulullah SAW beberapa tahun sebelumnya....  

Demikianlah uraian singkat ini dalam rangka memperingati Isra' Mikraj yang setiap 
tahunnya selalu  riuh rendah diperingati dipelbagai belahan dunia Islam ini. Lebih dan 
kurang kami mohon maaf..



Wassalamu'alaikum wr.wb.

Aim Ibrahim


_____________________________________________________________
I will carry thy message to the corners of the world. (A revelation of Promised 
Messiah)

Get your own FREE and private email from http://www.ahmadiyya.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti menerima 
RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================

Kirim email ke