Assalamu'alaikum WW
 
Baru minggu nan lalu ambo pai ka BandarLampuang, ... kondisi jalan dari bakauhueni sampai kota Bandarlampung kurang mulus.. memang indak balubang lubang nan gadang tetapi indak rato..,dan pacah-pacah... di babarapo tampek ado nan di tamba tetapi tamba-nyo itu agak naiak saketek dari aspal nan lain...
 
Kalau lah ka hari rayo... mungkin lai di paelok-i .. soalnyo iko nan ka jadi pahambek pulang kampuang,,,
 
wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak
 
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0111/19/daerah/angk20.htm
Di Jalur Merak-Bakauheni-Sumbagsel
Angkutan Hari Raya Akan Dihadang Berbagai Masalah
Bandar Lampung, Kompas
Angkutan Lebaran, Natal, dan Tahun Baru mendatang di wilayah Lampung bakal dihadang banyak masalah. Mulai dari kondisi badan jalan yang rusak parah, rawan longsor, angkutan kapal penyeberangan yang tua, hingga ancaman kriminalitas.Demikian rapat persiapan angkutan hari raya yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung, Herwan Achmad, Sabtu (17/11), di Bandar Lampung. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Komandan Korem (Danrem) Garuda Hitam/ 043, Kolonel Mujiono, dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, Komisaris Besar Yusuf Supriyadi.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Soegiarto menjelaskan, jalan lintas timur Sumatera di ruas Lampung - Sumatera Selatan (Sumsel) praktis tak dapat digunakan. Lebih dari 80 km jalan dalam kondisi rusak, di antaranya lebih 22 km rusak berat atau parah. Dinas Perhubungan merekomendasikan agar ruas jalan itu ditutup untuk angkutan hari raya.
Herwan Achmad keberatan dengan istilah penutupan. "Memang lintas timur itu sangat parah, tak layak untuk dilalui, tapi tidak ditutup," kata Herwan.
Menurut dia, Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung akan mengirim surat kepada seluruh gubernur di Sumatera untuk memberitahukan tentang kondisi ruas jalan negara Sumsel- Lampung. "Para pelintas sebaiknya tak melewati jalan itu karena berbahaya dan rawan," kata Herwan.
Bupati Lampung Barat, Wayan Dirpha, mengatakan, jalan lintas barat Sumatera, antara Bukit Kemuning-Liwa-Krui rawan longsor. Pihaknya tak memiliki alat berat untuk menyingkirkan material longsoran yang sering terjadi setiap musim hujan.
Sementara itu, Kepala Cabang ASDP Bakauheni Hasan Aldin mengatakan, jika ruas jalan Lampung-Sumsel tak diperbaiki, besar kemungkinan akan terjadi kemacetan di Bakauheni. Kelancaran arus kendaraan di jalan ini akan sangat membantu untuk mengatasi kemacetan di Bakauheni.
"Persoalan lain di lintas penyeberangan Bakauheni-Merak di Selat Sunda adalah banyak kapal feri sudah tua. Kondisi itu memperlambat waktu berlayar dan berpotensi terjadinya kemacetan di pelabuhan. Belum lagi karena cuaca buruk," kata Hasan.
Rawan kriminalitas
Yusuf Supriyadi menambahkan, persoalan-persoalan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai aksi kejahatan atau tindak kriminal. Apalagi selama ini gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) meningkat drastis dan sebagian di antaranya terjadi di lintas Sumatera.
Ruas jalan Lampung - Sumsel sangat rawan aksi pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas). Dalam setahun terakhir terjadi 139 kasus kriminal di ruas itu meski polisi telah menggelar berbagai operasi pemberantasan.
"Jalan rusak yang menghambat laju kendaraan memudahkan pelaku kejahatan beraksi. Umumnya terjadi pada saat jalan sepi, baik siang maupun malam hari," kata Yusuf Supriyadi.
Ada lima titik rawan kriminalitas di Lampung, yakni antara Mesuji-perbatasan Sumsel, Bukit Kemuning, Blambangan Umpu, Bandar Jaya, Labuan Maringgai-Jabung dan Hajimena, Tegineneng. Pelaku perampokan dan pembegalan menggunakan senjata api rakitan.
Kepala Pusat Komando Pengendali Operasi (Kodalops) Polda Lampung Komisaris Besar DU Sitohang merinci, untuk melancarkan aksinya, pelaku pernah menjebak korban dengan cara memalang jalan dengan kayu atau memasang paku di badan jalan. "Dalam aksi itu mereka menggunakan senjata api rakitan," katanya.
Dalam sembilan bulan terakhir, aksi kriminalitas di Lampung meningkat tajam. Ada 628 kasus curas dan 1.957 kasus pembegalan. Sitohang menambahkan, hasil operasi intelijen menunjukkan, selama puasa hingga hari raya bakal muncul banyak gangguan kamtibmas.
Misalnya, gangguan kriminal di kapal penyeberangan, perampokan, pembegalan, dan bajing loncat di jalan lintas Sumatera. Juga gangguan pemogokan sopir, kekurangan angkutan umum, serta ancaman teror bom di gereja dan masjid.
"Gangguan lain yang meresahkan adalah terputusnya distribusi kebutuhan pokok akibat ulah spekulan, termasuk penimbunan barang. Juga gangguan distribusi bahan bakar minyak dan aksi massal yang berbau SARA (suku, agama, ras, antargolongan-Red)," tambah Sitohang.
Rapat terkait memutuskan agar persoalan yang ada dapat diatasi bersama dalam rangkaian koordinasi lintas sektor. Dinas Bina Marga diharapkan dapat memperbaiki jalan yang rusak, setidaknya untuk kelancaran angkutan hari raya.



======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================


Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com
RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

Kirim email ke